Belajar Parenting › Forums › Memulai Homeschooling Usia Dini › Webinar Memulai HS Usia Dini
- This topic is empty.
-
AuthorPosts
-
February 13, 2022 at 8:35 am #4291
Mira Julia
KeymasterApakah Anda punya pertanyaan sesuai materi terkait?
February 13, 2022 at 3:46 pm #6635Rora
MemberHalo kak lala,
Apakah anak usia 3tahun sudah mulai memahami gaya belajar dengan field trip? Sebaiknya di usia berapa kita bisa memulai menerapkan field trip ini? Terima kasih atas jawabannya kak.
Rora (anak 3thn)
February 14, 2022 at 9:48 am #6633Aar
KeymasterKak @Ola
Apa yang ada dalam bayangan kakak tentang kegiatan fieldrip? Kegiatan fieldtrip seperti apa yang direncanakan?
Inti dari fieldrip adalah travelling. Itu yang biasanya dinikmati anak-anak, terutama anak usia dini. Jadi, fokusnya pada pengalaman yang diperoleh anak, bukan terkait dengan materi belajarnya.
Agar bisa dinikmati anak dan orangtua, pilih yang tidak terlalu repot dan mudah dijalani. Secara tema, pilih yang dekat dengan dunia yang dikenal anak.
Proses fieldtrip bisa mengambil bentuk sesederhana jalan2 naik kendaraan umum: kereta atau bus. Sepanjang jalan diobrolkan tentang kendaraan dan proses naik kendaraannya. Di tempat tujuan nanti beli es krim atau makanan kesukaan anak.
Atau, jalan ke supermarket. Banyak hal yang bisa dilakukan di supermarket seperti mengenal nama-nama sayur dan buah, juga benda-benda lain.
Demikian kak, semoga membantu.
February 22, 2022 at 5:02 pm #6604lili lili
MemberHai Mba Lala,
Mba, saya senang sekali ada course ini.
Anak saya usia 15 bulan, saya dan suami bekerja full-time WFH.
Mau sharingnya dong mba, terkait manajemen waktunya dulu gimana.
Dalam sehari ada 24 jam, 8 jam untuk bekerja, 8 jam untuk tidur, seharusnya sisa 8 jam bisa untuk menemani anak belajar, bermain dan bereksplorasi ya sambil masak2 gitu (jobdesk di rumah sy masak aja). Tapi saya masih kesulitan membagi waktu. Mau banget sharingnya, ya mbaa.February 22, 2022 at 5:22 pm #6603Mira Julia
KeymasterHai kak @lili.lili
Salah satu tantangan terbesar kita sebagai praktisi homeschooling memang ada di manajemen waktu.
Mengelola urusan rumah tangga saja sudah repot, apalagi ditambah urusan anak-anak. Apalagi jika ditambah urusan pekerjaan atau bisnis.
Bagaimana mengelola semua hal itu agar bisa selaras dalam jatah waktu 24 jam yang sama-sama kita miliki?
Berdasarkan pengalaman pribadi membesarkan 3 anak homeschooling, masa terberat keluarga kami adalah ketika anakanak masih kecil dan belum mandiri.
Secara perlahan, masa itu mulai berubah ketika anak pertama (Yudhis) dan kedua (Tata) mulai
mandiri dan bisa ikut membantu mengurus rumah.Tetapi pada saat anak-anak masih kecil dan Duta masih bayi, itu adalah masa yang paling berat untuk dijalani. Yudhis dan Tata masih belum mandiri, sementara Duta tergantung sepenuhnya. Apalagi, kami tidak memiliki asisten rumah tangga.
Ada beberapa strategi yang aku pakai dalam urusan manajemen waktu ini:
1. Menggunakan Jadwal
Kami menggunakan beragam media untuk menuliskan jadwal, mulai whiteboard, kertas besar, kertas yang bisa ditulis & dihapus hingga hasil komputer untuk menampilkan keseharian keluarga kami.
Setiap dari kami membuat jadwal bulanan yang dipasang di ruang kerja keluarga.
Aku dan Mas Aar berbagi jadwal di whiteboard besar, Yudhis, Tata & Duta masing-masing membuat jadwal bulanannya di dinding sesuai dengan kesukaan mereka.
Jadwal ini mirip seperti menu. Jadi kami menuliskan target di hari itu tapi waktu menjadi keleluasaan bagi kami untuk mengaturnya.
2. Menyederhanakan Target
Kondisi kehidupan keluarga kami mudah berubah. Bisa di tengah minggu yang tenang tiba-tiba ada kejadian yang membuat kami tak berdaya dan terpaksa mengikuti hal tersebut sehingga jadwal yang sudah kami buat menjadi “berantakan”.
Dalam strategi ini goalnya adalah bisa melewati hari dengan baik dan tidak menjadi stress karena ada suatu hal yang datang merusak jadwal yang sudah direncanakan sebelumnya. Paling jauh memastikan hal-hal minimum terlaksana.
Untuk itu, setiap dari anggota keluarga menyederhanakan jadwal kesehariannya menjadi 3 hal penting yang perlu dilakukan hari itu.
Misal kalau buatku 3 hal penting itu adalah: makan tepat waktu, cek & membalas email, cek kegiatan anak-anak. Buat Yudhis misalnya menjadi: Architecture Academy, blogging & satu pekerjaan rumah.
Begitu pula dengan Tata yang mungkin menyederhanakan menjadi: math, menggambar & blogging.
3. Menggunakan Slot Waktu
Strategi ini sederhana. Tujuannya untuk membagi waktu dalam satu hari agar menjadi lebih efisien. Misalnya:
• Sebelum Sarapan
• Sarapan menjadi bel sekolah
• Setelah sarapan hingga makan siang
• Makan siang dan setelahnya
• Makan Malam dan setelahnya
Detil tentang strategi ini bisa dibaca di ebook Time Management ala Lala di https://member.rumahinspirasi.com/courses/memulai-homeschooling-usia-sekolah/lessons/manajemen-evaluasi-homeschooling/topic/ebook-time-management-ala-lala/
Semoga lebih terbayang ya kak
February 22, 2022 at 5:29 pm #6602lili lili
MemberMba Lala, makasih responnya cepat sekali.
Ebook ini cuma ada di course HS Usia Sekolah ya?
Karena saya gak ambil course tsb jadi saya gak bisa akses. Apakah memungkinkan jika ditambahkan ke course HS Usia Dini?February 22, 2022 at 5:43 pm #6601Mira Julia
KeymasterBetul kak @lili.lili , materinya ada di course HS Usia Sekolah.
Pembahasan tentang keseharian ini adalah pembahasan berlapis yang menjadi pondasi proses homeschooling. Tidak bisa diselipkan dalam satu materi saja.
Bahkan kami ada satu kelas yang khusus tentang Manajemen Keseharian Homeschooling. https://member.rumahinspirasi.com/courses/manajemen-keseharian-homeschooling/
February 22, 2022 at 6:03 pm #6600lili lili
MemberIya barusan cek-cek kelasnya, jadi makin tertarik. Tadi saya sudah menghubungi admin utk upgrade, tapi belum ada respon 😀
February 23, 2022 at 10:24 am #6598Mira Julia
KeymasterHehe iya kak, tim admin kemungkinan besar akan menjawab di jam “kantor” 🙂
Apakah kakak sudah mendapatkan respon dari tim admin pagi ini?
February 23, 2022 at 2:47 pm #6593lili lili
MemberSudah, mba Lala. Thanks! 🙂
July 5, 2022 at 9:39 am #6134Indah Susanti
MemberDear Ka Aar dan ka lala,
Anak saya : Alisha (usia 3th 8 bulan)
Seringny main gadget, mknya mau cari pengetahuan buat saya dan anak ny supaya lebih baik
Tp kebetulan saya bekerja ka, senin – jumat ( brgkt jm 7 sampai rumah jm 18)
Sabtu – minggu di rumah
Mohon masukan y untuk memulai kegiatan belajarnya
Terima kasih
July 5, 2022 at 12:13 pm #6132Aar
KeymasterHalo kak @indah-susanti-3380
Untuk anak usia di bawah 5 tahun sebenarnya idealnya anak menggunakan gawai sesedikit mungkin. Anak sebaiknya berkegiatan fisik dan menggunakan benda2 nyata, bukan menggunakan materi digital.
Mengapa?
Karena anak masih membutuhkan paparan dunia nyata dan ritme keseharian yang bersifat fisik. Paparan yang terlalu banyak pada gawai pada usia dini akan memberikan efek samping:
- Anak menjadi pasif, malas berbicara. Dampak yang sering muncul adalah speech delay dan keterbatasan kosakata
- Anak sangat menempel pada gawai dan tidak tertarik kegiatan fisik/dunia nyata. Anak mudah merasa lelah dan menjadi tidak sabaran.
- Anak mengalami gangguan emosi (menjadi lebih labil) dan mungkin mengalami gangguan tidur.
Yang menantang, gawai ini memang sering menjadi alat yang membuat anak tenang dan diam. Dan itu sering dianggap sebagai pertolongan pengganti kehadiran orangtua, terutama jika orangtua sibuk atau bekerja.
Prioritas Kegiatan
Untuk kesehatan jangka panjang, saya tetap menyarankan untuk diperbanyak kegiatan fisik anak.
Jika kakak bekerja, masukkan anak ke preschool atau TK sehingga bisa main kejar-kejaran bersama temannya dan banyak melakukan kegiatan fisik.
Jika ada orang dewasa yang menjadi pendamping anak di rumah, kakak bisa sediakan materi2 fisik sebagai alat kegiatan seperti: balok, pasir, aneka kertas warna, dll.
Penggunaan Gawai untuk Usia Dini
Untuk penggunaan gawai saran saya 30 menit per hari, maksimal 1 jam per hari. Isi dengan materi yang sudah dipilihkan, misalnya video2 Youtube dalam bahasa Inggris yang kakak anggap bagus. Anak menonton sekaligus belajar bahasa Inggris.
Atau pilihkan video2 DIY, misalnya video bikin origami, menggambar, dll. Aplikasi belajar seperti Reading Eggs biasanya juga tidak bisa dilakukan sendiri oleh anak, tetapi membutuhkan pendampingan.
Saya tidak menyarankan anak Googling sendirian tanpa pendampingan.
Penggunaan gawai boleh lebih longgar saat berkegiatan bersama orangtua di hari Sabtu dan Minggu.
Demikian masukan dari saya kak, semoga bisa diterima.
July 5, 2022 at 4:41 pm #6131Indah Susanti
MemberTerima kasih ka Aar untuk masukan dan penjelasannya.
Alhamdulilah, si kecil tidak mengalami gangguan speech delay dan sangat menyukai kegiatan fisik. Saya juga sudah mulai memberikan buku dan pensil warna. dia juga masih suka main sepeda. hanya saja dia cepat bosan kalau bosan yang dicari HP. Semoga semakin berkurang main HP nya
July 6, 2022 at 9:26 am #6128Aar
KeymasterBagus kak @indah-susanti-3380
Saya bahagia mendengar perkembangan ananda. Jika anak tidak sampai speech delay dan emosinya tidak terganggu, itu berarti kakak bisa mengelola proses penggunaan gawai.
Terus dijaga agar proses-prosesnya banyak kegiatan fisik ya kak..
Gawai dipakai secukupnya saja.
Semoga proses-proses yang kakak lakukan bisa memberikan pondasi yang kuat untuk bertumbuh dalam jangka panjang.
🤩
January 29, 2023 at 12:52 pm #5686Dian Kusuma
Memberluar biasa mbk lala dan mas aar. trmkshh banyak atas ilmunya.tak henti sy sangat merekomendasikan ke teman2 untuk ikut kelas rumah inspirasi…
-
AuthorPosts
- You must be logged in to reply to this topic.