Belajar Parenting › Forums › Tempat Ngeriung › Esensial Metode CM
- This topic is empty.
-
AuthorPosts
-
July 15, 2022 at 9:39 am #4193
Rifqi Taufan
Memberhalo kak Aar & kak Lala,
anak saya perempuan usia 4th yg berencana menerapkan HS, sdh baca bukunya mas Yudhis, dan skrg lg baca buku cinta yg berpikir dan 55 prinsip gagasan HS, mau tanya trkait apa esensial perbedaan antara homeschooling metode CM dengan homeschooling yg dijalanin kak Aar dan kak Lala (Rumah Inspirasi)?
terimakasih
July 15, 2022 at 10:47 am #6097Aar
KeymasterHalo kak @rifqi-taufan
Praktek2 HS yang kami jalani memiliki kedekatan cukup banyak dengan CM, tapi akar yang kami gunakan adalah Unschooling. Tapi, karena faktor budaya peran kami sebagai orangtua masih cukup terasa untuk memberikan arahan pada anak sehingga kami juga merasa tidak menggunakan pendekatan Unschooling yang murni.
Dari buku “Cinta yang Berpikir” karya mbak Ellen Kristi, Anda bisa membaca perbedaan-perbedaan antara Unschooling dan CM.
Secara praktis, kami sangat mengandalkan “penciptaan lingkungan” sebagai sarana besar untuk stimulasi perkembangan anak. Kami berusaha menjaga intervensi kami secara minimum pada anak.Ada direction dan feedback yang diberikan orangtua, tapi kami berusaha menumbuhkan kesadaran internal anak-anak terkait pendidikannya sendiri.
Proses yang kami lakukan tidak terstruktur dibandingkan CM. Kami banyak menggunakan kegiatan spontan dan inisiatif anak sebagai pintu masuk untuk proses belajar.
Kami tidak mengatur materi belajar anak secara ketat. Kami tidak menentukan materi-materi apa saja yang harus dipelajari anak. Basic yang kami jaga dari sisi materi belajar adalah literasi/berbahasa dan numerasi/logika. Selebihnya, anak-anak banyak melakukan proses belajar berdasarkan ketertarikannya.
Pola kegiatan belajar anak relatif longgar. Kami terus mengasah anak-anak agar mereka terampil menentukan tujuan belajarnya dan mengelola proses belajarnya sendiri. Tujuan besarnya adalah pembelajar mandiri (self-regulated learner).
Kami tidak menggunakan living books sebagai alat belajar utama. Kami tidak menyeleksi buku yang dibaca secara ketat. Kami menggunakan materi apapun untuk belajar anak: komik, musik, film, game, dsb. Kami menggunakan keseharian dan dunia nyata sebagai materi belajar anak.
Itu diantaranya.
Sebagai praktisi yang menjalani prinsip “pendidikan adalah kehidupan“, kami biasanya tidak pernah mengotak-kotakkan dan membandingkan yang kami jalani dengan sebuah konsep/metode tertentu. Yang penting bagi kami adalah praktik yang cocok dan sesuai dengan anak dan konteks kehidupan kami, yang bisa membantu anak untuk terus bertumbuh optimal.
Membandingkan itu biarlah menjadi tugas dari pengamat dan peneliti, hehehe
Demikian kak, semoga membantu menjawab pertanyaan kakak yaa… 🙂
July 20, 2022 at 6:37 pm #6091Rifqi Taufan
Memberhalo kak Aar,
Terimakasih banyak atas penjelasannya, sangat mencerahkan. 🙂
Salam,
Rifqi -
AuthorPosts
- You must be logged in to reply to this topic.