Kartu Ide Kegiatan Transaksi Keuangan untuk Anak Usia Dini

Belajar Parenting Forums 10 Keterampilan Dasar Anak Kartu Ide Kegiatan Transaksi Keuangan untuk Anak Usia Dini

  • This topic is empty.
Viewing 3 posts - 1 through 3 (of 3 total)
  • Author
    Posts
  • #4369
    Mira Julia
    Keymaster

    Apakah Anda punya pertanyaan sesuai materi terkait?

    #6338

    Halo mba Lala,

    Sy mau bertanya soal konsep keuangan utk anak, anak sy umur 6th, sy berencana menerapkan konsep reward berupa uang (mainan uang yg mirip asli (rupiah) jd setiap dia melakukan hal2 yg biasanya sulit utk dia lakukan saat sy suruh misalnya merapikan mainan setelah bermain, mandi sendiri, makan sendiri, maka akan sy reward dg uang sejumlah tertentu & akan sy arahkan utk di tabung & dia bs membeli apa sj yg dia mau dgn uang tabungannya. Dengan bgni sy berharap:

    1. kerjaan sy jd lbh ringan (si anak lebih mandiri & sy ga capek hati & mulut tiap hari soal mainan yg berantakan :p)

    2. Si anak jg jd belajar matematika, konsep uang, usaha, menabung.

    Yg masih membuat sy ragu2 utk menerapkan ini adalah sy takut nanti nya si anak terbiasa mengharapkan imbalan di setiap tugas/kewajiban dia.

    Kira2 pendapat mba Lala/mas Aar bagaimana soal ini? Dan versi nya mba Lala/mas Aar di rumah bagaimana?


    Terima kasih ☺️

    #6337
    Aar
    Keymaster

    Halo kak @yulita-khosuma

    Concern Anda benar sekali. Idealnya kegiatan-kegiatan anak sumber motivasinya bersifat internal, dari dalam.

    Membangun motivasi internal

    Proses membangun motivasi internal itu membutuhkan waktu yang panjang, rumit, dan berbeda-beda kondisinya pada setiap anak. Perlu tahapan proses dan sistem yang tepat untuk membangunnya.

    Termasuk yang mempengaruhi tumbuhnya motivasi internal adalah ekspektasi orangtua yang wajar terhadap anak.

    • apakah anak merasa memiliki prosesnya dan tahu bahwa kegiatan itu untuk kepentingannya?
    • siapa yang lebih berkepentingan atas kegiatan itu: anak atau orangtua?
    • jika anak tak melakukan sebuah hal, siapa yang rugi: anak atau orangtua?

    Jika ada kegiatan baik yang menurut kita penting untuk kepentingan anak; pastikan kita melatih dan membangun sistem di mana yang beruntung jika melakukan adalah anak, yang rugi jika tak melakukan adalah anak; bukan kita (orangtua).

    Sebagai contoh, makan sendiri. Itu untuk kepentingan siapa? Mengapa anak harus dipaksa makan sendiri? Mengapa orangtua terpancing emosinya jika anak tidak makan sendiri? Jika anak tak mau makan sendiri, yang rugi siapa?

    Untuk anak terampil makan sendiri, pastikan ada beberapa kondisi yang sesuai:

    • anak lapar
    • tidak ada susu & snack sebelum makan
    • anak makan tidak sambil main/menonton
    • berikan durasi waktu. Selesai atau tidak selesai, ambil piringnya. Alternatif pendekatan lain, biarkan anak menghabiskan makanan sampai berapa lama pun. Selama makanan belum habis, dia tak boleh meninggalkan meja dan melakukan kegiatan lain.
    • jika anak tak mau makan atau tidak habis, tidak ada snack setelahnya. Makanan baru akan ada lagi saat makan setelahnya

    Itu contoh sistem yang bisa dibangun untuk membangun kebiasaan makan sendiri dan membangun

    Memberikan reward

    Memberikan reward efektif untuk mengarahkan anak pada sebuah tindakan tertentu. Penggunaan reward boleh, tapi perlu dijagar agar tetap efektif.

    Reward akan efektif jika:

    • tidak menciptakan ketergantungan
    • paduan antara terpola/rutin & acak
    • dilakukan hanya sesekali atau dalam durasi tertentu (bukan seterusnya). Dalam jangka panjang yang dibangun adalah motivasi internal

    Jadi, kakak bisa memberikan reward, tapi pastikan hanya 1-2 kegiatan tertentu yang dianggap sangat penting.

    Demikian kak, semoga membantu. Jika ada pertanyaan lanjutan, dipersilakan.

Viewing 3 posts - 1 through 3 (of 3 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.
Scroll to Top