Mengelola Jadwal Anak

  • This topic is empty.
Viewing 12 posts - 16 through 27 (of 27 total)
  • Author
    Posts
  • #5491

    Terimakasih Mas Aar atas semua saran dan ilmunya. Saya bersyukur mendapatkan ilmu baru lagi yang akan coba saya praktekan dan akan saya amati kepada anak2 mengenai rumus durasi fokus pada anak.

    Ketika saya amati bisa jadi bosan datang karena beberapa faktor yaitu kegiatan yang sama seperti bersepeda. Mungkin akan saya coba tawarkan ke anak yaitu bersepeda dengan tujuan yang sama tapi rutenya berbeda.

    Kemudian kegiatan spontan yang dilakukan anak misalnya lagi asyik main rumah2an dengan adiknya. Kemudian saya memotong kegiatan mereka dengan mengajak jalan2 keluar rumah dengan harapan biar anak2 bisa mendapatkan manfaat jalan pagi,berjemur sekalian saya pergi beli bahan2 buat dimasak. Berarti saya harus tunggu dulu saja mereka mengerjakan kegiatan spontanitasnya itu ya Mas ?atau ikut main dengan kegiatan mereka.

    #5486
    Aar
    Keymaster

    Nah… bagus kak @vera-marsella refleksi dan follow-up-nya 🀩
    Variasikan kegiatan bersepeda agar menjadi hal yang asyik dan menyenangkan. Mungkin ganti rute, mungkin sesekali beli susu, mungkin sesekali balapan, dll.

    Tentang kegiatan anak-anak, sedapat mungkin tidak memotong kegiatan anak. Apalagi saat dia sedang asyik. Itu akan membuat dia merasa bete.

    Jangan lupa, orangtua peduli dengan kualitas kegiatan (bermanfaat, produktif, kesehatan, dll), anak peduli dengan kemasan (asyik, menantang, lucu, seru, dll).

    Pastikan Anda memperhatikan sudut pandang anak dan mengupayakan agar kegiatan dilakukan dengan asyik. Jika kegiatannya asyik, walaupun pasti anak akan mau melakukannya.

    Demikian, semoga membantuπŸ™

    #5485

    Siap.terimakasih banyak Mas Aar.

    #5448
    Indah
    Member

    kenapa tidak bisa buka vidio dibagian ini ya

    #5447
    Mira Julia
    Keymaster

    Pesan error yang muncul seperti apa ya kak? Boleh dikirim printscreennya ke tim admin kah? Soalnya saya coba play tidak masalah. Saya coba klik tombol Unduh Video juga bisa diunduh videonya.

    #4876
    Miva Aziza
    Member

    Assalammualaikum Mas Aar dan Ka Lala,
    Saya baru beralih dari non-jadwal menuju ke jadwal karena anak saya tahun ini baru memasuki usia sekolah. Saya belum menetapkan durasi dan jam yang rigid, karena anak saya masih sangat fleksibel dalam menyelesaikan target belajarnya. setiap pagi kami mengobrol tentang jadwal hariannya, misalnya: hari ini kita baca buku siroh ya 2 sub cerita, mengerjakan worksheet berhitung dan latihan membaca. tapi prakteknya saya serahkan kepada anak saya dia mau mulai yg mana dan berapa lama.
    apakah boleh seperti itu untuk permulaan?

    Terima kasih.

    #4875
    Aar
    Keymaster

    Wa’alaikum salam wr wb,

    Kak @miva-aziza

    Cara yang kakak lakukan sudah bagus sebagai proses awal transisi: jadwal dibimbing dan diatur oleh Ibu sedikit demi sedikit.

    Yang penting untuk menjadi catatan adalah:

    1. Kelola ekspektasi orangtua. Jangan berharap durasi dan sistem jadwal yang rigid seperti sekolah. Bahkan saat HS sudah dijalani lama, model jadwalnya bukan seperti itu.

    2. Fokuslah pada proses mengasah keterampilan belajar anak. Tugas orangtua memberikan pemahaman pada anaks sehingga anak tahu alasan belajar sebuah mata pelajaran atau melakukan kegiatan tertentu, anak memahami bahwa belajar itu miliknya (bukan milik orangtua).

    3. Untuk meningkatkan kepemilikan terhadap jadwal, berikan kesempatan anak untuk menentukan satu kegiatan yang menjadi pilihannya dan dimasukkan ke jadwal.

    4. Goal besar, orangtua punya materi dasar (tidak banyak) yang jadwalnya bisa dikelola secara mandiri oleh anak. Anak bisa menentukan kegiatan yang ingin dilakukan dan mengelolanya di dalam jadwalnya sendiri.

    Selamat berproses, kak!

    πŸ™πŸ€©πŸ”₯

    #4812

    assalamualaikum mas Aar dan mba Lala saya mau nanya terkait dengan pembuatan jadwal anak-anak, anakku di tahun ini agak sulit diajak untuk bikin jadwal sehingga belajarnya cenderung acak dan gimana dia klo hari itu dia melihat sesuatu dimana pun apakah diinternet atau disekitaran dan tertarik ingin tahu hal itu atau bikin itu maka hari itu dia ingin melakukannya. tapi untuk bikin jadwal ga mau dengan alasan aku mah udah tau setiap hari nya mau ngapain. tapi ya gitu ada hari hari dimana ga jelas mau ngapain. ada juga saya terus ajak dia bikin jadwal , ok dia bikin jadwal hari itu. tapi yang dijadwalin ga dilakukan. anak saya usia 9 tahun laki-laki.

    #4809
    Aar
    Keymaster

    Halo kak @mei-diana-wati

    Terima kasih sharingnya.

    Untuk mengelola jadwal anak, sebaiknya tidak diatur harian. Buatlah jadwal mingguan yang komposisinya:

    1. Kegiatan eksternal: PKBM, les, klub, komunitas, keagamaan (misalnya: mengaji), dll

    2. Kegiatan wajib yang dianggap penting oleh orangtua (di keluarga kami, yg wajib adalah Math & English, kami sediakan alat bantu belajarnya berupa aplikasi)

    3, Kegiatan proyek & spontan

    Nah, dari kegiatan tersebut yang bisa dinegosiasikan adalah nomor 3. Nomor 1 & 2 sudah pasti dan terjadwal sehingga pasti dilakukan.

    Dengan membuatnya secara mingguan, kita tidak setiap saat melakukan diskusi bersama anak.

    Pastikan juga mendiskusikan bersama anak dan membangun mindset anak bahwa:

    • anak tahu fungsi jadwal untuk membuat kegiatan teratur dan bertumbuh dalam jangka panjang. Kalau bikin nasi goreng bisa spontan, tapi kalau bikin jembatan/rumah harus direncanakan. Orang belajar agar bisa melakukan hal2 yang baik dan besar
    • belajar adalah untuk kepentingan anak dan menyiapkan bekal masa depan. Belajar tidak bisa hanya spontan dan suka-suka. Belajar harus ditekuni supaya bisa menjadi “ahli”
    • anak homeschooling jadwalnya bisa longgar, tetapi bukan berarti suka-suka. Kalau tidak mau belajar dan suka-suka, itu akan merugikan masa depan; jadi lebih baik bersekolah saja. Jelaskan hal ini pada anak agar mereka memahami konsekuensi menjalani homeschooling.’

    Demikian kak, semoga membantu.

    #4797
    Astri
    Member

    Terimakasih pencerahannya Mas Aar

    Mau bertanya mas saya sudah eksperimen mengajak anak saya yang paling sulung (9th) membuat jadwal untuk besok minimal memilih 3 kegiatan, nah lalu udah berjalan semingguan setelah di evaluasi anaknya suka protes saat akan diajak lagi bikin jadwal malam harinya begini (gimana besok aja deh mbu, ga ada ide kalo dipikirin sekarang (saat malam) kaka sukanya tiba2 aja dapat ide besoknya, kalo di tentuin dari malam malah kadang besoknya ga kepengen lagi ngerjain itu atau bikin itu jadinya ga kekerjain deh)

    Kalau untuk jadwal rutinitas seperti mengaji mandi makan itu biidznillah sudah terbentuk, dan terpola hanya untuk ini aja siy kegiatan diluar ngerjain materi2 mas kek bebikinan dan hobbynya mas heuheuu

    Lalu udah 6 bulan lalu dia ada jadwal rutin reading eggs dan ixl math nah entah kenapa di bulan2 ke 6 itu makin kesini makin ga mau buka appnya alasannya bosan untuk reading egss sedangkan ixl dia bilang deg2an terus katanya, ixl slama ini masih saya temani mas dia g mau naik2 level atau memilih soal2 yang menurut dia sulit, klo reading eggs dia masih mau dan sudah tanpa saya temani sudah bisa berjalan

    Mohon bimbingannya mas πŸ™πŸ™

    Ini apa artinya membuat jadwal atau goal esok hari ga cocok untuk dia ya mas, dan bagaimana dengan ixl math ini apa lanjutkan atau udah aja y sebaiknya ya

    Terimakasih mas

    #4795
    Aar
    Keymaster

    Kak @astri-mayasari,

    Terima kasih pertanyaannya.

    1. Jadwal Kegiatan Anak

    Jika anak tidak mau membuat jadwal karena alasan mau spontan, itu berarti anak belum memahami alasan membuat jadwal.

    Yang perlu dilakukan adalah berdiskusi dengan anak:

    • “Mengapa perlu berlatih membuat jadwal?”
    • “Karena saat kita dewasa, banyak kegiatan yang tidak bisa dilakukan dengan spontan. Banyak hal yang harus disiapkan dulu atau berhubungan dengan orang lain. Memasak tidak bisa spontan karena harus membeli bahan untuk dimasak. Bikin film tidak bisa spontan karena ada orang lain yang terlibat. Bikin rumah dan jembatan juga tidak bisa spontan karena berlangsung berhari-hari. Itulah sebabnya kamu perlu belajar bikin rencana, bukan hanya melakukan kegiatan spontan dan yang disukai.”
    • “Kamu beruntung karena tidak sekolah. Anak sekolah tidak bisa memilih kegiatannya dan harus mengikuti apapun yang dijadwalkan. Walaupun kamu bisa memilih jadwalmu, bukan berarti kamu boleh suka-suka, tetapi kamu perlu mengasah ototmu.”
    • “Belajar dan bekerja itu tidak boleh berdasarkan mood. Ada hal2 yang harus dikerjakan karena penting, ada hal yang memang dikerjakan karena suka. Misalnya Bunda. Apa yang terjadi kalau Bunda males masak dan males beli makanan? Apakah Ayah boleh tidak berangkat kantor/bekerja karena lagi nggak mood?”
    • “Kalau kamu tidak mau bikin rencana kegiatan setiap malam, bagaimana kalau kita bikin rencana kegiatan dalam satu minggu? Kegiatannya nanti langsung kita atur setiap hari: Senin apa, Selasa apa, Rabu apa, dst”

    Nah, tugas orangtua adalah menuliskan jadwal yang sudah rutin (mengaji, matematika, dll) + kegiatan hasil kesepakatan dengan anak mingguan tadi.

    2. Kegiatan IXL & Reading Eggs

    IXL dan Reading Eggs adalah alat belajar. Bisa tetap digunakan, bisa tidak digunakan.

    Pertanyaannya, apa goal kakak? Kalau anak tidak mau, apakah boleh? Lalu, apa penggantinya?

    Ini semua ada di wilayah keputusan keluarga.

    • Ada keluarga yang tetap memaksa anaknya belajar memakai IXL & Reading Eggs, suka atau tidak suka harus dilatih dan dipelajari.
    • Ada keluarga yang tidak memakai IXL dan Reading Eggs, tetapi mencari alat lain untuk belajar matematika dan Bahasa Inggris. Belajar matematika dan bahasa Inggris tetap harus, tapi memakai alat lain, bisa berbentuk aplikasi atau kursus (misalnya Sempoa, dll)
    • Ada keluarga yang tidak memakai IXL dan Reading Eggs, serta tidak mencari gantinya. Keluarga ini tidak menganggap Math & English sebagai hal yang “wajib” dipelajari anak.

    Keluarga kami masuk yang pertama: anak tetap harus melakukan dan kami temani prosesnya. Kami tidak menerima kata tidak mau dan bosan. Untuk hal terkait yang wajib, tidak ada kata tidak mau. Jika bosan boleh istirahat atau libur (disepakati beberapa hari) tapi nanti jalan lagi.

    Demikian kak, semoga membantu

    πŸ™

    #4793
    Astri
    Member

    MasyaAlloh siap mas paham, terimakasih atas jawabannya πŸ˜ƒ

Viewing 12 posts - 16 through 27 (of 27 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.
Scroll to Top