Belajar Parenting › Forums › Memulai Homeschooling Usia Dini › Podcast Prinsip Dasar Homeschooling Usia Dini
- This topic is empty.
-
AuthorPosts
-
December 21, 2019 at 1:50 pm #4715
Aar
KeymasterApakah Anda punya pertanyaan sesuai materi terkait?
October 6, 2021 at 12:07 am #6786Anonymous
GuestHalo mas Aar dan Mbak Lala, izin bertanya.
Bagaimana pendapat mas dan mbak terkait anak usia dini (usia 3 tahun) masuk club sepatu roda? Apakah boleh? Atau sebaiknya ditunda? A da
SFebruary 21, 2022 at 3:42 pm #6614Aar
KeymasterHalo kak Dedeh,
Terima kasih pertanyaannya.
Saya belum memahami konteks dari pertanyaan ini.
Mengapa anak usia 3 tahun mau masuk klub sepatu roda? Apa tujuan yang hendak diraih? Apa jenis kegiatan yang dilakukan di klub sepatu roda untuk anak usia 3 tahun?
Ketika memfasilitasi kegiatan anak usia dini, poin penting yang perlu dilihat adalah:
1. Keamanan & kesehatan
pastikan kegiatan aman dan tidak membahayakan anak, baik secara fisik maupun mental2. Kesesuaian dengan perkembangan anak
Dalam kaitan dengan olahraga, setiap jenis olahraga mensyaratkan kesiapan fisik pada organ tubuh tertentu. Untuk anak usia dini proses stimulasi motorik kasar yang dilakukan biasanya bersifat umum, misalnya: berjalan, berlari, melompat, naik tangga, berguling, dll. Apakah fisik anak sudah sesuai untuk melakukan kegiatan sepatu roda?3. Pola kegiatan
Anak usia 3 tahun masih memiliki rentang fokus terbatas, oleh karena itu pola umum kegiatannya bersifat tidak formal. Anak mencoba sesuatu dan bersenang-senang.Demikian kurang lebihnya, kak.
Semoga membantu.
April 19, 2022 at 3:25 pm #6362Tania
MemberHalo mas Aar dan mb Lala, di podcast ini disebutkan bahwa kesiapan orang tua lebih penting sebelum memulai homeschooling. Anak saya sebentar lagi berusia 2 tahun. Kebetulan 1 minggu terakhir ini saya suka marah-marah jika anak saya suka membuat berantakan rumah, dll. Ini bisa dipicu faktor saya capek karena sehabis pulang kerja. Bagaimana saya bisa menyiapkan diri saya terutama mengelola emosi saya ? Terima kasih.
April 19, 2022 at 8:28 pm #6361Aar
KeymasterHalo kak @Taniags
Terima kasih sharing dan pertanyaannya.
Syukurlah emosi marah-marah Anda hanya muncul seminggu terakhir ini. Anda juga menjelaskan pemicunya. Yang pertama bersifat eksternal: anak membuat rumah berantakan. Yang kedua adalah Anda kecapekan pulang kerja.
Poin penting tentang kesiapan orangtua adalah kesehatan fisik dan kebugaran mental orangtua saat bersama anak. Faktor ini ada dalam kontrol orangtua dan memang sangat penting untuk dikelola.
Faktor kesehatan dan kebugaran ini menjadi modal penting dalam proses HS Usia Dini, jauh lebih penting dibandingkan aneka hal tentang kurikulum, ide belajar, alat belajar, dan lainnya.
Pertanyaan terbesar adalah:
- apa yang membedakan capek Anda saat ini dibandingkan sebelumnya (yang membuat Anda lebih mudah terpancing amarah)?
- apa yang bisa Anda lakukan agar tidak terlalu capek saat pulang kantor? Apakah jenis/beban pekerjaan bisa dinegosiasikan/diatur ulang? Apakah perlu minum suplemen? Atau olahraga tambahan untuk meningkatkan stamina?
- seberapa mungkin solusi radikal seperti memilih mengasuh anak dibandingkan bekerja?
Menjadi Ibu bekerja sekaligus mengasuh anak memang bukan hal ringan. Ini adalah hal yang berat dan orangtua yang bisa menjalani keduanya adalah para orangtua yang super.
Dalam kaitan interaksi bersama anak, mungkin Anda perlu membuat protokol untuk menunda kegiatan bersama anak saat pulang bekerja, misalnya:
- mandi dan menenangkan diri di kamar mandi sejenak agar lebih segar saat bertemu anak
- memberikan pesan khusus kepada pengasuh untuk merapikan mainan sebelum Anda pulang atau melakukan hal2 yang biasanya menjadi sumber kekesalan Anda.
Dalam kaitan tentang anak sendiri, kunci penting dalam proses pengasuhan anak usia dini adalah memenuhi kebutuhan rasa aman dan nyaman. Itu adalah pondasi penting untuk pertumbuhan jangka panjang anak. Banyak sekali masalah perilaku anak muncul karena anak sebenarnya sedang berusaha mencari perhatian orangtua. Jadi, pastikan fokus Anda di rumah saat bersama anak adalah bermain dan membangun ikatan kuat bersama anak untuk memenuhi kebutuhannya akan kehadiran Ibu.
Pilihan jenis kegiatannya bisa sesederhana mengobrol, main balok bersama, mendongeng, dan kegiatan lain yang bisa dilakukan di kamar dan tidak terlalu menguras energi Anda.
Demikian kak, semoga bisa menambahkan perspektif tentang hal yang bisa Anda lakukan untuk menangani tantangan yang sedang terjadi.
April 20, 2022 at 9:56 am #6358Tania
MemberTerima kasih mas Aar. sangat insighful jawabannya mas. 😃
Sebenarnya pemicu marah ini karena sehabis pulang kampung kerepotan menjaga anak sendiri ditambah kondisi rumah orang tua sangat tidak ramah anak, salah satunya banyak kabel dan benda elektronik di lantai.
Selain itu saya belum bisa membagi waktu di rumah. masih suka keteteran. Di satu sisi ingin memberikan waktu 100% buat anak tapi di satu sisi masih ada pekerjaan rumah yang harus dikerjakan.
Saya akan coba memilah-milah lagi mana aktivitas yang dikerjakan di rumah supaya bisa membagi waktu lebih banyak dengan anak.
April 21, 2022 at 10:48 am #6350Aar
KeymasterNoted kak @Taniags
Dalam banyak kondisi, keluhan kita terhadap anak-anak kita seringkali muaranya adalah kondisi kita sendiri. Kita sedang kusut, kita sedang sibuk, hati kita sedang gundah, kita sedang ada masalah personal, dll.
Kekusutan itu sering menjadi pemicu ketidaksabaran kita dan bisa menimbulkan masalah berkelanjutan jika kemudian kita lampiaskan pada anak.
Solusi yang efektif biasanya tidak terkait dengan aksi langsung pada anak. Solusi yang efektif biasanya dengan memperbaiki kondisi2 langsung terkait diri kita.
Semangat kak… kami juga pernah mengalami kondisi-kondisi seperti ini, kok.
☀🌞
-
AuthorPosts
- You must be logged in to reply to this topic.