eBook Alasan dan Tujuan Homeschooling

Belajar Parenting Forums Memulai Homeschooling Usia Sekolah eBook Alasan dan Tujuan Homeschooling

  • This topic is empty.
Viewing 5 posts - 1 through 5 (of 5 total)
  • Author
    Posts
  • #4688
    Mira Julia
    Keymaster

    Apakah Anda punya pertanyaan sesuai materi terkait?

    #6917
    Anonymous
    Guest

    Halo salam kenal,
    Mohon bantuannya utk saya masih galau ini. Barangkali bisa memberikan masukan utk saya dan anak saya..

    Saya memiliki anak berusia 7 tahun yg tahun ini insyaa Allah akan masuk SD. Saat ini masih sekolah TK di sebuah sekolah swasta yg menurut saya sudah sesuai dgn pola pikir keluarga kami. Tidak terlalu mementingkan akademis dan mengutamakan akhlak jg agama.

    Anak saya termasuk pemalu dan sulit beradaptasi dgn lingkungan baru, karenanya saya sejujurnya lebih ingin anak saya bersekolah formal dgn NORMAL. Semenjak sekolah meskipun hanya 9 bulan di sekolah dan sisanya di rumah krn pandemi, anak saya banyak mengalami kemajuan dalam bersosialisasi. Dia sendiri jg enjoy dgn sekolahnya. Jadi, pada dasarnya tdk ada masalah di sekolah formal bagi saya dan anak saya.

    Sayangnya, sudah 1 tahun lebih anak saya belajar di rumah dan mengenai tujuan dan alasan saya mempertimbangkan home schooling sebetulnya lebih krn ketidakcocokan anak saya dgn sistem belajar jarak jauh selama pandemi ini. Sejak KBMJJ anak saya malas2an ikut zoom, dia cepat bosan utk duduk di depan laptop. Susah konsentrasi. Anak saya tampak lelah dgn rutinitas zoom setiap hari yg begini2 saja.

    Setelah mengetahui ttg home schooling ini, saya mendiskusikan dgn anak saya dan tentunya disambut baik olehnya. Dia tentu saja lebih memilih HS dgn orgtua. Anak saya tidak suka sekolah online, begitu jg saya yg sdh lelah membujuk rayu anak saya utk ikut KBMJJ.
    Tapi setelah saya tanya lebih jauh, ternyata anak saya juga suka dan kangen sekolah formal dgn teman2nya jika keadaan bisa normal kembali seperti sebelum pandemi.

    Lalu yg saya bingung, bagaimana caranya jika seandainya anak saya mengikuti HS ini hanya sementara saja? Bagaimana jika ke depan situasi sdh normal dan dia ingin ke sekolah formal, bagaimana caranya supaya anak saya tdk perlu mengulang dari kelas 1 SD? Apakah tetap harus mendaftar di PKBM dari sekarang? Lalu jika saya ingin HS dan pindah ke sekolah formal apakah sekolah biasanya mau menerima?
    Metode yg mana yg kira2 sesuai utk masalah kami barangkali ada saran?

    #6914
    Aar
    Keymaster

    Kak Sandra,

    Terima kasih sharingnya.

    1. Homeschooling sementara
    Homeschooling idealnya diselenggarakan dalam jangka panjang, minimal hingga lulus ujian Paket A. Jika hanya sebentar, orangtua dan anak tidak akan mendapatkan hasil maksimal.

    Isunya adalah: homeschooling itu bukan memindahkan sekolah ke rumah. Materi belajar dan proses belajar tidak sama seperti sekolah, tapi disesuaikan dengan anak dan keluarga.

    Misalnya: anak belajar mengembangkan 10 keterampilan dasar, bukan hanya calistung. Anak bisa belajar calistung dengan kecepatan yang berbeda dari anak sekolah. Kondisi ini dimungkinkan dalam homeschooling. Tapi akibatnya, anak jadi sulit beradaptasi jika misalnya mau sekolah lagi karena kemampuan akademisnya mungkin lebih rendah dibandingkan anak sekolah. Kecuali, Anda tetap mengajarkan semua materi sekolah dalam proses HS anak Anda.

    2. Pindah ke sekolah
    Proses perpindahan dari homeschooling ke sekolah formal secara hukum dimungkinkan, tapi belum banyak dilakukan. Jadi, kemungkinan sekolah akan bingung prosesnya dan Anda harus mengajari sekolah aturan hukumnya.

    Proses perpindahan dilakukan dengan dasar:
    ~ anak punya rapor dari PKBM
    ~ placement tes di sekolah yang dituju

    3. Proses memulai HS
    Untuk memulai HS, semua anak harus mendaftar di PKBM. Itu aturan yang ada saat ini.

    Jadi, Anda perlu mencari PKBM yang menerima anak sejak usia 7 tahun dan membuatkan rapor. Sebab, masih banyak PKBM yang tidak menerima anak kelas 1 dan ada PKBM2 yang tidak membuat rapor anak karena fokus pada persiapan untuk Ujian Paket.

    Jika Anda tidak mendaftar anak di PKBM, anak tidak akan ketahuan ada di kelas berapa dan belajar apa saja. Jika seperti itu, anak harus mengulang dari kelas 1 SD karena data proses belajarnya tak ada.

    4. Alternatif solusi
    Kondisi yang ada saat ini memang tidak ideal.

    Sekolah dengan kegiatan PJJ dan Zoom memang bukan pembelajaran yang menarik.

    Sayangnya homeschooling juga bukan solusi yang ideal jika mau dilakukan sebentar 1-2 tahun karena proses pendaftaran di PKBM dan perpindahan PKBM ke sekolah belum terlalu mulus prosesnya.

    Jika tetap memang mau HS sementara yang perlu dilakukan:
    ~ Anda perlu mencari dan mendaftar di PKBM
    ~ Materi belajar seperti sekolah, tapi caranya Anda modifikasi sendiri agar sesuai dengan anak
    ~ Anak memiliki rapor di PKBM
    ~ Saat anak mau pindah ke sekolah, Anda perlu menjajagi sekolah yang dituju

    Jika mau HS jangka panjang, proses yang perlu dilakukan:
    ~ Anda belajar lebih mendalam tentang HS
    ~ HS itu bukan memindahkan sekolah ke rumah. Anda perlu belajar mengenali apa yang ingin Anda raih melalui HS. Anak bebas belajar apa saja sesuai kesepakatan bersama orangtua. Kalau anak mau belajar materi seperti sekolah, prosesnya bisa dilakukan dengan belajar tutorial di PKBM, belajar memakai aplikasi, diajari orangtua, atau mengundang tutor.
    ~ Anak tetap perlu didaftarkan ke PKBM sekarang.
    ~ Anda perlu merancang kegiatan anak, termasuk proses mengasah keterampilan sosial dan sosialisasi anak.
    Anda bisa membaca artikel tentang sosialiasi di sini:
    http://rumahinspirasi.com/home/sosialisasi-anak-homeschooling/
    http://rumahinspirasi.com/contoh-sosialisasi-anak-homeschooling/

    Demikian kak. Tidak ada jawaban yang mudah dan ideal. Setiap pilihan memiliki konsekuensinya masing-masing.

    Jika ada pertanyaan lanjutan, silakan disampaikan.

    #4956
    Wiji
    Member

    Salam<div>

    Sebelumnya terimakasih mas aar atas penjelasan yg telah disampaikan.

    Mohon pencerahannya, apa yg membedakan hari libur dengan hari belajar untuk praktisi homeschooling? Karena lingkupnya yg sama sama masih berkegiatan di rumah.

    </div>

    #4953
    Aar
    Keymaster

    Kak @wiji-diah

    Perbedaan hari libur dan tidak libur:

    Saat hari aktif belajar, ada jadwal/target/rencana kegiatan anak yang dimonitor orangtua. Orangtua mendampingi anak berkegiatan atau memastikan bahwa kegiatannya berjalan dengan baik.

    Saat hari libur, berarti tak ada target tertentu yang dilakukan anak. Anak bebas memilih dan menentukan kegiatannya mau apa. Orangtua tidak minta/cek output atau hasil kegiatan anak.

    Demikian kak, semoga membantu.

    🙏

Viewing 5 posts - 1 through 5 (of 5 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.
Scroll to Top