Podcast Tips Project-based Learning

Belajar Parenting Forums Strategi Belajar Homeschooling Podcast Tips Project-based Learning

  • This topic is empty.
Viewing 7 posts - 1 through 7 (of 7 total)
  • Author
    Posts
  • #4650
    Aar
    Keymaster

    Apakah Anda punya pertanyaan sesuai materi terkait?

    #6845
    Anonymous
    Guest

    Selamat Siang, Anak saya (hampir 9 tahun) sangat suka bikin – bikin mainan seperti topeng, pistol dan character game yg dia suka. Namun project yang dibuat secara spontan (tidak mau direncanakan terlebih dahulu) dan sering kali tidak terlalu rapi (asal memotong dan asal menempel). adakah tips dan trick agar anak dapat dorongan dari dalam agar lebih terencana dan rapi dalam membuat project? Terima Kasih

    #6844
    Aar
    Keymaster

    Halo kak Maria,

    Dalam proses menemani anak berkarya, yang menantang adalah menemani prosesnya setahap demi setahap. Awalnya belum rapi bekerja hingga bisa bekerja rapi. Awalnya asal-asalan hingga bisa bekerja serius dan berkualitas. Awalnya spontan hinga dia bisa bekerja dengan metodis.

    Itu semua butuh proses stimulasi dan waktu, seiring meningkatnya usia dan kapasitas anak.

    Di lapangan, seringkali kita tidak bisa langsung mendapatkan beberapa aspek perbaikan sekaligus. Kita perlu memfokuskan aspek stimulasi dan mengabaikan aspek lain sebagai bagian dari proses yang dijalani anak. Ini tangga proses pertama. Setelah tangga pertama ini berhasil dilalui, kita baru masuk ke stimulasi di tangga berikutnya.

    Sebagai contoh, ada 2 concern dari kak Maria yaitu bekerja lebih terencana dan bekerja rapi.

    Prosesnya akan lebih mudah jika tujuan itu diraih satu-persatu.

    Yang pertama adalah membenahi prosedur kerja anak, membiasakan anak bekerja dengan urutan yang baik.

    Apa yang perlu dilakukan?
    ~ memberikan gambaran mengapa bekerja terencana itu perlu dilakukan
    “Kak, kamu tahu nggak berapa lama bikin jembatan/rumah/mobil/lego/video (sesuatu yang dekat dengan anak)?”
    “Bisa nggak bikin jembatan/rumah/mobil itu tanpa direncanakan?”
    “Apa yang terjadi kalau langsung bikin aja?”
    “Nah, kalau kakak mau terampil dan nanti bisa bikin2 yang serius, kakak perlu belajar bikin rencana. Nanti Bunda temani dan ajari caranya. Mau?”

    ~ ambil sebuah proyek dan rencanakan bersama
    “Kita hari ini mau bikin apa? Mau bikin topeng? Topeng apa yang mau dibuat?”
    “Ada nggak contoh topeng yang mau dibuat?”
    “Apa bahan yang dibutuhkan untuk membuat topeng?”
    “Kita punya bahannya, nggak? Kalau nggak punya, apa yang harus dilakukan?”
    “Bagaimana urutan cara membuatnya?”

    Lakukan bersama proses diskusi itu dan tuliskan tahapannya menjadi rencana sederhana. Dalam proses pertama ini, Anda (orangtua) yang melakukan dan memberikan contoh. Setelah itu dijalani bersama. Tunjukkan pada anak bahwa dengan membuat rencana, hasilnya menjadi lebih berkualitas dan prosesnya lebih lancar.

    Lakukan kegiatan ini beberapa kali dan secara bertahap latih anak untuk melakukannya sendiri.

    Aspek kedua adalah mengajari anak bekerja dengan rapi. Bekerja rapi biasanya berhubungan dengan keterampilan bekerja dan stamina. Keterampilan bekerja terasah dengan contoh dan frekuensi berlatih.

    Proses stimulasi bekerja dengan rapi dilakukan dengan beberapa proses:
    ~ Bekerja bersama
    Anda melakukan proyek/pekerjaan yang sama dengan anak. Masing-masing bekerja dan Anda bisa mencontohkan cara bekerja dan hasilnya yang rapi/baik.

    ~ Membangun jembatan proses
    “Kak, mau nggak hasil pekerjaanmu bisa jadi lebih rapi?”
    “Kak, kalau mau lebih bagus, bagian ini cara bikinnya begini!” – berikan contoh dan ajari anak cara melakukannya

    ~ Temani dan berikan feedback
    Seiring proses anak bekerja, selalu berikan apresiasi untuk membangun kepercayaan diri anak. Berikan apresiasi yang spesifik. Pada saat bersamaan berikan feedback tentang apa yang bisa ditingkatkan. Ajak anak melakukan bersama. Jika anak belum siap, lakukan dan berikan contoh meningkatkan kualitas. Proses ini terkadang tidak instan, butuh kesabaran orangtua untuk berproses. Jika anak sudah tahu standar kualitas pekerjaan yang baik, nanti dia akan mulai berusaha meningkatkan kualitasnya seiring dia semakin terampil dan stamina bekerjanya meningkat.

    Demikian kak, semoga membantu.

    #6518
    Nia
    Participant

    Selamat pagi Mas @Aar dan mbak @Lala ..

    Awal2 homeschooling saya nggak ada kepikiran sama sekali mengenai PBL (teknisnya gimana, caranya gmn dll) kayak berat banget juga. Lalu seiring berjalannya waktu saya mulai mengerti karena cukup sering dibahas di kelas, dan saya mulai praktik, dari hal terdekat dan termudah yg mampu kami lakukan (krn saya memang suka konsep PBL ini)

    Nah pertanyaannya adalah, apakah tidak apa-apa kalau selama ini saya bikin2 sama Hichan (7thn) tapi saya sendiri belum menemukan tujuannya apa atau Hichan belajar apa dari proyeknya? 😁

    Kayak misalnya saya skrg sedang membuat cerita bersambung beberapa lembar, lalu di situ dia harus bikin ilustrasi dari cerita yang saya buat tiap lembarnya. Karena Hichan juga biasa2 aja sama menggambar, jadi tujuannya pun bukan melatih skill menggambarnya, tapi hanya sesederhana dia belajar membaca, kadang saya minta menceritakan kembali, dan biar ada kegiatan 😅

    Atau misalnya masak2, tujannya hanya ya biar dia terbiasa memasak, kelak bisa masak, ngerti flownya.. gitu aja.

    Maksudnya, apakah tujuan sesederhana yg saya punya ini cukup untuk skrg saya menemani anak usia awal sekolah?

    Terima kasih.

    #6516
    Aar
    Keymaster

    Kak @nia.purnama

    Sangat boleh, kak.

    Secara konseptual, PBL memang memiliki bentuk-bentuk terstruktur. Konsep ini biasanya dilakukan dalam konteks kelas. Karena ada constraint: durasi dan frekuensi pertemuan, relasi guru-murid yang bersifat formal, proses PBL biasanya lebih kaku dan jelas.

    Dalam konteks keluarga, proses-prosesnya bisa lebih cair.

    Yang penting menjadi pegangan orangtua adalah:

    • direction-nya menuju kemandirian anak (terampil menentukan tujuan, mengelola proses, dan melakukan refleksi).
    • kegiatan memanfaatkan dunia nyata dan bermakna bagi anak
    • tujuan antara bisa beragam: memaparkan pengalaman, membangun kecintaan. melatih stamina, dll.

    Di lapangan, banyak variasi kegiatan dan proses2 yang bisa dilakukan. Bentuk-bentuknya juga bisa sederhana dan kompleks.


    Jadi, maju terus kak!

    #6510
    Nia
    Participant

    Terima kasih Mas Aar, saya sangat tercerahkan, dan pemaparan di atas jadi menajamkan materi pbl yg saya ulang ini. 🙏🏽

    #6504
    Aar
    Keymaster

    Semangat kak! 🤩 ☀

Viewing 7 posts - 1 through 7 (of 7 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.
Scroll to Top