Game-Based Learning

  • This topic is empty.
Viewing 4 posts - 1 through 4 (of 4 total)
  • Author
    Posts
  • #4485
    Aar
    Keymaster

    Apakah Anda punya pertanyaan sesuai materi terkait?

    #6624
    Tarita
    Member

    Dear Mas Aar dan Mba Lala

    Terima kasih banyak untuk penjelasan game – based learning, sangat mencerahkan. Jujur ini menjadi salah satu ” drama ” di keluarga kami. Berulang kali emosi saya meninggi karena game, dan berulangkali anak tantrum karena saya emosi. Memang pada akhirnya saya harus ikhlas dengan ” game ” ini, tapi tentu saja dengan aturan.

    Anak saya berusia 12 tahun, sangat menyukai game, tapi tidak begitu tertarik dengan game fisik. Saya sudah berusaha mengenalkan dia dengan board games yang menarik – menarik, tapi tetap dia lebih tertarik dengan digital game. Apakah ada tips agar anak bisa sejenak melepaskan diri dari gadget ? Karena saat ini dia belajar Matematika, bahasa Inggris, Science, coding, bahkan menggambar dan craft selalu menggunakan digital. Nyaris semua yang dilakukan berbau digital. Kadang untuk mengalihkan dia, saya minta tolong untuk membantu di dapur atau mengerjakan pekerjaan rumah lainnya. Mohon pencerahannya …..

    Terima kasih

    #6623
    Aar
    Keymaster

    Halo kak @Ita

    Jika anak sudah terlanjur menyukai game dan menjadi tidak terkelola, ini memang menjadi proses menantang bagi anak dan orangtua.

    Butuh proses yang lebih struktural menyangkut kebijakan terkait gawai dan game.

    Yang utama, lakukan diskusi bersama anak. Jelaskan ekspektasi Anda:

    “Mama tidak melarang kamu main HP, tapi kita perlu mengelola prosesnya supaya kamu tidak kecanduan main game dan bisa membuat hidupmu jadi kacau. Kamu mengerti?”

    “HP itu alat bantu. Kita tidak boleh tergantung hidup kita padanya. Jadi, kita perlu berlatih untuk hidup tanpa HP dan merasa biasa-biasa saja karena kita punya kehidupan lain yang juga kita lakukan.”

    “Ukuran yang dianggap baik adalah kamu punya banyak kegiatan dan ketertarikan lain di luar HP. Kamu tidak selalu memegang HP. Jika tidak memegang HP emosinya tetap stabil. Kamu bisa diminta tolong untuk membantu saat dibutuhkan.”

    “Supaya kita sama-sama enak, kita perlu bikin aturan main terkait HP. Kita akan melakukannya secara bertahap.

    Buatlah aturan main terkait HP yang Anda sepakati bersama. Jangan terlalu drastis dari kebiasaan.

    • – Kapan boleh pegang HP dan kapan tidak boleh. Atur waktunya.
    • HP digunakan untuk proses produktif yaitu belajar. Jam main game diatur tersendiri
    • Saat pegang HP untuk belajar duduknya di tempat terbuka (bukan di kamar)
    • Saat jam produktif tidak nonton Youtube dan tidak main game. Main game dilakukan xxx (buatlah kesepakatan bersama. Variasinya bisa macam2: setelah target selesai, hanya xx jam, weekend, dsb).
    • Jika tidak belajar, HP diletakkan di meja
    • Setelah jam 9 malam, HP diletakkan di meja

    Ini aturan dasar kita. Jika kamu main game di luar waktu, maka jatah main game weekend dikurangi. Dalam kondisi terpaksa, HP juga bisa dicabut dan anak sama sekali tak memakai.

    Proses semacam ini terkadang diperlukan. Anak jadi tidak belajar? Nggak apa2. Yang penting kesehatan mentalnya yang utama. Belajar bisa dilakukan di waktu lain dan bisa dikejar.

    Aturan main ini hanya contoh.

    Intinya diperjelas dan disepakati bersama anak.

    Yang terpenting adalah ditegakkan tanpa drama. Percuma marah2 kalau tidak ada aturan dasar yang disepakati dan aturan tidak ditegakkan.

    Demikian kak, semoga membantu.

    #6620
    Tarita
    Member

    Tegas tapi tetap menjelaskan alasannya. Akan saya coba yang disampaikan Mas Aar. Sepertinya memang saya harus memindahkan komputer dan peralatan digital lainnya ke ruang tengah yang lebih terbuka ( tidak terpikirkan sebelumnya ).

    Terima kasih Mas Aar.

Viewing 4 posts - 1 through 4 (of 4 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.
Scroll to Top