Podcast Tips Game-based Learning

Belajar Parenting Forums Strategi Belajar Homeschooling Podcast Tips Game-based Learning

  • This topic is empty.
Viewing 10 posts - 1 through 10 (of 10 total)
  • Author
    Posts
  • #4736
    Aar
    Keymaster

    Apakah Anda punya pertanyaan sesuai materi terkait?

    #6888
    Anonymous
    Guest

    Mas aar, sy baru saja menjelajah game based learning dan menemukan Coding dasar. Sy sampai di SCRATH.
    saya penasaran sekaligus BUTA banget ttg coding ini. Tapi sy merasa bhw coding ini salahsatu ilmu/keterampilan yg harus dimiliki anak. Rencana sy akan mengenalkan coding ke anak diusia SD awal, Insyaa alloh.
    Dan Mas, begitu sy coba itu SCRATH yang bikin animasi ya(selain music, game) sy bener2 TIDAK BISA haha. Sy memang benar2 ga ngerti bahasa pemrograman. Akan butuh BANYAK waktu bg sy utk mempelajari ‘hanya sekedar’ tutorialnya sekalipun. hehe
    Selama ini sy juga termasuk ortu yg menghindari game sebagai ‘teman main'(baik bg kami atau anak). Ini krn pengetahuan sy ttg game yg terbatas shg dimata sy game itu tidak terlepas dr hanya buang2 waktu sj. Dan Sy mendapat insight baru bhw ternyata berbicara game bisa berbicara byk hal termasuk penguasaan teknologi/coding paling tidak.
    Pertanyaan sy: harus mulai dr mana sy mengenalkan game pd anak? game yg seperti apa? dan bagaimana sy harus BELAJAR coding krn nyatanya pas nyoba scrath sy ga bisaaaaa?
    Makasih, Mas.

    #6887
    Aar
    Keymaster

    Halo kak Yulianti,

    Permainan itu banyak sekali dan tidak harus digital.

    Permainan bisa berwujud tanpa tujuan, biasa disebut play. Misalnya: main balok, kelereng, layangan, dll. Ada juga permainan yang punya tujuan, misalnya: sepakbola, permainan kartu, dan lain-lain. Permainan dengan tujuan ini disebut game.

    Sekali lagi, game bisa berwujud digital atau game fisik.

    Kunci pertama dari menggunakan permainan sebagai pintu belajar adalah mengenali kebiasaan orangtua/keluarga. Jadi mulainya harus dari orangtua. Kalau orangtua tidak suka permainan/game, cara paling mudah adalah belajar bersenang-senang dan melakukannya.

    Game yang perlu dikenalkan adalah game fisik, bukan digital.

    Caranya bisa dimulai dari game sederhana seperti kartu. Dari permainan kartu, banyak yang dipelajari anak berkaitan dengan aturan main, strategi, merasakan menang-kalah, dan sebagainya. Juga permainan fisik misalnya beteng, kelereng, dan sebagainya. Itu penting untuk dipelajari anak sesuai dengan kondisi yang ada di rumah dan sekitar.

    Game kartu atau biasa disebut boardgame itu banyak sekali jenisnya sekarang. Dulu hanya dikenal kartu remi dan monopoli. Sekarang banyak boardgame, misalnya The Festival tentang festival2 di Indonesia, ada boardgame Aquatico tentang habibat air, dsb.

    Tentang game digital, menurut saya tidak ada urgensi untuk memperkenalkannya. Kecuali orangtua memang biasa memainkannya. Game digital ini bagusnya yang ada dalam genre simulasi.

    Walaupun game digital kelihatannya keren, secara fungsi tidak berbeda dengan game fisik. Fungsi utamanya adalah hiburan. Proses yang penting sebelum memanfaatkannya adalah mengelolanya supaya tetap bernilai positif, tidak justru jadi sumber masalah mental (misalnya anak jadi kecanduan, gampang rewel, dsb).

    Demikian kak. Semoga membantu.

    #6886
    Anonymous
    Guest

    Terimakasih mas responnya. Izin menanggapi lagi, Mas.
    Sy justru sekarang mrasa bhw game digital itu perlu utk dikenalkan biar anak tidak tahu dr luar rumah.
    Tp tetep dr awal hrs ada aturan main yg disepakati terkaitmain game tsb.
    Sy pribadi bukan tidak suka main game cuman membatasi dan tidak mengakrabkan diri saja apalagi ada anak d dekat sy.
    Mengapa mrt mas aar tdk ada urgensinya memperkenalkan game digital kpd anak? Apakah belajar/memahami coding tidak mesti didahului oleh kbiasaan bermain game digital?trimksh

    #6386
    Aar
    Keymaster

    Kak @yulianti.andayasari

    Keterampilan coding tak ada hubungannya dengan kesukaan/kemampuan bermain game. Keterampilan coding basisnya adalah kemampuan berlogika dan melakukan keterampilan teknis secara mendalam. Ilmu dasarnya adalah matematika dan algoritma.

    Implementasi coding ada di berbagai dunia digital dalam bentuk beragam, mulai sistem operasi, aneka aplikasi/software.

    Untuk anak usia dini, yang perlu dijaga adalah dampak terhadap mental/emosi jika anak main game.

    Itu sih yang menjadi concern utama saya.

    Jika orangtua bisa mengelolanya, maka memperkenalkan game tak apa-apa. Tapi jika orangtua kemudian membiarkan anak dan tak terampil mengelola penggunaan game oleh anak-anak, akibatkan anak-anak bisa menjadi terserap dalam dunia game/gawai dan menjadi tidak tertarik pada hal lain di luar game/gawai.

    Ini yang merugikan untuk tumbuh kembang anak.

    Jadi, jika orangtua merasa bisa mengelolanya, dipersilakan.

    Tapi jika orangtua tidak terbiasa main game dan tidak mengenalnya, lebih baik pengenalan game itu ditunda.

    #6385
    Nia
    Participant

    Selamat sore Mas @Aar izin nimbrung di pertanyaannya kak Yulianti ya 🙏🏽

    Anak saya usia 7tahun.

    Saya jadi penasaran juga, menurut Mas Aar sendiri apakah belajar coding sejak dini ini perlu? Atau sebatas memperkenalkan ragam kegiatan saja seperti kegiatan yg lainnya? (Mengingat sekarang kelas coding banyak yg dari usia dini)

    Saya sendiri ada keinginan tapi di sisi lain juga merasa belum ada urgensi, apalagi keluarga kami juga bukan yg hi-tech banget, dan kami tidak ada yg main game digital jadi mau bridging ngajakin semisal ikut kelas pun masih agak bingung masuknya gmn 😁

    Tapi saya akui bahwa coding ini salah satu skill yg cukup penting krn bisa berhubungan dengan pemecahan masalah, logika dll..

    Terima kasih

    #6384
    Aar
    Keymaster

    Kak @nia.purnama

    Pemilihan jenis kegiatan anak-anak sudah ada dalam wilayah orangtua berdasarkan preferensi keluarga dan juga ketertarikan anak-anak.

    Belajar coding itu sebenarnya pondasinya adalah logika/algoritma. Anak belajar cara berpikir dan urutan pengambilan keputusan, bukan belajar bahasa pemrograman. Bahasa pemrogramannya sendiri hanya alat.

    Jadi, jika anak mau belajar coding pastikan bahwa dia tak hanya belajar bahasa saja, tapi belajar problem solving dan bikin2 sesuatu dengan kemampuannya.

    Kami juga sempat memperkenalkan coding kepada Duta saat dia tertarik Minecraft, tapi Duta tidak tertarik mendalaminya. Kami tidak memperkenalkan coding kepada Yudhis, tapi ketika SMP dia malam tertarik belajar coding secara otodidak dan ikut kompetisi coding. Tata juga sempat mengikuti kakaknya tertarik coding dan bikin2 aplikasi, tapi tidak berlanjut lama.

    Pendekatannya bisa 2 kak:

    1. Anak belajar coding dan bikin game sebagai pintu masuk belajar logika

    2. Anak belajar logika & matematika yang nanti bisa jadi pintu masuk belajar coding

    Keduanya bisa dijalani dan dipilih.

    Semoga membantu.

    #6383
    Nia
    Participant

    Terima kasih Mas Aar untun penjelasannya, jadi spirit belajar logika, pemecahan masalah dsb itu yg dipelihara ya, caranya bisa apa saja, dan coding hanya sbg alat. Noted 🤩

    #6382
    Aar
    Keymaster

    Betul kak @nia.purnama

    Itu pendekatan yang kami gunakan.

    Coding itu keterampilan yang sangat spesifik yang kemungkinan besar ilmunya akan terus berkembang cepat seiring waktu.

    Jika anak sudah lebih kuat pondasi logikanya dan kemudian saat remaja mereka ingin belajar coding, prosesnya akan menjadi lebih mudah.

    #6381
    Nia
    Participant

    Terima kasih mas Aar, kini jadi semakin jelas 🙏🏽

Viewing 10 posts - 1 through 10 (of 10 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.
Scroll to Top