Belajar Parenting › Forums › Menyiapkan Pembelajar Mandiri › eBook Menyiapkan Pembelajar Mandiri
- This topic is empty.
-
AuthorPosts
-
January 7, 2019 at 11:15 am #4731
Mira Julia
KeymasterApakah Anda punya pertanyaan sesuai materi terkait?
December 30, 2020 at 11:20 am #7065Anonymous
GuestSelamat siang mb Lala & mas Aar,
Izin bertanya, bagaimana cara untuk membantu anak yang kurang disiplin terhadap jadwal atau to do list yang dia buat sendiri?. Anak saya usia 12 tahun (perempuan) sangat terkendala soal ini dan alasan ketika ditanya selalu sama yaitu “lupa”. Padahal dia yang menentukan sendiri jadwal hariannya. Jujur sampai hari ini belum menemukan cara jitu yang bikin dia sadar. Sebelumnya terima kasih mba Lala & mas Aar.
December 31, 2020 at 3:06 pm #7064Mira Julia
KeymasterKak Sumayyah,
Jika Anda dan anak sudah membuat kesepakatan, jangan lupa untuk menuliskannya dan menempelkannya di dinding yang mudah dilihat oleh semuanya.
Saat pagi hari, mulai dengan bertanya pada anak:
~ apa rencana kegiatan kamu pagi ini?Saat siang & sore hari, tanyakan pada anak:
~ sampai di mana rencana kegiatan pagi ini?Untuk membantu anak, kegiatan paling pagi yang harus dilakukan anak adalah menulis ulang di buku jurnal tentang rencana kegiatan hari ini. Sediakan buku dan alat tulis, minta anak menuliskannya di pagi hari sebelum memulai kegiatannya.
Jadi, pendampingan orangtua tetap perlu dilakukan dalam proses membangun komitmen anak hingga dia betul2 bisa mandiri.
Semoga membantu.
November 14, 2021 at 8:58 pm #6759Anonymous
GuestSelamat sore kak.
Bagaimana ya caranya encourage anak untuk hands on. jadi putra saya usia 3,5 tahun ini sebeulnya kepo dengan hal hal yang saya dan ayahnya lakukan dirumah, suka ikut ikutan juga, tapi ketika belum berhasil atau dia kesulitan, jadinya dia ngamuk kayak frustasi gitu, kami tenangkan dengan membantu memperbaiki dan beritahu cara yang benar, tapi malah gamau lagi beraktifitas yang sama. begitu juga pas main sama teman2 nya, dia nggak mau ikutan, cuma senang ngeliatin aja, pas di ajak untuk gabung dianya malah marah rewel dan pergi dari lokasi. Ada hal yang saya skip atau yang belum saya lakukan kah kak? atau wajar aja dia begitu?November 15, 2021 at 3:07 pm #6758Aar
KeymasterKak Suci,
Tidak apa-apa kak. Itu bagian dari perkembangan emosi anak. Anak sudah ingin terlibat dan melakukan banyak hal seperti yang dilakukan orangtua & sekitarnya, tapi kapasitasnya masih terbatas. Dia kesal karena belum bisa melakukan seperti orang lain.
Diterima saja proses ini sebagai bagian perkembangan emosi. Dibikin santai dan asyik.
Selanjutnya fokus melakukan stimulasi untuk meningkatkan keterampilannya.
Jika anak belum siap melakukan kegiatan bersama temannya, jangan didorong dan dipaksa. Mungkin dia takut gagal dan belum percaya diri.
Yang bisa kita lakukan adalah terus melakukan kegiatan dengan hati bahagia dan berbinar. Jika anak ingin terlibat, berikan satu aspek yang mudah dan bisa dilakukan.
Goal besar dalam tahap pertama ini adalah membangun kepercayaan diri anak dengan sering mendapatkan keberhasilan saat berkegiatan. Dari sudut pandang orangtua, berarti kita perlu menakar jenis kegiatan dan beban anak agar probalitas keberhasilannya tinggi.
Demikian, semoga membantu.
August 17, 2023 at 1:50 pm #5119Dhiyan Fathiya
MemberHalo Mas Aar dan Ka Lala<div>Terimakasih atas materinya.</div>
Anak saya masih 4 tahun, tapi saya sudah mulai mempertimbangkan sekolah anak saya nanti di usia 7 tahun. Saya bersyukur sekali menemukan Rumah Inspirasi dan mendapatkan kesempatan belajar banyak hal di sini.
Dari bahan2 yang Anda sampaikan terus membuat saya makin mempertimbangkan sekolah rumah untuk anak saya nanti saat SD. Termasuk juga saat membaca pdf bagian ini, saya malah plus plus jadi meresahkan masa depan kehidupan keluarga kami dengan perkembangan dunia yang terjadi.
Nah, saya ingin tahu pendapat Anda. Bagaimana kita bisa menjamin bahwa homeschool adalah yang terbaik? Apakah sekolah konvensional terlalu banyak kekurangannya?
Saya berusaha untuk membangun kemandirian anak, terlebih anak saya sudah 4 tahun dan memang sudah masanya membangun kemandirian kan. Nah, saya justru sekarang membayangkan homeschooling malah bisa jadi membuat anak makin kurang mandiri karena terlalu banyak melibatkan peran orang tua? Bagaimana saran Anda dalam membagi waktu setidaknya dalam sehari; kapan anak tahap usia 4 tahun ini dalam momen bergantung pada orang tua dulu dan kapan dalam momen membiarkan eksplorasi sendiri? Apakah benar (katanya ) durasi 2 jam membersamai anak setiap hari tolak ukurnya–sehingga orang tua bisa dikatakan siap memilih homeschooling untuk anaknya?
Terimakasih
Tabarakallah
August 18, 2023 at 10:12 am #5084Aar
KeymasterKak @dhiyan-fathiya ,
Terima kasih pertanyaannya.
Ada beberapa pertanyaan yang kakak sampaikan.
Kami jawab satu-persatu yaa..
1. Jaminan homeschool adalah yang terbaik
Tidak ada seorang pun yang bisa menjamin bahwa homeschool adalah pilihan yang terbaik sebagaimana tidak ada seorang pun yang bisa menjamin sekolah adalah pilihan yang baik.
Homeschool dan sekolah adalah alat dan merupakan bagian dari sistem sosial. Semua sistem sosial pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya.
Kelebihan HS adalah fleksibilitas. Kekurangan HS adalah kompleksitas sistem dan keterbatasan sarana (dibandingkan sekolah).
Anak sekolah bisa berhasil, bisa gagal. Anak homeschoo bisa berhasil, bisa gagal. Banyak faktor yang mempengaruhinya, salah satunya adalah: operator yang menjalankan alat itu.
Operator yang baik bisa memaksimalkan kelebihan alat dan meminimalisir kekurangannya.
Operator di sekolah adalah guru dan kepala sekolah. Operator dalam HS adalah orangtua.
Jadi, tak ada alat yang lebih baik. Yang ada adalah alat yang paling sesuai untuk anak dan keluarga.
2. Kemandirian anak
Keterlibatan orangtua bisa membuat anak kurang mandiri? Betul, jika orangtua terlalu banyak intervensi dan tidak memandirikan anak.
Apakah semua orangtua begitu? Tidak. Banyak orangtua yang sangat sadar bahwa perannya adalah membantu anak mandiri, bukan menciptakan ketergantungan anak pada dirinya.
Inilah mindset penting yang perlu dimiliki oleh orangtua yang mau HS. Fokuslah pada mindset dan sikap apa yang perlu Anda miliki agar anak bisa mandiri dan tidak tergantung pada Anda.
3. Pengaturan waktu
Pengaturan waktu dalam HS sangat tergantung pada pola keseharian keluarga. Tak ada patokan jumlah jam.
Tugas orangtua adalah menentukan waktu berkegiatan bersama yang rutin (misalnya: sarapan, mandi, dan kegiatan bersama).
Setelah itu waktu bebas anak. Agar anak bisa melakukan kegiatan bebas, berarti orangtua perlu memberikan sarana pendukung, misalnya balok, aneka jenis kertas, buku, dll untuk anak berkegiatan.
4. Tolok ukur kesiapan HS
Tolok ukur kesiapan orangtua menjalani HS bukan hanya alokasi waktu dan energi.
Beberapa tolok ukur lain selain waktu & energi:
a. Orangtua bisa berkomunikasi dan nyaman bersama anak
b. Anak merasa nyaman berkegiatan bersama orangtuanya
c. Orangtua bisa mengelola keseharian bersama anak
d. Orangtua terampil mengamati perkembangan anak, bisa memiliki ide2 stimulasi untuk anak, dan melihat pertumbuhan anak
e. Orangtua siap untuk terus belajar dan berproses bersama anak.
Demikian kak, semoga menjawab pertanyaan kakak.
Selamat melanjutkan proses belajar dan berpraktik bersama anak-anak.
🙏
August 18, 2023 at 3:16 pm #5081Dhiyan Fathiya
MemberTerimakasih mas. Insight yang sangat membantu saya.
Semoga keberkahan untuk Anda.
-
AuthorPosts
- You must be logged in to reply to this topic.