Belajar Parenting › Forums › Menyiapkan Pembelajar Mandiri › Podcast Tools Pengembangan
- This topic is empty.
-
AuthorPosts
-
December 25, 2021 at 9:11 am #4461
Aar
KeymasterApakah Anda punya pertanyaan sesuai materi terkait?
July 8, 2023 at 3:59 pm #5435TOYIBATUS SHOLIKHAH
MemberSelamat sore .kak aar ni anak saya laki2 umur 8 yang cewek umur 7 tahun ..bagaimana cara melibat kan anak 2 biar mereka mau membantu pekerjaan atau belajar kemandirian itu ..kadang sudah saya saya ajak tp anak nya ndak mau ..lah itu gimana cara ajak berdiskusi nya supaya anak mau menjalankan tanpa paksaan ato suruhan ..terima kasih sebelum nya
July 10, 2023 at 9:39 pm #5430Aar
KeymasterKak @toyibatus-sholikhah,
Terima kasih pertanyaannya.
Ada beberapa pondasi penting ketika kita ingin mengajak anak melakukan kegiatan tertentu bersama kita:
a. Membangun suasana
Kita tak bisa langsung menyuruh anak melakukan kegiatan tanpa prolog pendahuluan dan cerita. Apalagi jika kegiatan tersebut dianggap beban dan kurang keren. Pasti anak menolak.
Ini hal yang sangat wajar. Kita pun pasti menolak jika diajak melakukan kegiatan yang membebani dan nggak asyik, kan?
Nah, ini PR utama yang perlu dilakukan orangtua dalam keseharian.
Bangun hubungan yang asyik bersama anak. Jangan hanya memberi perintah, nasihat, dan memberi larangan. Perbanyak ngobrol receh dan yang asyik-asyik bersama mereka.
Jika hubungan sudah asyik, kita bisa ngobrol apa saja bersama mereka. Sebab, anak-anak secara alamiah memiliki ketergantungan pada orangtua. Pusat perhatian mereka adalah orangtua dan keluarga.
Jika anak lebih suka main di luar bersama teman daripada di rumah bersama keluarga, ini perlu direfleksikan. Kita perlu membangun ulang suasana di rumah kita agar nyaman dan asyik buat anak.
b. Bermain, bukan memberi tugas
Saat mengajak anak melakukan kegiatan, sudut pandang penting yang perlu dibuat adalah bermain dan bersenang-senang, bukan memberi beban dan tugas.
Termasuk diantaranya sesekali minta tolong anak untuk membantu memasukkan belanjaan ke kulkas, mengambilkan sapu, dan lain-lain. Lakukan sesekali, jangan langsung berulang kali.
Jangan berharap menjadi tugas dan kewajiban. Itu adalah resep kegagalan dan pasti akan dihindari anak.
c. Membantu, bukan membebani
Ketika anak melakukan sesuatu, tempatkan prosesnya sebagai kontribusi dan kebaikan anak membantu kita. Jangan lupa selalu berterima kasih atas hal yang dilakukannya walaupun sederhana.
“Kakak baik sekali membantu. Kakak sudah meringankan beban Bunda.”
Hal-hal semacam ini yang perlu terus diulang untuk menunjukkan pada anak bahwa yang dilakukannya bermanfaat dan membantu orangtuanya.
d. Sediakan alat bantu
Jika kita ingin anak terlibat, upayakan alat kerja yang digunakan sesuai dengan anak sehingga membuat prosesnya menjadi lebih asyik dan menyenangkan buat anak. Jika anak masih kesulitan memakai sapu standar, cari sapu yang kecil. Dst.
Sekali lagi, tantangan kita sebagai orangtua adalah menggeser sudut pandang tentang pekerjaan rumah menjadi kegiatan yang ringan, asyik, dan berharga.
Pendekatan semacam ini biasanya jauh lebih efektif daripada memandangnya sebagai hal yang penting, sebagai kewajiba, dan tugas yang harus diselesaikan anak.
Demikian kak, semoga membantu.. 🙏
-
AuthorPosts
- You must be logged in to reply to this topic.