Belajar Parenting › Forums › Memulai Homeschooling Usia Sekolah › Podcast Beradaptasi dengan Kondisi Homeschooling
- This topic is empty.
-
AuthorPosts
-
December 22, 2021 at 9:48 pm #4571
Aar
KeymasterApakah Anda punya pertanyaan sesuai materi terkait?
July 25, 2022 at 9:22 am #6079Meri Azmi
MemberHalo mbak lala dan mas aar.
Kami sudah setahun menjalankan HS dgn usia anak 8 tahun. Kelas 1 pernah di sekolah formal, dan waktu naik kelas 2 kami memutuskan untuk HS. Selama setahun ini kami menggunakan metode charlotte mason dalam pembelajaran dan saya adalah ibu bekerja, dengan kondisi juga LDM dari suami.
Selama setahun ini saya liat anak saya kurang enjoy dalam menjalani kegiatan akademisnya, padahal paling lama hanya 2 jam sehari yaitu di pagi hari 08.00 – 10.00. Kadang anak saya mau belajar, kadang nggak, Kadang hingga berurai air mata dalam belajar sehingga proses belajarnya saya hentikan sementara.
Kami juga sudah melakukan evaluasi. Di tahun kedua ini saya coba sajikan materi dari buku-buku yg menarik buat dia, tapi hanya bertahan seminggu dan kemudian mulai lagi anak saya terlihat bosan. Saya sudah menanyakan pada anak kenapa dia seperti ini, jawabannya anak saya tidak suka bernarasi dan tidak suka beberapa buku yang dipilihkan.
Terus terang saya kadang hampir menyerah dengan HS ini. Tapi melihat lagi tujuan dari HS ini saya kembali bersemangat untuk berjuang.
Apa yang bisa saya lakukan ya mbak lala, mas aar, saya bingung harus bersikap bagaimana dalam hal ini. Karena juga keterbatasan saya sebagai ibu bekerja diluar rumah, kadang saya tidak mampu untuk berpikir kreatif dalam membuat suasana pembelajaran yang menyenangkan. Terima kasih sebelumnya mas aar, mbak lala.July 25, 2022 at 8:40 pm #6078Aar
KeymasterHalo kak @meri-azmi
Ada 2 isu terkait proses HS yang dijalani oleh kakak.
1. Pendampingan orangtua
2. Metode HS yang dipilih
Pendampingan orangtua
Dalam pengetahuan dan pengalaman saya, prasyarat terpenting dalam proses HS adalah pendampingan orangtua.
Mengapa? Karena HS hanya salah satu alat. Selain HS ada sekolah yang juga bagus untuk meraih tujuan pendidikan. Buktinya, kita semua (saya dan Anda) adalah produk sekolah. Demikian pula sebagian besar profesional dan orang dewasa yang ada di sekitar kita.
Nah, jika anak bersekolah, kita berarti mendelegasikan proses pendidikan pada guru dan sistem sekolah. Kita menitipkan dan mempercayakan hal-hal yang pokok dalam pendidikan anak pada sistem sekolah. Sementara itu, kita menambahkan aspek pengasuhan dalam interaksi kita bersama anak-anak.
Sementara itu, saat HS berarti kita memilih bertanggung jawab sendiri atas pendidikan anak-anak. Kita membuat rancangan sekaligus menjalankan pendidikan untuk anak-anak kita.
Jadi, kehadiran kita adalah kebutuhan yang pasti dalam proses HS. Apalagi untuk anak usia dini dan anak SD yang masih membutuhkan bimbingan secara langsung dalam bentuk pendampingan. Jika orangtua bekerja dan tidak setiap saat bersama anak, orangtua perlu betul2 menyiapkan sistem jika memang mau HS; terutama menentukan:
- siapa yang akan mendampingi anak saat belajar dan orangtua sedang bekerja?
- bagaimana mekanisme untuk membantu anak melakukan troubleshooting masalah terkait masalah belajar yang dialaminya?
- apa saja yang dilakukan orangtua saat bersama anak (pagi & malam) dalam konteks HS?
Jadi, 3 hal tersebut yang perlu kakak pikirkan sebagai pilar penting dalam pelaksanaan HS kakak.
Metode HS yang dipilih
Saat mengambil sebuah metode, perlu dipertimbangkan juga prasyarat apa yang dibutuhkan agar sebuah metode bisa dijalankan. Yang dipertimbangkan bukan hanya apakah sebuah metode bagus atau keren, tetapi apakah juga apakah kita bisa menjalankannya.
Mengapa? Karena sebuah metode juga terkait dengan kecocokan..
Contohnya begini.
Salah satu proses yang kami lakukan sebagai keluarga HS adalah belajar tentang model dan metode HS.
Keluarga kami dulu juga tertarik metode CM. Saya membaca buku “Cinta yang Berpikir” dan mempelajari aneka sumber lain.
Kami suka gagasan CM dan banyak terinspirasi dengan CM. Setelah mencoba, kami memutuskan tidak cocok dan merasa tidak sanggup menjalani HS menggunakan metode CM.
Mengapa?
- Secara budaya, keluarga kami termasuk tipe yang santai dan relatif tidak terstruktur. Kami mengalami kesulitan dan merasa lebih cocok dengan unschooling.
- Saya suka baca buku-buku serius, Lala belajar dengan mendengarkan podcast & video. Kami sama-sama penikmat buku jenis apapun, termasuk komik. Jadi, kami merasa tidak cocok dengan tradisi CM yang cukup rigid dalam pemilihan jenis buku. Buat kami, yang penting anak suka membaca. Lebih baik anak membaca komik dengan sukacita daripada dipaksa membaca living books dengan berlinang air mata. Ini sudut pandang keluarga kami.
- Anak-anak suka seni dan olahraga, serta tidak terlalu tertarik materi belajar akademis. Bahkan, anak ketiga kami sangat fokus pada catur dan tidak tertarik lainnya. Anak tidak tertarik melakukan narasi dan kami juga tidak memaksa mereka melakukan narasi.
Jadi, walaupun kami suka CM, kami memutuskan bahwa CM tidak cocok untuk keluarga kami.
Walaupun kami tidak cocok dan tidak bisa menjalani model CM, bukan berarti kami berhenti HS. Kami tetap HS dan menjalaninya dengan metode lain.
Nah, dalam konteks masalah yang kakak hadapi terkait aplikasi CM dalam keseharian HS Anda, ada 2 solusi yang mungkin bisa diambil:
1. Jika kakak merasa suka dengan CM dan merasa bahwa CM itu bisa dijalankan di keluarga kakak, kakak perlu berkonsultasi secara langsung dengan praktisi dan teman2 yang menguasai metode CM. Kami tidak menggunakan CM sehingga tidak bisa memberikan masukan teknis terkait implementasi CM.
2. Jika kakak membuka diri dengan metode lain selain CM, saran saya adalah fokus pada tujuan yang ingin Anda raih dengan HS dan menjadikan anak sebagai subjek pendidikan. Artinya, jika anak tidak cocok dengan sebuah metode tertentu, maka gantilah metodenya; bukan mengubah anak agar cocok dengan metode tertentu.
Sekali lagi, kenali tujuan belajar yang ingin Anda raih, kemudian cari alat yang sesuai untuk meraih tujuan. Untuk belajar akademis, Anda bisa menggunakan experience learning seperti belajar tematik atau project-based learning. Atau Anda menggunakan pendekatan yang praktis, mengundang tutor belajar.
Demikian masukan dari saya, kak. Semoga berkenan.
July 26, 2022 at 10:32 am #6077Meri Azmi
MemberAlhamdulilah terima kasih mas Aar atas tanggapannya, sangat mencerahkan saya.
Saya akan refleksikan lebih dalam lagi soal pelaksanaan HS selama setahun ini. Kembali ke tujuan dan metode yang cocok buat kami sekeluarga. Sekarang kembali ke sekolah bukan pilihan juga bagi kami. Sekali lagi terima kasih, saya akan dengar dulu podcast, video dan materi berikutnya.
July 26, 2022 at 10:43 am #6076Aar
KeymasterSama-sama, kak @meri-azmi
Selamat berproses untuk mendapatkan model pendidikan yang terbaik untuk anak-anak ya kak..
Jika ada pertanyaan terkait homeschooling dan materi terkait, jangan segan untuk menyampaikannya.
Saya akan berusaha sebaik-baiknya menjawab pertanyaan Anda. 🙏
-
AuthorPosts
- You must be logged in to reply to this topic.