Belajar Parenting › Forums › Memulai Homeschooling Usia Dini › eBook Pengantar HS Usia Dini
- This topic is empty.
-
AuthorPosts
-
December 20, 2021 at 10:56 am #4611
Mira Julia
KeymasterApakah Anda punya pertanyaan sesuai materi terkait?
February 2, 2022 at 8:27 pm #6700Anonymous
GuestHai, malam, Mas Aar dan Mba Lala.
Mau bertanya, apabila semisal kita menemukan sebuah lembaga atau sekolah yang visi pendidikannya persis dengan visi orang tua mendidik anak dan cara ajar di lembaga/sekolah itu sangat sesuai untuk anak kita dan kita memasukan anak kita kesitu, apakah ini tetap bukan dianggap homeschooling, ya?Bagaimana dengan orang tua yang keduanya bekerja, sedangkan anaknya dititip ke keluarga lain/pengasuh? Apa masih bisa dianggap homeschooling meski yang memegang anak saat itu bukan orang tuanya langsung?
February 2, 2022 at 8:28 pm #6699Aar
KeymasterHai kak Anisa,
Spirit utama dalam proses pengasuhan anak-anak kita adalah memilih yang terbaik (optimal) sesuai dengan kondisi kita masing-masing.
Nah, dalam upaya memilih itu, kita pasti memiliki banyak pilihan. Setiap pilihan memiliki konsekuensi masing-masing. Jika kita tak menyukai sebuah pilihan, kita harus membuat pilihan yang lain (tentu saja melekat dengan konsekuensi pilihan yang baru).
Kondisi ini juga berlaku dalam proses pendidikan.
1.
Yang disebut homeschooling adalah sebuah model di mana orangtua tidak mengirimkan anak ke lembaga sekolah, tetapi memilih untuk bertanggung jawab sendiri atas pendidikan anak-anaknya. Homeschooling hanyalah sebuah pilihan (opsi) diantara banyak pilihan lain.Jika Anda menemukan sekolah yang sesuai dengan visi keluarga Anda, tentunya itu hal yang sangat baik. Menyekolahkan anak adalah hal yang baik dan dilakukan oleh sebagian besar orangtua.
Kalau anak bersekolah dan orangtua melakukan kegiatan bersama anak, maka sebutannya adalah afterschooling atau parenting. Dan itu adalah hal yang sangat bagus sekali.
2.
Ketika menjalani homeschooling, intinya adalah orangtua yang bertanggung jawab. Teknis pelaksanaannya bisa sangat bervariasi. Mungkin dibantu saudara, mengundang guru, dll. Tapi intinya tetap, orangtua yang menjadi penanggung jawab dan perancang program anak, tidak menyerahkan begitu saja pada orang lain. Pada saat orangtua tak berkantor, orangtua aktif melakukan kegiatan bersama anak-anak karena kegiatan bersama orangtua itulah yang utama.3.
Lalu, apa pentingnya kita disebut homeschooling?Homeschooling hanyalah sebuah istilah saja. Tapi istilah itu harus digunakan sesuai tempatnya. Kalau tidak akan menyesatkan dan membingungkan.
Jika ingin homeschooling, memang ada konsekuensinya yaitu harus mau/bisa menginvestasikan waktu untuk berproses mendampingi anak-anak secara aktif karena itulah yang membedakan praktisi homeschooling dengan orangtua yang mengirimkan anak ke sekolah.
Tapi jika tak memilih homescholing, bukan berarti buruk, kan? Itu hanya pilihan saja, sebagaimana kita memilih jenis pekerjaan dan profesi yang berbeda-beda.
February 2, 2022 at 8:29 pm #6698Anonymous
GuestHallo, selamat malam dan salam kenal mba Mira dan mas Aar.
Ada tidak pengalaman anak yang sudah homeschool lalu anaknya minta untuk masuk sekolah konvensional.
Saya sudah dengar podcast mba Mira dengan ibu 4 anak yang tinggal di Amerika, anaknya minta ke sekolah karena ingin naik bus sekolah. lalu ibunya gali dan cari cara untuk anaknya akhirnya tetap di homeschool.
Nah, ada gak yang memang benar” memutuskan untuk sekolah lagi ke sekolah konvensional dengan alasan apapun?
Kenapa saya bertanya demikian, karena saya sedang menimbang-nimbang apakah saya siap jika itu terjadi di saya. Selain berbagai pertanyaan yang saya tanyakan untuk diri saya sendiri sebagai refleksi untuk memutuskan. Saya ibu bekerja, jadi pertimbangan utama saya adalah apakah saya siap jika harus meninggalkan pekerjaan dan apakah saya siap jika harus terjadi hal-hal yang diluar bayangan saya.
Sebenarnya juga sudah dijawab mas Aar sih di pengantar di depan mengenai yang tau siap atau tidak untuk memulai homeschool ini. 🙂
Terima kasih sebelumnya 🙂
February 2, 2022 at 8:29 pm #6697Aar
KeymasterDear kak Selviana Laru,
Yudhis pernah minta sekolah saat sekitar usia 7 tahun. Setelah kami gali, ternyata penyebabnya adalah dia kehilangan teman2 yang biasanya main dengan dia karena teman2nya mulai masuk SD dan pulang siang.
Ketika kami gali lebih dalam, dia ingin merasakan membawa tas ke luar rumah dan belajar di kelas. Kami kemudian memasukkan dia ke tempat les matematika. Dia dapat tas, pergi keluar rumah tiap siang dan belajar di sana. Tapi ternyata itu hanya jalan sebentar. Dia ngantuk di kelas, merasa bosan karena tidak boleh belajar sambil makan, dll. Itu pertama kali dan satu2 permintaan untuk bersekolah yang dialami anak-anak kami.
Apakah ada anak yang pindah dari HS ke sekolah? Ada.
Yang kami saksikan sendiri ada 2. Yang pertama karena Ibunya meninggal. Ayahnya kemudian memilih untuk menyekolahkan anak. Anaknya SD usia kelas 4. Setelah dilakukan placement test, anaknya turun kelas 3. Setelah itu anaknya sekolah terus dan saat ini sudah lulus SMA.
Anak yang lain pindah sekolah karena orangtuanya bercerai. Usianya juga SD, tapi dia tetap duduk di kelas yang sama seperti perkiraan awal orangtuanya saat HS. Sejak itu sekolah dan tak masalah.
Secara hukum, perpindahan dari HS (PKBM) ke sekolah dimungkinkan. Aturannya ada di: PP 17 tahun 2010 pasal 73 dan Peraturan Mendikbud nomor 129 tahun 2014 pasal 10 & 11. Intinya yang diperlukan adalah:
~ Ijazah sebelumnya
~ Tes kelayakan dan penempatan (placement test) di sekolah yang ditujuFebruary 10, 2022 at 10:49 pm #6648garsinia eriani
MemberHalo kak, saya sudah membaca ebooknya. Terimakasih membuat saya kembali meningkatkan rasa percaya diri bahwa saya bisa memulai HS usia dini.
Disini disebutkan bahwa salah satu pondasi adalah rasa percaya diri pada anak. Sedangkan anak saya seorang yg butuh waktu beradaptasi dengan orang baru, saat saya ajak dia untuk melihat sekolah dan menawari untuk sekolah dia memilih untuk tidak bersekolah dan dia memilih sepakat sekolah dirumah.
Apakah itu karna dia tidak percaya diri? Saat saya bertanya dia hanya menjawab dia ingin bersekolah dengan mamanya.
Lalu bagaimana saya bisa menguatkan rasa percaya diri pada anak? terimakasih.
February 11, 2022 at 2:01 pm #6645Aar
KeymasterHalo kak @garsinia.eriani
Jawaban anak bahwa dia lebih suka belajar bersama mama itu bukan tanda dia tidak percaya diri. Itu berarti preferensi (pilihan yang lebih disukai).
Kepercayaan diri seperti apa yang perlu kita bangun bersama anak, antara lain:
- dia nyaman menjadi dirinya karena tidak dilabeli negatif dan diterima sepenuh cinta oleh Ibu Bapaknya
- dia menjalani kesehariannya dengan nyaman (tidak takut/khawatir)
- dia semakin bertumbuh kemandiriannya (tidak selalu tergantung pada bantuan orang lain)
- anak semakin berani mencoba hal-hal baru
- dia tidak takut berbeda dengan anak lain
Kepercayaan diri tidak harus selalu terkait dengan mencoba hal baru atau berkenalan dengan orang baru yang tak dikenal. Jangan terlalu jauh ke sana penilaiannya.
Sebelum sampai pada keberanian menghadapi situasi baru dan tidak dikenal, anak-anak perlu diberikan rasa nyaman dengan dirinya sendiri. Apalagi untuk anak-anak introvert yang memang secara karakter membutuhkan waktu lebih lama saat beradaptasi dengan situasi baru.
Demikian kak, semoga membantu.
February 11, 2022 at 2:25 pm #6643garsinia eriani
MemberAdakah parameter yg menunjukan bahwa anak sudah nyaman dengan dirinya?
February 11, 2022 at 2:32 pm #6642Aar
KeymasterKak @garsinia.eriani
Beberapa parameter yang menunjukkan anak nyaman dengan dirinya sendiri:
- anak menjalani kesehariannya dengan bahagia
- anak tidak takut menyampaikan pendapat saat ditanya orangtua
- anak berani mencoba hal baru (di lingkungan yang dikenal)
Tahap pertama, dia nyaman di lingkungan yang dikenal. Ini dulu yang perlu diperkuat terus ya kak. Tahapan lanjutan perlu distimulasi secara bertahap sesuai kecepatan anak.
Tahap lanjutan, dia mulai berani mencoba lingkungan dekat (sekitarnya) hingga lingkungan jauh (tempat/orang baru)
November 21, 2023 at 12:00 pm #4951Ini Dini
MemberAssalamualaikum Mba Lala & Mas Aar, alhamdulillah bukunya sudah selesai saya baca.
Ada beberapa poin yg saya highlight dari buku tersebut dan menjadi pertanyaan saya:
Ilmu yg perlu dipelajari orangtua yg melaksanakan HS untuk anak usia dini adalah:
🍀cara membangun pola hidup anak yang sehat,
🍀membangun kebiasaan baik pada anak,
🍀membangun kemandirian,
🍀 membangun keterampilan sosial,
🍀membangun keingintahuan & pengetahuan
Adakah penjelasan lebih lengkapnya tentang ke 5 ilmu tersebut ya kk?
Terima kasih.
November 23, 2023 at 4:46 pm #4946Aar
KeymasterWa’alaikum salam wr wb,
Kak @ini-dini
Apakah sudah sempat mempelajari materi-materi pembahasan yang ada di ebook dan podcast lain?
Semua materi-materi itu saling memperkuat gagasan yang ada.
Beberapa materinya juga diperdalam dalam kelas “10 Keterampilan Dasar Anak”.
Bolehkah kakak mempertajam pertanyaannya? Aspek apa yang ingin diketahui atau mungkin kasus yang sedang kakak hadapi?
Dimulai dari 1 pertanyaan dulu agar saya bisa menjawab lebih jelas.
Terima kasih
🙏
September 28, 2025 at 12:23 pm #4777Putri Bilqisa
MemberHalo mas aar dan mbak lala. Alhamdulillah saya semakin tercerahkan dengan mengikuti kelas memulai HSUD ini dan mengokohkan pondasi saya untuk memilih HS bagi ketiga anak saya yang masih usia dini.
Pertanyaan saya, apabila di tengah perjalan kami sedang menjalankan HS usia sekolah dasar, lalu karena keadaan harus berpindah ke lembaga sekolah, apakah tetap butuh ijazah? mengingat tidak ada ijazah TK. ataukah hanya akan mengikuti placement test?Terimakasih.
October 2, 2025 at 11:49 am #4775Aar
KeymasterKak @putri-bilqisa,
Proses penting di HS Usia Sekolah adalah mendaftarkan anak di PKBM. Itu akan membuat anak punya NISN dan punya rapor. Pastikan memilih PKBM yang terakreditasi dan mengeluarkan rapor setiap semester.
Jika anak punya rapor lengkap, maka itu yang akan menjadi basis jika anak pindah ke sekolah di tengah jalan (misalnya: saat kelas 4 SD).
Lebih jelas, materi ini dibahas lengkap di Kelas Memulai HS Usia Sekolah.
Atau, kakak bisa mengikuti Bootcamp HS Usia Sekolah yang akan diadakan bulan November yang akan datang.Informasi tentang bootcamp homeshcooling bisa dibaca di sini: https://tumbuh.rumahinspirasi.com/bootcamp-homeschooling/
Semoga membantu.
October 9, 2025 at 1:19 am #4771Putri Bilqisa
MemberIzin bertanya lagi mas aar, kebetulan domisili saya di bandung. Dan ada satu sekolah payung yang letaknya cukup dekat dr rumah. Tapi di sekolah payung ini anak saya tetap harus mengikuti ujian semester dan akhir di sana (bisa offline dan online). Apakah ini juga termasuk PKBM yang direkomendasikan ya?
October 11, 2025 at 9:03 pm #4770Aar
KeymasterKak @putri-bilqisa,
Sekolah payung berbeda dengan PKBM.
Sekolah payung badan hukumnya adalah sekolah, ijazah sama seperti anak sekolah karena menginduk pada sebuah sekolah negeri.
PKBM adalah badan hukum untuk jalur pendidikan non-formal. Ijazahnya Paket A, B, C.
Apa bedanya?
Selain berbeda ijazah, proses belajar dan materi belajarnya biasanya berbeda.
Sekolah payung, sesuai namanya, materi belajar dan cara belajarnya sama persis seperti sekolah. Belajar berbasis mata pelajaran, ada tugas, ujian semester, dll. Perbedaan sekolah payung dengan sekolah umum mungkin terletak pada fleksibilitasnya: anak-anak mungkin tidak harus masuk setiap hari (ini perlu dicek di Sekolah Payungnya karena bisa punya kebijakan berbeda-beda).
PKBM sebagai lembaga non-formal yang biasanya mengurusi anak tidak sekolah fleksibilitasnya lebih besar; mulai materi belajar, cara belajar, cara mendapatkan nilai rapor, kehadiran, dll. Misalnya: ada PKBM yang tidak ada ujian di PKBM, proses penilaian rapor diuji sendiri oleh orangtua. Nah, PKBM ini perlu dicek lagi kak karena modelnya lebih variatif lagi… ada yang mirip sekolah, ada yang sama sekali tidak mirip sekolah. Ada yang menekankan pada materi agama, ada yg enterpreneurship, ada yang bisa full online, dsb.
Jika kakak sangat concern dengan kualitas ijazah dan rencana kegiatan belajar mirip sekolah, sekolah payung bisa diambil sebagai naungan legalitas anak.
Jika kakak membutuhkan fleksibilitas lebih tinggi, model belajar dekat dengan unschooling, kakak tidak masalah dengan ijazah Paket; maka PKBM akan memberikan pilihan yang lebih fleksibel.
Catatan khusus saya tentang PKBM, pastikan survey PKBM untuk memastikan PKBM terakreditasi, dan cara belajarnya sesuai harapan kakan (fleksibel).
Semoga membantu 🙏
-
AuthorPosts
- You must be logged in to reply to this topic.