Podcast Pendekatan Tanpa Kurikulum

Belajar Parenting Forums Memulai Homeschooling Usia Dini Podcast Pendekatan Tanpa Kurikulum

  • This topic is empty.
Viewing 14 posts - 1 through 14 (of 14 total)
  • Author
    Posts
  • #4721
    Aar
    Keymaster

    Apakah Anda punya pertanyaan sesuai materi terkait?

    #7094
    Aar
    Keymaster

    Halo kak Miasari,

    Jadwal hanya satu aspek dalam homeschooling. Keberhasilan HS dipengaruhi oleh banyak hal lain misalnya sejauh mana Anda mengenali tujuan2 yang ingin Anda capai, sejauh mana strategi Anda untuk mencapai tujuan tersebut, bagaimana pola komunikasi dengan anak-anak, dan lainnya.

    Kegiatan berjadwal dan spontan memiliki konsekuensinya masing-masing. Kegiatan berjadwal membangun pola keseharian anak dan menjadi alat untuk menyamakan ekspektasi antara orangtua-anak. Kegiatan spontan tanpa jadwal membuat keseharian berlangsung membahagiakan dan menjadi stimulasi kreativitas bagi anak/orangtua.

    Jadi, tak masalah sebenarnya menjalani pembalajaran secara spontan dan berjadwal. Pada umumnya, proses yang terjadi berada di spektrum antara berjadwal dan spontan, bukan berada di ekstrem satu ujung.

    Spontan dan berjadwal juga biasanya berhubungan dengan usia anak. Untuk anak usia dini (balita), kegiatan HS yang berlangsung spontan merupakan hal yang biasa. Kuncinya adalah menjadikan setiap hari anak dan keluarga menjadi berkualitas. Untuk mengetahui kualitas perkembangan anak, orangtua bisa menggunakan parameter perkembangan anak berdasarkan usia untuk melihat apakah perkembangan anak masih on track atau tidak.

    Untuk anak-anak usia sekolah, jadwal biasanya digunakan sebagai alat komunikasi orangtua-anak. Jadwal juga menjadi alat bagi anak untuk belajar berkomitmen. Jadwal itu biasanya dibuat oleh anak melalui proses diskusi dan kesepakatan bersama orangtua.

    Dalam konteks Anda, pertanyaannya adalah:
    ~ berapa usia anak-anak Anda?
    ~ jika anak sudah SD-remaja, bagaimana cara Anda membangun komitmen anak pada kegiatannya?
    ~ apakah Anda merasa nyaman dan optimal menjalani kehidupan sebagai orang dewasa/profesional dengan tipikal pengelolaan kegiatan yang tidak terstruktur?

    Dari jawaban pertanyaan Anda, kita nanti bisa mengeksplorasi lebih jauh.

    #7093
    Anonymous
    Guest

    Keluarga saya bukan tipikel yang terstruktur melakukan sesuatu dengan jadwal dan jam aktivitas tersusun, semua mengalir saja. Apalagi tumbuh kembang setiap anakpun berbeda, Bagaimana cara termudah dalam memulai mengatur jadwal anak agar tumbuh kebiasaan baik ?

    Apakah homeschooling tetap bisa berjalan sukses bila tidak terjadwal ?

    #6913
    Anonymous
    Guest

    Setelah mendengar podcast ini saya menjadi lebih tenang. Karena anak perempuan saya, 1 tahun 5 bulan, memiliki banyak kegiatan dalam sehari dan terus berganti. Awalnya sering saya ajak membaca buku, sekarang ia selalu meminta bacakan buku. Tapi setelah semua buku habis, tidak tau lagi mau ngapain. Berujung pada nonton video youtube kids, jika dia bosan, dia akan meminta bacakan buku atau saya ajak keluar teras untuk melihat pemandangan dan mendengar burung-burung berkicau.

    #6912
    Aar
    Keymaster

    Kak Nana,

    Terima kasih sharingnya, kak.
    Untuk anak usia dini (balita), banyak orangtua yang membayangkan kegiatan belajar dalam HS itu terkait calistung dan buku.

    Padahal, kegiatan anak sangat luas, terutama yang terkait dengan tumbuh kembang anak. Stimulasi tumbuh kembang merupakan pondasi penting yang tak boleh dilewatkan untuk perkembangan saat anak nanti besar.

    Sebagai contoh, stimulasi motorik kasar anak seperti: berjalan, berjalan lurus ke depan, berjalan mundur, merangkak, melompat, memanjat, dst merupakan pondasi penting berkaitan dengan mobilitas dan kelenturan anak saat beraktivitas.

    Contoh lain, stimulasi motorik halus seperti: memegang beragam benda, memotong, menggunting, meronce, memilin, dll merupakan pondasti penting untuk keterampilan tangan dan menulis.

    Demikian pun stimulasi2 sederhana seperti mengobrol dengan jelas menggunakan bahasa verbal maupun non-verbal (intonasi, gestur, ekspresi) adalah pondasi penting logika, komunikasi, empati, dan keterampilan sosial lain.

    Bahkan, memberikan rasa aman dan nyaman pada anak usia dini merupakan hal penting yang menjadi prasyarat perkembangan otak kecerdasan (neokorteks) pada anak.

    Sebagai alat bantu untuk kegiatan, Anda sesekali bisa menggunakan checklist parameter perkembangan anak yang sesuai dengan rentang usia.

    Selamat beraktivitas, kak..

    #6726
    Anonymous
    Guest

    Terima kasih mas Aar atas penjelasannya. Saya jadi mendapatkan insight bahwa sebenarnya selama ini kami sudah menjalani dan merasa cocok dgn pendekatan unshooling ini.

    Kegiatan yg biasa kami lakukan (bersama 1 anak usia 4.5 tahun) lahir dari tujuan besar pendidikan keluarga kami, beberapa diantaranya: anak menjadi hamba yang taat, menemukan misi hidupnya, tumbuh fitrah baiknya, tumbuh dengan potensi uniknya dsb

    Adapun pendidikan usia dini kami jalani dgn pendekatan unshooling:
    1. Tanpa kurikulum tertentu 0-6 tahun
    2. Anak tidak ada beban jadwal tapi tidak dibiarkan tanpa bimbingan.
    3. Berkegiatan berdasarkan minat anak, keseharian dan benda2 yg ada dirumah.
    4. Fokus pada sifat unik anak sehingga org tuapun fokus menstimulasi sesuai dgn keunikan tsb.
    5. Tetap dipantau anak mencapai milistone sesuai dengan tahap perkembangan usianya.
    6. Tetap ada “rules” dalam menjalaninya:
    – Tidak keluar dari aturan agama
    – fokus tumbuhkan kemandirian
    – fasilitasi kecintaam belajar
    – pantau pertumbuhan fisik agar optimal
    7. Berkegiatan diluar rumah: wisata edukasi, ke tempat bersejarah, ke tempat beribadah, bertetangga, hadie kumpul keluarga, ke tempat kerja ayah dsb

    #6725
    Aar
    Keymaster

    Bagus kak Sarah,

    Terima kasih sharingnya. Silakan dilanjutkan terus prosesnya.

    Sedikit tambahan dari saya:
    1. Gunakan checklist Parameter Perkembangan Anak sebagai pelengkap untuk melihat perkembangan tumbuh kembang anak
    2. Pertajam aspek membangun kebiasaan baik (ini sebenarnya sudah dilakukan). Kenali kebiasaan-kebiasaan baik yang ditumbuhkan dan lakukan stimulasi untuk membangunnya.

    Semoga bermanfaat.

    #6249

    Halo mas Aar,

    Sy tertarik untuk lebih menggali tentang metode unschooling ini, boleh minta referensi buku2 yang bagus tentang metode ini kak?

    #6244
    Aar
    Keymaster

    Halo kak @yulita-khosuma

    Buku referensi utama unschooling biasanya merujuk pada tulisan-tulisan John Holt. Ada beberapa bukunya: “How Children Fail”, “How Children Learn”, “Teach Your Own”. Buku2 tersebut setahu saya sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.

    Selain itu, perbanyak blog walking praktisi2 unschooling. Dalam pengalaman saya dulu, proses blog walking itu lebih efektif untuk memberikan aspek praktis dari unschooling.

    Salah satunya adalah: https://happinessishereblog.com/

    #5642

    Selamat pagi mas @Aar dan Mba @Lala. Semoga selalu diberikan kesehatan oleh Tuhan.

    Izin bertanya dan berbagi kisah. Karena anak2 kami masih usia dini. Kami memanfaatkan keseharian untuk stimulasi tumbuh kembang anak2. Dan tidak ada jadwal secara tertulis. Hanya rencana yang saya pikirkan dan saya utarakan ke anak2 dan suami. Saat saya mengikuti kelas coaching ini. Saya jadi menambahkan dan memperbaiki rutinitas bersama anak2.

    Hal yang diperbaiki adalah,

    1. Tidak membatasi kegiatan anak2 di rumah. Contoh: sebelumnya ketika saya akan memasak, saya temani anak2 main pada pagi hari. Kemudian siangnya saya meminta anak2 untuk main sendiri. Agar saya bisa tenang memasak. Hal ini kadang tidak berjalan mulus. Anak2 masih suka ingin bersama saya ikut memasak. Tapi sekarang saya lebih terbuka ketika anak2 ingin mengikuti kegiatan saya di rumah. Ketika saya amati anak2 jadi tidak banyak drama dan rasanya saya jd lebih produktif tanpa stres.

    2. Saya dengan sadar membuat kegiatan yang bisa mencakup stimulasi untuk mengembangkan kemampuan dasar anak2 seperti literasi, numerasi ,kemampuan personal,dan kemampuan sosial dengan aktifitas harian di rumah, bermain di luar rumah, pergi ke tukang sayur, tambahan untuk melatih kemampuan bahasa inggrisnya saya perkenalkan game dam video2 offline berbahasa inggris (dengan jadwal yang disepakati dengan anak).

    Poin no 2 itu saya praktekan setelah mengikuti kelas kulwap RI Selasa kemarin.

    Hal yang ditambahkan:

    1. Kerika sore dan tidak hujan, saya mengajak anak2 main di luar rumah. Karena pada sore hari anak2 bisa bertemu dengan anak2 tetangga. Jika saya ajak mereka untuk bergabung dengan anak2 tetangga yang sedang bermain, tapi anak2 saya belum mau. Melihat kondisi tsb saya tidak memaksakan agar anak2 bisa bergabung main dengan anak2 tetangga. Tetapi saya terus mengajak mereka tetap bermain di luar dengan harapan anak2 bisa mencoba berbaur dengan tetangganya.

    2. Membuat target untuk 6 bulan kedepan melalui kegiatan harian, seperti:

    A. Stimulasi anak dengan kegiatan berdasarkan parameter tumbuh kembang yang dibagikan oleh Rumah Inspirasi

    B. Membacakan surat2 pendek setiap harinya minimal 3 surat per hari

    C. Ada momen setiap harinya untuk mengajak mereka berbicara bahasa Inggris dan bermain game khan kids (2 x permainan / jadwal).

    D. Mengikuti kegiatan atas ide anak2. Misalnya anak ingin bersepeda.

    Dari curhatan saya di atas, apakah kegiatan di atas sudah bisa dibilang unschooling?

    Terimakasih atas kesempatannya

    #5640
    Aar
    Keymaster

    Halo kak @vera-marsella,

    Bagus prosesnya kak.. silakan dilanjutkan terus. Jangan lupa menambahkan kegiatan membacakan buku (read aloud) sebelum tidur sebagai pondasi kecintaan anak terhadap buku.

    Proses seperti yang kakak jalani merupakan homeschooling anak usia dini.

    Tentang unschooling, tak usah terlalu banyak memikirkan tentang label ini. Tak perlu disebut unschooling atau menyebutkan diri unschooling. Yang penting kualitas keseharian kakak bersama anak-anak berkualitas.

    Jika tertarik dengan unschooling, kakak bisa membaca buku2 karangan John Holt, misalnya: Belajar Sepanjang Waktu, Mengapa Siswa Gagal, Bagaimana Siswa Belajar.

    Demikian kak, semoga membantu. 🙏

    #5639

    Terimakasih sarannya mas @Aar.

    Alhamdulillah anak2 saya tertarik untuk buka2 buku. Karena mereka belum bisa membaca jadi bisa ibu atau ayahnya yang membacakan bukunya. Waktunya bisa kapan saja mereka minta untuk dibacakan buku. Selain buku, anak tertarik melihat kalender, brosur, katalog dan meminta dibacakan.

    Sekitar 2 minggu lalu kami pergi ke toko buku. Dan anak ke dua (usia 1thn 9 bln) ternyata bisa ingat dengan buku (the ultimate guide tubuh manusia) yang sering dia buka . Pas di toko buku ketemu buku yang sama, kemudian dia tunjuk bukunya. Buku itu sering dibuka karena ada gambar kucingnya. Anak ini suka banget dengan kucing.😊

    Kakaknya yang masih usia 4 tahun 6 bln, hapal beberapa kalimat di buku ‘kumpulan cerita sains untuk anak’ dan kemudian diceritakan sambil buka bukunya ke adiknya. Seolah dia sedang membaca. Gemes banget pemandangan melihat mereka seperti itu😍

    Kemudian tepat tadi siang. Untuk pertama kalinya anak2 membuka diri mau mempersilakan anak tetangga main ke rumah. Komunikasinya dengan buku. Kakak bersemangat mengeluarkan buku2 yang sering dia buka untuk ditunjukkan ke teman barunya.

    Dan saya happy sekali ada kemajuan anak2 untuk mau bersosialisasi dengan teman barunya.

     

    Anak2 saya biasanya bermain dengan anak sebaya mereka saat berkunjung ke rumah neneknya pada waktu tertentu/tidak sering. Kali ini mereka bermain dengan anak perempuan berusia 9 tahun kelas 3SD.

    Ternyata mereka bisa berteman meski tidak sebaya. Saya bersyukur dengan perkembangannya.

     

    Mohon doanya agar kami sekeluarga bisa tumbuh dan berkembang bersama.🙏

    #5637
    Aar
    Keymaster

    Semoga dilancarkan semua prosesnya kak @Vera-marsella 🙏

    #5633

    Amin terimakasih atas ilmunya Mas @Aar dan Mba @Lala

Viewing 14 posts - 1 through 14 (of 14 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.
Scroll to Top