Podcast Tips Persiapan HS Usia Dini

Belajar Parenting Forums Memulai Homeschooling Usia Dini Podcast Tips Persiapan HS Usia Dini

  • This topic is empty.
Viewing 5 posts - 1 through 5 (of 5 total)
  • Author
    Posts
  • #4608
    Aar
    Keymaster

    Apakah Anda punya pertanyaan sesuai materi terkait?

    #4923
    Wiji
    Member

    Hallo mba Lala dan mas Aar

    Terimakasih banyak untuk materi materi yg sudah diberikan

    Yang ingin saya tanyakan, sebetulnya mulai sejak kapan anak mampu makan secara mandiri (tidak disupi)?

    Saya punya 2 anak, Kaka (laki laki, usia 6th) dan adik (perempuan, 4,5th). Kaka sudah kami ajarkan makan sendiri sejak usia 5th dan adik sejak usia 3,5th (karena ikut ikutan kakanya). Tapi permasalahannya, sampai sekarang mereka makan dengan durasi yg sangat lambat. Porsi sudah kami kurangi, memberikan makanan yg mereka sukai (sehat), makan tidak sambil menonton tv pun masih membutuhkan waktu yg sangat lama sampai 3 jam. Saya pun sering mengingatkan untuk menyuap dan mengunyah makanannya (dioprak oprak) tp tetap saja mereka seperti malas untuk makan. Berbeda jika itu camilan, mereka akan ambil terus dan cepat mengunyahnya.

    Saat saya ga sabar, kadang saya suapi, mereka jadi cepat makannya.

    Tidak jarang juga saya jadi marah marah ketika mereka makannya lambat, padahal sudah diingatkan.

    Obat penambah nafsu makan udah banyak yg di coba tp tetap saja saat makan mereka malas malasan.

    Apakah kondisi tersebut wajar?

    Dan jika mereka kembali disuapi apa akan membuat mereka semakin malas dan abai dengan peraturan yg dibuat orangtuanya?

    Terimakasih sebelumnya

    #4921
    Aar
    Keymaster

    Halo kak @wiji-diah,

    Terima kasih sharing dan pertanyaannya.

    Terkait kemampuan anak untuk makan sendiri, ada beberapa kondisi yang saling terkait dan perlu menjadi perhatian. Saya tidak tahu kondisi yang ada di keluarga Anda. Beberapa catatan ini semoga bisa membantu mencari solusi.

    1. Usia Mulai Makan Mandiri

    Anak-anak biasanya mulai belajar makan sendiri antara usia 18 bulan hingga 3 tahun. Keterampilan ini berkembang secara bertahap, dimulai dari menggunakan tangan, lalu beralih ke sendok dan garpu saat mereka bertambah tua.

    Anak-anak perlu diajari makan sendiri dan tidak disuapi supaya skills motorik halus (tangan & jari) mereka terasah dan mereka tidak merasa malas (keenakan) hanya buka mulut untuk makan.

    Pada usia anak-anak kakak (6 & 4.5 tahun), mereka sudah berada dalam rentang usia normal untuk bisa makan sendiri.

    Tapi skills makan mandiri ini tidak hanya dipengaruhi oleh usia, tetapi juga oleh stimulasi yang diperoleh anak sebelumnya.

    2. Durasi Makan

    Anak-anak makan dengan kecepatan yang berbeda-beda. Jika mereka membutuhkan waktu hingga 3 jam, ini bisa dianggap terlalu lama.

    Yg menjadi pertanyaan untuk diamati dan direfleksikan, mengapa proses makan mereka sangat lama?

    a. Apakah mereka kenyang dan tidak suka makanannya? Jika iya, apa penyebabnya? Biasanya masalah semacam ini terjadi karena anak minum susu atau snack sebelum waktu makan sehingga tidak merasa lapar. Solusinya adalah tidak ada snack dan susu sehingga anak lapar (dan membutuhkan makan secara alamiah).

    b. Bagaimana cara anak makan? Apakah anak duduk di meja atau sambil main? Jika sambil main atau menonton, itu menjadi distraksi. Solusinya adalah makan dengan duduk di kursi meja makan, tanpa distraksi apapun. Jika tidak selesai, tidak ada kegiatan lain.

    c. Apakah kakak punya aturan berapa durasi makan anak yang diharapkan? Jika durasi terlewati, apa yang kakak lakukan?

    Jika kakak marah2 dan kemudian menyuapi anak, itu akan memberikan sinyal yang buruk pada anak bahwa pada akhirnya Bundanya menyerah. Yang berkepentingan untuk makan adalah Bunda, bukan anak. Jadi, anak akan suka2.

    Untuk menegakkan aturan, memang dibutuhkan ketegaan. Berikan durasi waktu: “Kakak duduk di sini untuk makan. Waktu makan sampai jarum panjang di angka 3. Kalau belum selesai, makanan akan diambil. Tidak ada snack, tidak ada susu. Makanan baru akan ada lagi nanti malam.”


    Jadi, yang dibutuhkan adalah:

    1. Buat anak lapar waktu jam makan. Berikan makanan kesukaan mereka dan porsi kecil yang sesuai sebagai proses awal.

    2. Buat aturan main yang dimengerti dan ditegakkan, bukan diingatkan. Buatlah jadwal makan yang konsisten.

    3. Jangan suapi anak, tapi latih anak untuk belajar menggunakan tangannya untuk makan. Jika tangan anak lemah, latih dengan memperbanyak stimulasi motorik halus: memegang benda, melempar benda, menggunting, meremas, meronce, mencoret2, dll.


    Sekali lagi, yang dibutuhkan adalah sistem untuk berlatih dan pembimbingan (tanpa marah dan tanpa disuapi).


    Demikian kak, semoga membantu. 🙏

    #4870

    Halo Mas Aar & Mba Lala,

    Saya punya anak usia hampir 1 tahun. Berkeinginan menjalankan HS Usia Dini tapi ada keraguan mengenai pekerjaan rumah tangga, saat ini tinggal dirumah sendiri bersama suami tapi masih sering dibantu dikunjungi orang tua (ibu) saya kira2 setengah harian dalam mengerjakan tugas keseharian seperti menyapu, mengepel, memasak, mencuci piring dan baju, memandikan anak, mengajak main anak. Apakah lebih baik saya melakukan semuanya itu sendiri sekalian membersamai anak (menolak bantuan orang tua)? Tapi disisi lain saya seringkali merasa kelelahan dan keteteran kalau harus melakukan semuanya sendiri (suami bekerja, pulang malam atau dinas luar kota). Tapi disisi lain anak saya jadi terlalu dekat dengan neneknya dan membuat saya agak terganggu karena kurang membersamai anak dan kurang bebas menerapkan hal-hal yang ingin saya lakukan dengan anak. Bagaimana menyikapi hal ini? Terima kasih

    #4867
    Aar
    Keymaster

    Kak @charista-chrisanty

    Terima kasih sharing dan pertanyaannya.

    Ada beberapa masukan yang bisa kami berikan terkait kondisi yang kakak hadapi.

    1. Mengelola keseharian keluarga
    Cerita Anda tentang kekusutan dan beban terkait mengelola keseharian tanpa ART sangat dimengerti. Kondisi seperti yang kakak alami dialami oleh banyak Ibu dan orangtua HS lainnya, di mana banyak sekali pekerjaan rumah tangga, suami sibuk bekerja, dan ada anak yang juga perlu ditemani dalam proses HS.

    Kondisi ini bisa menjadi lebih berat lagi jika ternyata anak ada 3 dan semuanya belum mandiri.

    Di sinilah tantangan dalam proses HS terkait manajemen keseharian dan menata prioritas.

    Kenali beban2 yang berat dan carilah strategi pengelolaan yang memungkinkan dilakukan. Bebera roses penting yang bisa dilakukan antara lain:

    • Mengatur prioritas keseharian agar lebih terkelola dan energi masih ada
    • Menurunkan standar-standar terkait rumah. Misalnya, menurunkan standar kerapihan rumah (menyapu, mengepel, dan merapikan rumah).
    • Mencari strategi & kompromi terkait makanan. Misalnya: menyederhanan jenis makanan, melakukan meal prep (membuat makanan pre-cook untuk beberapa hari), dll.
    • Mencari strategi & kompromi terkait pakaian. Misalnya: tidak menyeterika pakaian. Hanya pakaian penting yg diseterika.

    2. Mengelola ekspektasi terkati HS
    Homeschooling, apalagi HS Usia Dini tidak berarti orangtua harus mendampingin anak terus-menerus. Strategi dasarnya adalah selalu mengobrol bersama anak sambil melakukan pekerjaan rumah, menyediakan alat2 kegiatan (misalnya balok) untuk kegiatan anak mandiri, dan sesekali melakukan kegiatan bersama.

    Goal untuk anak usia 1 tahun masih sangat sederhana:

    • membangun hubungan yang dekat bersama anak
    • memberikan rasa aman & aman pada anak
    • Stimulasi terkait tumbuh kembang anak (lihat Checklist Tumbuh Kembang Anak)

    3. Menjaga Energi

    Salah satu sumber energi adalah rasa syukur. Keberadaan Ibu yang membantu menemani anak di rumah adalah bantuan yang patut disyukuri. Letakkan syukur Anda melebihi kekhawatiran Anda.

    Tidak banyak keluarga yang masih mendapat bantuan Ibu untuk menjaga anak-anak. Sebagian besar harus menyelesaikan sendiri urusan rumah sambil terus menjalani HS.

    4. Sediakan alat bantu

    Libatkan Ibu untuk mendidik anak sesuai bayangan Anda. Berikan alat2 belajar dan petunjuk pada Ibu sehingga kegiatan yang dilakukannya selaras dengan harapan Anda. Misalnya: balok, kertas, bola, dll.

    Lihat ide kegiatan Stimulasi Sensori untuk anak usia 1 tahun sebagai ide kegiatan yang bisa didiskusikan bersama Ibu.

    Demikian catatan dari kami, kak.

    Sebagai tambahan, kita tak pernah berada dalam kondisi ideal seperti yang kita inginkan. Selalu ada hal-hal yang tak sesuai harapan kita.

    Jadi, kita perlu mencari titik-titik optimal, tidak sempurna, yang masih bisa kita dapatkan dalam keseharian kita sambil terus menjaga rasa syukur kita sehingga kita menjalani keseharian dengan bahagia.

    Kebahagiaan kita sangat penting untuk menjaga kualitas hubungan kita bersama anak-anak kita.

    Semoga membantu ya kak..

    🙏

Viewing 5 posts - 1 through 5 (of 5 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.
Scroll to Top