Podcast Legalitas Homeschooling

Belajar Parenting Forums Menimbang Homeschooling Podcast Legalitas Homeschooling

  • This topic is empty.
Viewing 15 posts - 1 through 15 (of 32 total)
  • Author
    Posts
  • #4326
    Mira Julia
    Keymaster

    Apakah Anda punya pertanyaan sesuai materi terkait?

    #6667
    Tri Bakti
    Member

    Mas @Aar apakah sebaiknya mencari PKBM yang langsung menyediakan fasilitas paket A,B,C atau pilih paket A saja dulu kah?

    #6664
    Aar
    Keymaster

    Kak @Tri , biasanya PKBM menyelenggarakan ujian Paket C.

    Jika PKBM memfasilitasi Ujian Paket A, biasanya mereka juga menyelenggarakan Ujian Paket B & C.

    Dalam proses belajar di PKBM, nanti juga bisa terjadi mutasi atau pindah ke PKBM lain jika diperlukan.

    #6651
    Rara Fatima
    Member

    Hai kak Aar, mbak Lala,

    Saya Rara usia anak 3 tahun. Berkat podcast ini saya jadi tau kalo Jerman ga melegalkan HS. Kak, izin tanya ya:

    1. Mengingat Jerman tdk melegalkan HS, kami perlu memantapkan diri nih.. Kebetulan memang cita2 ortunya menyekolahkan perkuliahan anak ke Jerman. Ya meskipun cita2 ini bisa saja berubah saat berjalan. Nah, apakah nanti saat persiapan ujian kesetaraan ini ada jalan kak utk bisa tembus kurikulum jerman? Mungkin kak Aar ada pengetahuan di area ini. Karena setau saya kan dr SMA ke S1 Jerman harus melalui Studienkolleg, jika dengan HS bagaimana ya?

    2. Mendaftarkan anak ke PKBM ini selalu menjelang peralihan jenjang ya kak? Lalu apakah ada ketentuan usia saat mendaftar? Karena spt yg kak Aar sampaikan, HS ini sangat flexible dari segi waktu, anak bs cepat, bs juga lambat. Apa mungkin seseorang mendaftar PKBM utk ujian paket C ketika masih usai setara SMP? (pertanyaan hanya karena penasaran hehe)

    Maaf ya kak kalau pertanyaannya selalu jauh di atas usia anak :”)

    #6650
    Aar
    Keymaster

    Halo kak @rara.fatima
    Iya kak, Jerman tidak memperbolehkan warga negaranya HS dan semuanya harus masuk sekolah gratis yang disediakan negara.

    1. Jerman terhadap negara yang tidak terlalu menerima Ijazah Paket. Itu kondisi saat ini.

    Mereka minta ijazah sekolah (SMA) untuk persiapan kuliah – Studienkolleg. Jika Jerman memang menjadi bagian rencana anak, strategi paling memungkinkan adalah berpindah ke sekolah (SMA) setelah anak menyelesaikan Ujian Paket B (setara SMP).

    2. Pendaftaran di PKBM harus dilakukan saat anak tidak sekolah. Jika dia berhenti di kelas 8 (SMP kelas 2), maka dia harus segera mutasi ke PKBM. Ujian Paket C baru bisa dilakukan 3 tahun setelah anak memiliki ijazah Paket A (SD). Untuk Ujian SD ada syarat usia minimal 12 tahun.

    Di jalur pendidikan nonformal (PKBM) tidak ada akselerasi.

    Jika anak bisa menyelesaikan materi pelajaran dengan cepat, maka itu berarti dia punya waktu banyak untuk mengeksplorasi minat, mengasah bakat, dan mendapatkan aneka pengalaman hidup lain. Kesempatannya bukan untuk akselerasi kelulusan, tapi untuk mengeksplorasi aneka kesempatan pengembangan diri.

    Demikian kak, semoga menjawab.

    #6641
    Susan
    Member

    Salam mas @Aar dan mba @lala. saya punya pertanyaan yang sangat teknis sekali, tentang ujian paket A. apakah ujian tersebut tersedia yang menggunakan bahasa pengantar selain bahasa Indonesia? bahasa inggris misalnya. ada sedikit ke khawatiran anak saya akan terkendala di bahasa ini. agar kami bisa mengatur strategi kedepannya. terima kasih 🙂

    #6640
    Aar
    Keymaster

    Halo kak @Susan

    Semua materi dalam pelajaran di Indonesia memakai bahasa resmi bahasa Indonesia, termasuk soal-soal ujiannya. Ini sudah ketentuan dalam aturan penyelenggaraan pendidikan di Indonesia.

    Untuk anak-anak yang besar dan bersekolah di LN, memang butuh adaptasi dan disiapkan agar bisa mengikutinya dengan baik.

    Bahasa Indonesia juga akan menjadi alat penting untuk membangun dan mempermudah integrasi sosial anak jika tinggal di Indonesia.

    #6639
    Susan
    Member

    baik. terima kasih atas informasinya mas @Aar

    #6638
    Aar
    Keymaster

    Sama-sama kak @Susan

    Cukup banyak kok keluarga Indonesia yang anaknya lahir atau masa kecilnya di LN, kemudian saat kembali ke Indonesia anaknya HS. Dalam prosesnya ada transisi anak melancarkan bahasa Indonesianya. Dengan menjalani HS, penguasaan bahasa Indonesia bisa dijalani lebih fleksibel.

    #6621

    Halo kak Lala dan mas Aar,

    Saya masih belum memahami bbrp hal berikut kak:

    1. Apakah bgmn kita tahu PKBM tsb cocok dg keluarga ya kak? Apakah trial dan error atau ada list PKBM dg website resmi (misal pemerintah daerah) tertentu dg skema PKBMnya?

    2. Apakah PKBM yg kita ikuti harus satu kota dg domisili kita?

    3. Jika anak saya usia 6 tahun apakah harus dimasukkan segera atau bisa di usia misalkan 9 tahun dg ttp ujian usia 12 tahun jika anak saya mumpuni?

    Terima kasih mba Lala dan mas Aar.

    #6619
    Aar
    Keymaster

    Halo kak @ingrid.siahaan

    1. PKBM itu sangat lebar sekali kualitas layanannya. Secara umum rata2 kualitasnya lebih rendah dibandingkan sekolah. Jadi, memang butuh survey dan usaha mengecek layanan PKBM yang kita minati.

    Memilih PKBM isunya ada 2:

    • Legalitas PKBM. Pastikan PKBM sudah punya nomor NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional) dan sudah terakreditasi. Cara cek di sini: https://referensi.data.kemdikbud.go.id/index31.php
    • Jenis layanan. Ada PKBM yang mirip sekolah, ada yang belajarnya fleksibel. Ada yang harus hadir fisik. ada yang tidak. Ada yang bikin rapor, ada yang tidak. Ada yang menyediakan tutor & modul belajar, ada yang tidak. Ada yang mahal, ada yang murah, ada yang gratis (biasanya PKBM negeri).

    Supaya fleksibel, pilihlah PKBM yang legal dan tidak mengharuskan hadir di lokasi dan memberikan fleksibilitas untuk keluarga.

    2. PKBM tidak harus di kota yang sama dengan tempat tinggal kita. Kami tinggal di Jakarta dan PKBM tempat bernaung anak ada di kota Salatiga (Jawa Tengah). Mengapa? Karena cocok saja dengan keluarga kami.

    3. Pendaftaran di PKBM mulai usia 7 tahun. Ujian Paket A paling cepat usia 12 tahun. Di PKBM tidak ada akselerasi. Jika anak sudah bisa menyelesaikan materi pelajaran sebelum 12 tahun, manfaatkan waktunya untuk lebih banyak mengembangkan minat dan bakatnya, juga menambah banyak pengalaman di dunia nyata misalnya travelling, bantu2 pekerjaan orangtua, mencoba bisnis, dll.

    Demikian kak, semoga membantu.

    #6588

    Selamat malam mbak @Lala dan mas @aar, seperti penjelasan di podcast ini bahwa salah satu negara yang tidak mengijinkan HS adalah jerman. Pertanyaan saya, jika anak ingin bersekolah di LN (negara manapun, sebagai contoh), apakah ijazah paket A, B dan C dapat diterima?

    #6587
    Aar
    Keymaster

    Halo kak @annisya.handayani

    Terima kasih pertanyaannya.

    Negara yang tidak menerima ijazah Paket adalah Jerman. Untuk kuliah di Jerman ada pra-university. Untuk masuk S1 perlu ambil Studienkolleg yang mensyaratkan ijazah SMA.

    Untuk negara lain, ijazah Paket biasanya diterima sebagai tanda kelulusan SMA. Di luar ijazah, biasanya setiap juruan dan perguruan tinggi mensyaratkan hal lain, misalnya: TOEFL/IELTS, portofolio, surat rekomendasi, beberapa diantaranya mensyaratkan Cambridge A Level untuk beberapa mata pelajaran.

    Jika memang tertarik untuk kuliah di LN, yang perlu dilakukan adalah mencari informasi persyaratan yang dibutuhkan untuk mendaftar karena setiap jurusan/PT berbeda-beda persyaratannya.

    Di lingkaran kami saat ini ada anak HS yang punya ijazah Paket C dan kuliah Arsitektur di Praha. Dia bisa diterima kuliah dengan modal portofolio karya-karya yang dibuatnya saat magang di perusahaan.

    Demikian kak, semoga menjawab.

    #6380

    selamat siang mbak @Lala dan mas @Aar

    Pendaftaran di PKBM mulai usia 7 tahun. Ujian Paket A paling cepat usia 12 tahun. Di PKBM tidak ada akselerasi. Jika anak sudah bisa menyelesaikan materi pelajaran sebelum 12. pertanyan: anak saya. agustus 2022 usia 7 tahun apakah anak harus mendaftar PKBM sekarang atau bisa daftar saat anak menginginkan ijasah paket A (jika dia ingin melanjutkan jejang sokolah ke SMP)

    terimakasih

    #6222
    Meiliana
    Member

    kak @Aar dan kak @Lala , mungkin pertanyaannya berulang.. baru2 ini, kami berpikiran untuk HS, namun sayangnya, saya sudah melakukan pembayaran pembelian buku dan seragam baru untuk kenaikan kelas 4 SD. pertanyaannya, apakah saya bisa tetap mendaftar PKBM , tapi juga masih berstatus pelajar di sekolah formal SD saat ini ? (dobel gitu, kak) .

    apakah ada kasus / contoh anak yang dobel sekolah gitu ya, kak ?

    pertanyaan selanjutnya, kalo nanti , pergantian semester, kami memutuskan untuk melanjutkan PKBM saja (melepas sekolah formal SD) , apakah bisa ya seperti pindah sekolah ?

Viewing 15 posts - 1 through 15 (of 32 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.
Scroll to Top