Podcast Pengembangan Minat dan Bakat

Belajar Parenting Forums Memulai Homeschooling Usia Sekolah Podcast Pengembangan Minat dan Bakat

  • This topic is empty.
Viewing 6 posts - 1 through 6 (of 6 total)
  • Author
    Posts
  • #4573
    Aar
    Keymaster

    Apakah Anda punya pertanyaan sesuai materi terkait?

    #5560

    Bagi kak Aar dan kak Lala, maar mau tanya, menurut pengamatan saya Anak saya punya bakat di baking cooking, sejak usia 3 th sudah suka uprek di dapur sampai sekarang usia 9 th dan berulang kali coba resep berhasil, dan masak asal-asalan saja bisa dinikmati. Tetapi setiap mau diajak naik kelas tidak mau, hanya seemau dia sendiri saja. Tiap ingin saya ikutkan kelas terpaksa dan tidak begitu berminat. Begitu juga menggambarnya (minat kedua yang dia sukai), dia selalu tidak tertarik jika ingin dinaikkan levelnya. maunya masih suka-suka dia saja. Bagaimana kak kalau superti ini? terimakasih.

    #5559

    maaf kak mau nulis Pagi kok jadi Bagi, dan maaf jadi maarπŸ™πŸ™

    #5557
    Aar
    Keymaster

    Halo kak @febi-hidriyanti

    Sebagai orangtua, tentu kita ingin memberikan yang terbaik. Sebagai orangtua, kita ingin membantu mereka agar bisa bertumbuh optimal sesuai dengan kapasitas yang mereka miliki. Diantaranya adalah membantu anak untuk naik kelas setahap demi setahap pada bidang yang menurut kita menjadi kekuatannya.

    Di sini terjadi tarik-menarik dan dialektika antara anak dan orangtua.

    • Jika kita tidak mendorong, maka peluang pertumbuhan anak bisa terlewat. Anak tidak akan berkembang dengan optimal. Itu menurut kita.
    • Tapi jika kita terlalu mendorong, hal tersebut akan menciptakan resistensi pada anak. Anak merasa kita terlalu memaksakan hal-hal tertentu terkait hidupnya.

    Di sini memang titik kerumitannya. Kita perlu mencari titik temu antara harapan kita meningkatkan kapasitas anak dan kenyamanan anak mengelola kegiatannya.

    Ada beberapa hal yang perlu menjadi pondasi dalam proses ini:

    1. Kepemilikan

    Kegiatan adalah milik anak. Pilihan jenis kegiatan adalah milik anak. Peran kita sebagai orangtua adalah membantu anak untuk berkembang secara optimal.

    Jika ada keberhasilan, siapa yang diuntungkan? Anak.

    Jika ada hal yang tidak optimal, siapa yang paling merugi? Anak itu sendiri.

    Kita sebagai orangtua ikut berbahagia.

    Jadi, posisi kita sebagai orangtua adalah menjadi pendamping dan membantu anak, bukan penentu. Anaklah yang paling berhak menentukan pilihan-pilihan dalam hidupnya.

    Walaupun kita sangat ingin membantu anak dan merasa ada hal-hal yang sebaiknya dilakukan anak, pada akhirnya kita perlu kembali pada prinsip ini: ini adalah hidup anak.

    2. Membangun dialog

    Yang bisa kita lakukan sebagai orangtua adalah membangun ruang dialog yang nyaman bersama anak.

    Dialog itu dua-arah, bukan satu arah dari kita ke anak. Dialog itu berarti ada percakapan dan kedua pihak saling mendengarkan.

    Agar anak mau mendengarkan, maka kita perlu memastikan bahwa yang kita lakukan adalah untuk kepentingan anak (bukan kepentingan kita sendiri). Energi yang terpancar dari diri kita cukup santai sehingga anak tidak merasa terintimidasi.

    Pada saat bersamaan, kita perlu bertanya kepada anak dan mau mendengarkan dengan tulus untuk menggali alasan penolakan anak.

    3. Memberikan penawaran

    Paling jauh yang bisa kita lakukan adalah menawarkan dan menjelaskan mengapa tawaran itu baik untuknya.

    Ini proses yang menantang. Apalagi jika anak sudah semakin besar dan semakin membutuhkan otonomi. Seringkali, penolakannya bukan karena dia tidak tahu bahwa itu hal yang penting, tetapi dia tidak suka dipaksa atau dia merasa punya cara berbeda. Semakin besar anak, semakin besar kebutuhannya untuk tidak hidup di bawah bayang-bayang orangtuanya.

    Itulah kondisinya.

    Jika sebuah kegiatan memang disukai dan menjadi kekuatannya, dia pasti tak akan jauh dari kegiatan tersebut. Bahkan ketika dia beralih kegiatan, suatu saat nanti pasti akan kembali lagi ke bidang yang disukai dan menjadi kekuatannya. Jika dia tidak kembali, itu berarti anak tak merasa bahwa kegiatan tersebut adalah kekuatannya atau dia merasa biasa-biasa saja dengan kegiatan tersebut.

    4. Ruang bertumbuh

    Proses pertumbuhan anak berjalan baik terkadang jalannya tidak lurus. Ada anak yang jalannya muter-muter dan melingkar dulu dan itu bukan hal yang asing dalam pertumbuhan anak. Jika anak dipaksa, yang terjadi justru akan berhenti dan tidak berkembang.

    Kami mengalami kondisi itu bersama anak kami ke-2, Tata. Proses Tata terkait kesenangannya menggambar tidak linier. Tata tidak suka dan tidak mau dipaksa.

    • Yang bisa kami lakukan adalah memberikan ruang baginya untuk mengambil keputusan. Keputusan pilihan kegiatan dilakukan sepenuhnya oleh Tata dan kami menghormati apapun pilihannya (walaupun tak seperti yang kami inginkan)
    • Yang bisa kami lakukan adalah berbagi informasi dan menawarkan kegiatan yang menurut kami bagus untuknya. Kami menjelaskan mengapa kegiatan itu menurut kami bagus untuk kepentingannya. Tapi kami tidak memaksakan dia harus mengikuti saran kami.
    • Dengan pendekatan seperti ini, Tata terus berkembang di dunia yang menjadi pilihannya (walaupun tak selalu sesuai dengan bayangan kami). Walaupun Tata menolak tawaran kami untuk les gambar atau mengikuti kegiatan tertentu, tapi Tata tetap menggambar dan bertumbuh dengan caranya sendiri. Kuncinya adalah kami tidak intervensi dan memberikan ruang yang luas dan nyaman untuknya.

    Demikian kak, dinamika prosesnya memang tidak sederhana.

    Sekali lagi, pondasinya adalah membangun dialog dan interaksi bersama anak. Kita tidak bisa memaksa karena paksaan tak akan berbuah baik dalam jangka panjang.

    Dari proses dialog dan interaksi dari hati ke hati, kita bisa mencari jalan buat mereka untuk bertumbuh dengan cara lebih baik.

    πŸ™

    #5549

    Terimakasih mas Aar atas jawabannya dan sarannya, akan belajar berdialog lagi dengan anak daΕ„ saran-saran lainnya dari mas Aar. Kelihatannya memang komunikasi dengan anak ini yang harus terus diperbaiki, hehe. Sekali lagi terimakasih.

    #5547
    Aar
    Keymaster

    Sama-sama kak Febi,

    Selamat berproses bersama anak-anak.

    Ditunggu sharing dan cerita-ceritanya yang lain. Jika ada pertanyaan selama proses, feel free untuk menyampaikan pertanyaan lagi di forum.

    πŸ™

Viewing 6 posts - 1 through 6 (of 6 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.
Scroll to Top