Belajar Parenting › Forums › Memulai Homeschooling Usia Dini › Sosialisasi anak
- This topic is empty.
-
AuthorPosts
-
July 22, 2022 at 7:03 pm #4179
Semi Asih
MemberAnak saya cowo usia 3.5th, lingkungan tempat tinggal kebanyakan usia diatas nya dan semua nya cewe
Kalo sedang bermain bersama anak saya sering menangis karna berbagai sebab
Bagaimana baiknya menyikapi hal tersebut?
Bagaimana menghindari bullying saat bermain bersama teman2 lain, karna anak saya cenderung mudah menangis?
July 23, 2022 at 8:38 pm #6080Aar
KeymasterHalo kak @semi-asih
Pondasi besar untuk membangun keterampilan sosial anak adalah kepercayaan diri dan keterampilan komunikasi
Kepercayaan diri sumbernya adalah rasa aman dan nyaman yang dirasakan oleh anak.
Ini hal-hal yang perlu disiapkan pada agar mereka semakin terampil berinteraksi dengan teman dan orang lain di luar keluarga. Jika rasa aman dan nyaman anak sudah dimiliki, mereka pasti akan berani dan mencoba ke luar dari zona nyamannya bersama orangtua.
Jadi, rasa aman dan nyaman itu yang perlu diperbaiki dulu, kak. Jangan terburu-buru anak didorong untuk main dengan temannya jika dia belum siap. Semakin didorong dan semakin tidak siap, dampaknya akan lebih buruk buat anak.
Perilaku anak menangis adalah simpton atau petunjuk suasana hati dan emosinya. Mungkin dia takut, khawatir, atau merasa belum nyaman bermain dengan teman2nya, apalagi yang usia lebih tua. Apalagi jika teman2nya lebih aktif dan lebih banyak berinisiatif/berbicara.
Jadi, yang perlu dilakukan adalah:
1. Terima kondisi anak
“OK, tak masalah jika kamu belum mau main bersama teman-temanmu. Kita main di rumah saja sama Bunda sampai kamu siap main dengan mereka. Kalau kamu pengin main, kamu bilang ya?”
2. Perbanyak main bersama anak
Perkuat rasa aman dan nyaman anak saat berinteraksi bersama Anda dan penghuni rumah lainnya. Dalam kondisi santai, tanyakan kepada anak perasaannya terkait main bersama temannya:
“Apa yang kamu rasakan saat main bersama xxx (nama teman2nya)?”“Apakah ada yang kamu takutkan?”
“Apa yang kamu harapkan dari Bunda? Apakah kamu mau ditemani? Atau kamu mau sendiri?”
3. Asah keterampilan berkomunikasi anak
Perbanyak mengobrol dan mendengarkan anak. Mengobrol berarti dua arah. Perbanyak kegiatan melakukan permainan yang mulai ada aturannya sehingga anak memahami aturan main (seperti yang biasa dilakukan teman2nya).
4. Lakukan proses main secara bertahap
Tahapan proses bisa bermacam2 tergantung kondisi. Bisa dimulai dari anak2 main di rumah Anda dan anak ikut. Bisa juga main bersama 1 & 2 anak yang baik dan kooperatif. Saat anak bermain, pastikan Anda ada di dekatnya untuk memperhatikan dinamikanya.
Lihat respon anak apakah dia sudah siap atau belum untuk maju ke kondisi lebih menantang.
5. Masih banyak ruang bertumbuh
Usia anak masih kecil, jangan terlalu khawatir. Ruang bertumbuhnya masih sangat besar. Jadi, perkuat modalnya dulu sebelum main ke luar.
Sekali lagi, perkuat kepercayaan diri anak dan keterampilan komunikasinya. Paparkan realitas sosial secara bertahap sesuai kapasitas anak.
Kepercayaan diri dan keterampilan komunikasi akan menjadi modal besar untuk membangun keterampilan sosial anak.
Demikian kak, semoga membantu. 🙏
August 4, 2022 at 5:58 pm #6038Indah Susanti
MemberDear kak Aar,
Putri saya 3th 10 bulan, cenderung lebih dominan dan kadang suka mengatur kalau main bersama.. di satu sisi saya senang anak saya sangat supel dan mudah bergaul dengan teman baru, di sisi lain ada kekhawatiran setelah besar dia tidak disukai karena terlihat dominan, tidak suka diatur tapi suka mengatur orang. Mohon masukan kak Aar..
Terima kasih 😀
August 4, 2022 at 8:58 pm #6037Aar
KeymasterHalo kak @indah-susanti-3380
Terima kasih pertanyaannya.
Secara umum, usia anak masih kecil dan tak perlu ada yang terlalu dikhawatirkan. Semua pemimpin pasti suka mengatur. Jika anak memiliki karakter alamiah senang mengatur, bisa jadi itu tanda bahwa dia memiliki bakat kepemimpinan yang baik. Itu sudut pandang positif yang juga perlu dilihat, bukan hanya aspek yang mengkhawatirkan saja.
Jika ada hal yang perlu diperbaiki, maka inilah kesempatan bagi Anda untuk membimbing dan mengajari anak cara berkomunikasi dan memimpin yang baik. Belajar berkomunikasi dengan jelas dan baik, bersikap adil, bergantian, kepentingan bersama, membela yang lemah, dll.
Jadi, jika ada merasa ada yang dikhawatirkan, lakukan aksi teknis agar tak hanya berhenti pada kekhawatiran di pikiran semata. Overthinking itu menguras energi dan melumpuhkan.
Dalam konteks memberikan stimulasi pada anak, diantara Anda, pasangan dan keluarga dekat, apakah ada yang memiliki karakter yang serupa atau cukup dekat dengan anak?
Jika ada, yang memiliki karakter cukup dekat, bagaimana kehidupannya? Bagaimana karakter itu berdampak pada kehidupannya? Apa dampak positif dan negatifnya?
Dari sana, Anda bisa menentukan aspek apa yang perlu diperkuat dan aspek apa yang perlu diantisipasi agar intensitas buruknya berkurang.
Demikian kak, semoga membantu. 🙏
-
AuthorPosts
- You must be logged in to reply to this topic.