Belajar Parenting › Forums › Menyiapkan Pembelajar Mandiri › Podcast Keterampilan Mengelola Emosi
- This topic is empty.
-
AuthorPosts
-
December 25, 2019 at 11:42 am #4621
Aar
KeymasterApakah Anda punya pertanyaan sesuai materi terkait?
September 6, 2021 at 4:08 am #6799Anonymous
GuestMas, dalam podcast dikatakan bahwa kita tidak boleh MENGGANTI istilah penamaan EMOSI yang anak utarakan. Misalkan saat anak mengatakan saya sedih maka kita kemudian harus ULANGI perkataanya โoh kamu sedih, yaโ.
Nah masalahnnya kalau anak mengungkapkan perasaannya secara keliru, gimana, apakah kita harus mengkoreksi atau tetap TIDAK menggantinya? terimakasih.September 6, 2021 at 3:47 pm #6797Aar
KeymasterHalo kak Yulianti,
Terima kasih untuk pertanyaannya.
Semoga saya tidak salah memahami pertanyaan kakak.
Mungkin kalau dituliskan contoh peristiwa yang terjadi di lapangan, saya bisa lebih kebayang pertanyaan kakak.
Kunci awal dalam strategi validasi emosi adalah menerima dan mengakui yang dirasakan anak. Itu yang paling penting. Jadi, teguhkan dulu penerimaan akan rasa/emosinya dulu hingga anak tenang.
Kalau sudah tenang dan mulai bisa mengobrol/berlogika, baru dibicarakan dengan santai tentang istilah-istilah dalam emosi dan contoh2 yang mudah difahami anak.
Demikian kak, semoga membantu.
September 3, 2022 at 7:43 pm #5968Zulvi Andriyani
MemberKalo anak marah/kesal langsung melempar benda disekitarnya dan cenderunh merusak, apa yang harus kita lakukan?. Selama ini saya masih refleks memarahi balik anak ๐ข
September 6, 2022 at 9:00 am #5967Aar
KeymasterHalo kak @zulvi.andriyani
Ada beberapa aspek terkait anak marah dan melempar barang/merusak sebagaimana yang Anda sampaikan.
- Memahami Emosi
- Mengelola Ekspresi Emosi
Memahami Emosi
Hal pertama yang perlu disadari adalah anak memiliki emosi dan itu adalah hal yang wajar dan baik. Emosi bersifat netral, bukan baik atau buruk. Baik atau buruknya emosi tergantung pada pengelolaan terhadap emosi itu.
Jadi, hal pertama yang perlu disadari orangtua adalah menerima emosi anak sebagai hal yang wajar dan mencoba memahami penyebabnya.
Teknik yang digunakan biasanya adalah validasi emosi:
- Menerima emosi (memeluk anak, memberikan comfort, atau membiarkan anak tenang)
- Mengalihkan anak ke tempat yang aman atau memastikan tak ada barang yang bisa dirusak di sekitarnya
- Bertanya kepada anak jika emosinya sudah mulai turun: “Kakak marah? Kakak sedih? Apa yang kakak rasakan?”
- Validasi/terimalah emosinya dan teguhkan dengan mengulang jenis emosi yang disebutkan anak. “Oh.. Mama mengerti kenapa kamu marah. Marah itu boleh, kok.” (Sesuaikan kata “marah” dengan yang disebut anak, misalnya: kesel, sedih, benci, dll).
- Biarkan anak tenang di tempat yang aman
Mengelola Ekspresi Emosi
Aspek kedua adalah memahami dan mengajarkan anak mengekspresikan emosi dengan sehat. Ada 2 metode umum yaitu modelling (keteladanan orang sekitar saat marah) dan pesan yang diteguhkan (nasihat).
- Pastikan nasihat diberikan pada saat emosi sudah mereda (karena jika diberikan saat anak masih emosi, tidak akan masuk).
- Pastikan anak berada dalam lingkungan yang aman (pindahkan anak ke kamar atau jauhkan benda2 dari anak)
- Setelah anak tenang, ajarkan cara mengelola emosi yang baik:
“Kakak boleh marah, tapi tidak melempar barang. Nanti kalau dilempar barangnya jadi rusak dan tidak bisa dipakai.”
“Kalau kakak marah, kakak boleh menangis dan berteriak.”
“Kalau kakak marah, kakak boleh mengadu ke Bunda dan cerita apa yang bikin marah.”
“Kalau kakak marah,, kakak perlu pergi menjauh dan cuci muka.”
“Kalau kakak mau marah, kakak tarik nafas panjang 3 kali.”
Itu contoh tips terkait mengekspresikan emosi yang bisa disampaikan pada anak dan dicontohkan oleh orangtua.
- Jelaskan dengan bahasa sederhana prosedur cara mengekspresikan kemarahan. Pastikan anak mengerti. Jika kondisi berulang, tanyakan pada anak apa yang perlu dilakukannya: “OK, kalau marah kakak seharusnya bagaimana?”
- Proses ini tidak instan, tapi dalam jangka panjang akan membantu anak semakin terampil mengelola emosinya.
- Jangan lupa, orangtua tidak terpancing untuk emosi dan marah-marah juga pada anak, hehehe
Demikian kak, semoga membantu.
February 6, 2023 at 4:22 pm #5669Nongki Sakinah
MemberSubhanallah emaknya juga ini masih PR banget mengelola emosi terutama emosi kesel dan marah ๐ dan kerasa memang difotokopi sama anak ๐ข, masih ada harapan kan ya untuk anak yang terlanjur melihat contoh yang salah dari ortunya dalam regulasi emosi, jadi serasa melihat saya versi mini huhuhu
February 7, 2023 at 11:43 am #5664Aar
KeymasterBetul kak @nongki-sakinah,
Proses utama belajar untuk anak-anak usia dini adalah mengamati dan meniru yang ada ada di sekitar.
Memang penting sekali bagi kita untuk menyadari hal ini karena pendidikan itu bukan menceramahi anak-anak, tapi memberikan contoh tentang cara bersikap dan cara hidup baik yang dijalani dalam keseharian.
๐
-
AuthorPosts
- You must be logged in to reply to this topic.