eBook Stimulasi Minat dan Bakat

Belajar Parenting Forums Memulai Homeschooling Usia Sekolah eBook Stimulasi Minat dan Bakat

  • This topic is empty.
Viewing 7 posts - 1 through 7 (of 7 total)
  • Author
    Posts
  • #4682
    Mira Julia
    Keymaster

    Apakah Anda punya pertanyaan sesuai materi terkait?

    #7205
    Anonymous
    Guest

    Apakah ada metode yang sederhana dalam mencari minat bakat anak? Memang masih terlalu dini untuk anak umur 8 tahun. Tapi sangat membantu dalam pengenalan minat dan bakat.
    Anak saya kebetulan kuat dalam matematika, namun masih agak kurang teliti. Mohon sarannya.

    #7201
    Aar
    Keymaster

    Hai kak Renold,

    Sepanjang pengetahuan saya hingga saat ini, tak ada tools khusus untuk mengenali minat-bakat anak usia 8 tahun. Yang adalah pengamatan. Minat dikenali dari: hal yang disukai (enjoy), sering dilakukan (frequent), dan inisiatif tanpa disuruh (initiative).

    Sementara itu, bakat terkait dengan kemampuan menghasilkan output atau kemampuan yang: luar biasa (excellent), kapasitas mempelajari dengan cepat (easy), dan pengakuan nyata dari orang lain (earn).

    Proses utama yang bisa dilakukan orangtua:
    – menggunakan minat sebagai pintu masuk aneka pembelajaran
    – memaparkan anak dengan berbagai pengalaman
    – mencoba melakukan pendalaman pada minat untuk mengetahui apakah yang diminati anak merupakan bakatnya

    #7061
    Anonymous
    Guest

    Selamat sore Pak Aar & Bu Lala, anak saya umur 7 tahun, mudah belajar berkomunikasi dengan orang yang berbeda-beda, selalu suka bercerita, tetapi kurang suka jika membaca dan menulis, jika diberi buku, hanya dilihat gambarnya saja tanpa mau membaca isi bacaan dan sangat sulit belajar dalam matematika atau logika.Yang paling disukai segala sesuai yang berhubungan dengan mobil terkhusus mobil-mobil berat.Pernah saya ikutkan kedalam club Teakwondo dan Tahfiz selama 3 bulan, dengan tujuan biar sosialisasi tetapi kurang tertarik. Bagaimana cara menstimulasi bakat dan minatnya tersebut? Mohon sarannya dan terima kasih

    #7058
    Aar
    Keymaster

    Kak Novia,

    Untuk anak usia 7 tahun, sebagian besar proses terbagi menjadi 2 aspek:
    1. belajar hal penting untuk dirinya (jika tidak suka, maka tugas kita mencari cara agar anak bisa mempelajarinya dengan baik)
    2. mengenali minatnya dan menjadi pintu untuk belajar & pengembangan diri

    Pertama,
    Hal yang penting dipelajari anak adalah literasi dan numerasi karena itu pondasi penting dalam proses belajar. Prosesnya tidak bisa dilakukan dengan hanya menyediakan buku dan menyuruh anak membaca. Diperlukan usaha yang lebih banyak dan lebih kreatif jika anak terlihat tidak suka membaca.

    Hal yang perlu dilakukan adalah ketertarikan dan kecintaan anak pada buku. Pertanyaannya, apakah anak pernah memiliki pengalaman buruk/tidak menyenangkan saat belajar membaca atau terkait buku, misalnya: dipaksa, dimarahi, dll.

    Cari pintu masuk untuk anak:
    ~ mengenali tema2 kesukaan anak dan mencari buku dengan tema tersebut. Cari buku dengan tema mobil, alat transportasi, dsb.
    ~ mengenali film2 yang disukai anak dan mencari buku sesuai tema tersebut untuk menggambar/membaca
    ~ bangun kebiasaan membacakan buku atau cerita sebelum tidur
    ~ untuk buku yang menurut Anda penting, lakukan kegiatan membaca lantang bersama (read aloud)

    Kedua,
    Untuk belajar matematika logika, cara yang Anda gunakan saat ini bagaimana? Apakah Anda menggunakan worksheet dan menyuruh anak mengerjakannya? Apakah Anda mengajari dan menemaninya?

    Anak tidak suka belajar matematika/logika biasanya karena:
    ~ dia belum tahu konsepnya dan dipaksa mengerjakan
    ~ dia tidak memiliki tempat bertanya saat kesulitan. Mungkin ada tempat bertanya, tapi dia tidak nyaman karena diomeli, dimarahi, dsb saat bertanya
    ~ materi yang dipelajari tidak menarik buatnya
    ~ dia tidak tahu untuk apa belajar logika dan matematika

    Proses belajar matematika dan logika bisa dilakukan dengan banyak cara, misalnya:
    ~ kegiatan memasak. Anak bisa belajar: menghitung (counting), menambah, mengurangi, mengalikan, membagi, menimbang, mengelompokkan, dsb.
    ~ gunakan obrolan dan tebak-tebakan sebagai pemicu belajar matematika dan logika. Misalnya: tebak2 menyebutkan nomor plat kendaraan yang lewat (B 3657 = tiga ribu enam ratus lima puluh tujuh), menghitung jumlah tiang listrik saat jalan pagi, menghitung langkah dari rumah ke taman, dan sebagainya.

    Ketiga,
    Biasakan untuk bertanya pada anak jika ada masalah sehingga Anda lebih memahami kondisinya.

    “Mengapa kamu tidak mau membaca buku xxx?”
    “Mengapa kamu tidak suka latihan taekwondo?”
    “Mengapa kamu tidak suka belajar tahfiz?”

    Dengan bertanya langsung pada anak (dengan nada santai, bukan dengan marah2), kita akan lebih memahami anak. Kita akan lebih memahami pola ketidaksukaan anak sehingga bisa mencari solusi untuk anak.

    Semoga membantu.

    #7057
    Aar
    Keymaster

    Sama-sama kak Novia,

    Worksheet memang membantu sebagai latihan dan memantapkan pemahaman anak melalui latihan. Jika anak masih enggan untuk mengerjakan worksheet, salah satu strategi yang bisa kita lakukan adalah memanfaatkan keseharian dan obrolan untuk proses belajar logika & matematika. Ini yang perlu terus diperbanyak.

    #7056
    Anonymous
    Guest

    Terima kasih Pak Aar atas masukannya, sangat membantu sekali. Sekarang sudah ada gambaran bagaimana dan langkah apa yang harus kami ambil untuk mengajarkan sesuatu yang penting, namun anak kurang suka.Untuk belajar matematika dan logika biasanya saya mengajari dan menemani terlebih dahulu,
    kemudian menggunakan worksheet dan mengerjakannya.

Viewing 7 posts - 1 through 7 (of 7 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.
Scroll to Top