Belajar Parenting › Forums › Strategi Belajar Homeschooling › Praktik GBL: Tynker
- This topic is empty.
-
AuthorPosts
-
January 6, 2022 at 12:18 pm #4342
Mira Julia
KeymasterApakah Anda punya pertanyaan sesuai materi terkait?
February 3, 2022 at 9:49 am #6686Amanda
MemberSelamat pagi mba Lala,bagaimana caranya memotivasi Duta agar tidak menyerah dalam belajar di tynker ini? Karena anak saya sering juga menyerah ketika explore. Ibaratnya ketika sudah menyerah benar-benar tidak mau kembali belajar. Apakah dengan memberi reward dan punishment itu boleh/baik? Misal,jika kamu berhasil menyelesaikan kelas akan ibu beri tambahan waktu screen time atau sebaliknya Jika kamu tidak menyelesaikan kelas maka akan ibu kurangi waktu screen timenya. Terimakasih mba Lala
February 3, 2022 at 10:09 am #6684Aar
KeymasterHalo kak @Manda ..
Proses pendampingan anak memang melibatkan tarik ulur. Sebuah proses tidak selalu berhasil dan kita perlu merefleksikan apa yang membuat ketidakberhasilan itu: kurang motivasi, materinya susah, anak tidak tertarik, dan sebagainya.
Jika kebutuhan motivasi, penyemangat dan reward itu bisa membantu. Reward sendiri memiliki keterbatasan, tapi bisa membantu dan layak dicoba. Punishment juga berdampak, tapi tidak bisa kita gunakan terus menerus. Kita perlu melihat akar masalahnya apakah betul-betul terkait motivasi atau juga terkait kapasitas anak yang memang masih terbatas dan perlu ditingkatkan.
Jika isunya adalah kesulitan yang sifatnya teknis, berarti anak butuh bantuan teknis: mentor/pembimbing teknis yang mengajarinya. Mungkin dia belum memahami penjelasan di Tynker. Jadi, butuh bantuan kita (orangtua) atau orang lain untuk membantunya lebih faham.
Jika isunya tidak tertarik, mungkin dia memang tidak suka coding atau lebih menyukai aspek lain dari game misalnya: menggambar, animasi, storytelling, dll.
Dalam pengalaman kami, Duta sudah mencoba Tynker. Di awal dia bisa, tetapi semakin lama semakin sulit materinya. Dia membutuhkan pendampingan. Karena kami ada kesibukan pekerjaan, kami tidak bisa mendampingi hingga akhirnya dia stuck dan frustasi karena mengalami kesulitan.
Akhirnya Duta berhenti belajar Tynker.
Saat ini (beberapa tahun setelah berhenti belajar Tynker), Duta ingin mencoba lagi belajar coding.
Jadi, proses yang dijalani anak memang berliku dan tidak selalu berjalan linier.
Tetap semangat mendampingi ya kak 🤩
-
AuthorPosts
- You must be logged in to reply to this topic.