Kurikulum, Materi Belajar dan Pola Kegiatan

Belajar Parenting Forums Memulai Homeschooling Usia Sekolah Kurikulum, Materi Belajar dan Pola Kegiatan

  • This topic is empty.
Viewing 15 posts - 1 through 15 (of 29 total)
  • Author
    Posts
  • #4676
    Aar
    Keymaster

    Apakah Anda punya pertanyaan sesuai materi terkait?

    #7312
    Anonymous
    Guest

    Case : anak sulung sy, perempuan, 13th, hs sejak lulus sd *atas kemauan ortu*, ‘perlawanan’ dari anak cukup alot.

    1. Apakah yg dimaksud anak usia sekolah pada pelajaran ini tmsk anak smp & sma?

    2. Terkait kurikulum, sy tidak menggunakan kurikulum khusus. Hanya tujuan pengasuhan yg menitikberatkan pada agama.
    Materi belajar kebanyakan pengembangan diri dalam mencari minat anak spt belajar menulis, cinematografi, photoshop, fotografi.
    Nahh pola kegiatan harian ini yg membuat sy galau. Sejak hs, anak cenderung bangun sesiang mungkin. Sesiang2nya. Habis sholat shubuh tidur lagi. Huuft.
    Sy ada 4 anak. Plg kecil umur 1.5 th. Kira2 berikut gambaran besaran kegiatan anak.

    Senin Rabu Jumat : pagi jam 08.00 ads pengajian via zoom.
    Selaiin hari itu anak kira2 bangun jam 10.00-10.30.
    Membantu pegang adik kecil : dgn tugas tidak tentu spt kadang mandiin smp pakai baju, nyuapin, ajak main.
    Ia mengerjakan tugas2 sesuai materi belajarnya.
    Tugas rt belum terlalu saklek ada tugas rutin (maksudnya yg ia kerjakan selalu), krn sy jg masih ada asisten rt.

    Pertanyaannya : dgn sedikit gambaran tab diatas, apakah mnrt pak Aar/ mba Lala pola kegiatan anak saya masih wajar?
    Sdh membuat kesepakatan namun blm bs jalan. Krn mmg pendampingan sy blum maksimal

    #7311
    Aar
    Keymaster

    Kak Mutiara,

    1. Betul kak, HS Usia Sekolah berarti HS untuk SD, SMP dan SMA
    2. Setiap kita beradapatasi dengan kondisi dan tantangan masing-masing. Jadi, memang tak ada sebuah standar atas proses yang ideal yang dicontoh.

    Dalam kasus Anda, itu jadwal untuk usia berapa tahun?

    Tentang bangun pagi:
    ~ Itu tergantung tolerensi dan nilai-nilai keluarga. Ada yang tidak mempermasalahkan. Ada juga yang mengharapkan jadwal yang lebih teratur dan lebih pagi. Selain isu waktu bangun, hal yang perlu dilihat juga adalah produktivitas. Anak-anak yang bangun siang kemudian produktif (membantu orangtua maupun belajar/mengembangkan diri) tentu saja akan berbeda dengan anak yang bangun siang dan tidak jelas kegiatannya.

    Tentang kegiatan belajar:
    ~ Usia anak berpengaruh. Jika Anda tidak bisa mendampingi cukup banyak, salah satu strategi yang bisa dilakukan adalah menyediakan materi belajar yang siap pakai tanpa pengawasan. Dalam pengalaman keluarga kami, kami menyediakan materi belajar online seperti IXL Math dan Reading Eggs sehingga anak2 bisa melakukan proses pembelajaran mandiri tanpa keterlibatan yang banyak kami dalam proses pendampingan.

    Strategi umum:
    ~ Dengan keterbatasan waktu pendampingan karena ada kesibukan mengurus anak paling kecil (dan kesibukan rumah lain), salah satu strategi penting adalah fokus pada anak yang paling besar dan berikan usaha ekstra untuk membimbing dia agar bisa semakin mandiri. Kegiatan belajar anak nomor 1 digunakan juga untuk adik-adiknya dengan kompleksitas diturunkan. Proses ini biasanya bermanfaat untuk membantu mengelola keseharian sehingga lebih terkelola.

    Demikian kak. Jika ada pertanyaan lain atau informasi tambahan, silakan disampaikan.

    #7267
    Anonymous
    Guest

    Terimakasih jawabannya kak.
    Mau menanggapi.

    Dalam kasus Anda, itu jadwal untuk usia berapa tahun? Si sulung 13 th ini.

    Selain isu waktu bangun, hal yang perlu dilihat juga adalah produktivitas. ==) Alhamdulillah lumayan produktif. Anak ini ‘on’ nya kyknya malem. Malem itu suka ngajak ngobrol atau minta diskusi inu itu ke sy. Sementara sy sdh habis energi.

    Kegiatan belajar anak nomor 1 digunakan juga untuk adik-adiknya dengan kompleksitas diturunkan. ==) bgmn ini maksudnya? Apakah benar seperti ini :
    Misal
    Sulung 13 th, ikut kelas menulis
    No 2, 11th, laki, disleksia, sy minta utk membuat tulisan sederhana, dengan menitikberatkan pada membuat kalimat SPOK.
    No 3, 5th saya rekam dialog setelah sy menceritakan buku untuknya.
    No 4, 1.5th sy bacakan baby book atau buku dgn banyaaak gambar.

    Cth lain
    Sulung ikut fotografi
    No 2 sy minta dia foto dgn sy berikan tema dan contoh
    No 3 sy tanya mana objek foto yg menarik saat sedang jalan2.

    Gitu bukan ya?

    #7255
    Aar
    Keymaster

    Betul kak Mutiara.

    Kegiatan satu jenis, tapi dikelola kompleksitasnya sesuai usia/kapasitas anak.

    Dengan cara seperti ini, kita lebih bisa mengelola proses keseharian homeschooling dan tidak harus pusing akibat kegiatan anak yang terlalu bervariasi.

    #7227
    Anonymous
    Guest

    Hallo Kak..
    Adik saya berumur 6 tahun dan dia homeschooling. Apakah saat menjalani homeschooling di usia ini dia perlu didaftarkan ke PKBM ataukah menunggu sampai usia setara kelas 6 SD?
    Tq

    #7226
    Anonymous
    Guest

    Halo kak Lala
    Saya punya 4 anak anak pertama saat ini ini naik kelas 2 SMU dan memutuskan untuk hs tidak mau kembali ke pondok pesantren begitu pula dg adiknya yg no 2 naik kelas 3 SMP,anak nomor 3 usia 4th yg paling kecil 2th. Saya sudah melihat video tetang kurikulum hs kurang lebih sudah banyak yg bisa saya pahami dari pemaparannya. Yang ingin saya tanyakan dimanakah saya bisa mendapatkan materi untuk pelajaran matematika dan bahasa Inggris secara online seperti yg disampaikan Mas Aar dalam video tersebut?

    Terimakasih

    #7225
    Aar
    Keymaster

    Hai kak Enna,

    Menurut aturan tertulis, anak-anak perlu didaftarkan di PKBM sejak usia sekolah (kelas 1). Tapi, di lapangan kondisi PKBM di lapangan bisa 3 macam:
    1. Ada yang menerima pendaftaran sejak kelas 1/7 tahun (sangat sedikit)
    2. Ada yang menerima pendaftaran sejak kelas 4 (karena data anak masuk ke sistem Dapodik mulai kelas 4)
    3. Ada yang menerima pendaftaran 1 tahun menjelang ujian

    Kondisi nomor 3 itu semakin jarang. PKBM biasanya meminta anak masuk dan terdaftar sejak kelas 4 (usia 10 tahun)

    Ini adalah realitas di lapangan, kak Enna. Jadi, manajemen di PKBM itu tidak standar dan kita mengikuti sesuai persyaratan di PKBM yang kita tuju.

    #7222
    Aar
    Keymaster

    Pilihannya banyak kak Fina,
    Kalau keluarga kami menggunakan materi IXL Math (www.ixl.com) dan IXL Language Art (www.ixl.com/ela). Ini materi berbayar. Originalnya sekitar $79/tahun, Rumah Inspirasi terkadang ada kursi kosong dengan biaya 285K/tahun.

    Selain itu, kami juga menggunakan materi belajar di Khan Academy (http://www.khanacademy.org)

    #7221
    Anonymous
    Guest

    Om Aar.. Kalau anak saya mau HS, saat ini kelas 2 SD (sekolah konvensional). Bagaimana proses pendaftarannya ke PKBM ya? Kemudian, karena saya tugasnya berpindah-pindah, bagaimana proses perpindahan antar PKBM? Terima kasih.

    #7220
    Aar
    Keymaster

    Kak Renold,

    Prinsip pendaftaran PKBM bisa dilakukan di manapun di Indonesia. Pilihannya adalah:
    1. Mendaftar di PKBM dekat rumah. Nanti kalau pindah tugas, mutasi ke PKBM dekat rumah seperti mutasi sekolah.
    2. Mendaftar di PKBM yang melayani online. Selama proses belajar, anak tidak perlu pindah-pindah PKBM. Proses belajar dilakukan mandiri di keluarga dengan panduan materi akademis melalui PKBM. Untuk materi pengembangan diri sepenuhnya ada di tangan keluarga.

    PKBM yang melayani online ini belum banyak. Konsekuensinya, nanti pas mau ujian Paket A (kelas 6) harus hadir di kota tempat PKBM itu berada.

    Sebagai contoh, kami mendaftar PKBM Piwulang Becik yang lokasinya di Salatiga, Jawa Tengah. Anak-anak proses belajarnya mandiri di rumah bersama kami. Pas Ujian Paket, kami pergi untuk Ujian paket sekalian jalan2 ke Salatiga.

    Nama PKBM Piwulang Becik ini hanya contoh saja, bukan referensi. Pilihan PKBM bisa dipilih sendiri sesuai kecocokan dan preferensi keluarga masing-masing.

    Tentang proses pendaftaran, intinya adalah mutasi dari sekolah ke PKBM. Detil teknisnya bisa dikonsultasikan dengan pengurus PKBM yang dituju.

    #7157
    Anonymous
    Guest

    Selamat sore, ka mira dan ka aar
    Saya mau nanya, anak saya usia 6 tahun. Tapi menurut saya logika dan konseptual si anak belum selaras. Ada ga tips dan trik biar terasah logika dan konseptual si anak ?? Terima kasih

    #7154
    Aar
    Keymaster

    Kak Wini,
    Proses belajar logika dan konseptual biasanya dibangun menggunakan 2 alat utama, yaitu: bahasa dan matematika.

    Proses paling sederhana (tapi efektif) adalah melalui kegiatan mengobrol & bercerita.

    Cerita bisa dilakukan dengan cara:
    ~ Anak dibacakan buku cerita, kemudian diminta diminta menceritakan ulang dengan bahasanya sendiri
    ~ Anak usai melakukan kegiatan, kemudian diminta menceritakan ulang kegiatannya.

    Prosesnya dilakukan secara santai dengan cara mengobrol.

    Jika anak belum terbayang cara melakukannya, maka berikan contoh sederhana yang bisa dilakukan anak. Jika anak masih belum bisa juga, bantu dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada anak.

    Dari proses ini, anak belajar mengenali judul buku, nama penulis, nama tokoh, dan alur cerita. Bantu anak mengucapkan kata-kata yang sulit diucapkan. Jangan lupa menanyakan pada anak kosakata yang tidak dimengertinya. Jika ada yang tak dimengerti, jelaskan dan kenalkan dengan kosa kata baru yang digunakan di dalam buku.

    Semoga membantu.

    #7106
    Anonymous
    Guest

    Halo Bu Lala dan pak Aar,

    sejauh ini saya sudah mendapatkan banyak pemahaman dari Rumah Inspiraasi terkait HS. Walau anak sulung saya, Mia (6.5th), masih harus sekolah dikarenakan tahun lalu sudah terlanjur daftar dan melunasi keperluan sekolah. Tetapi saya tetap mencoba menerapka HS kepada Mia dan Mika (3.5th)

    sejalan dengan penerapan HS dirumah, saya mendapati trial dan error beberapa cara. Seperti penerapan jadwal, mulai dari kesepakatan dan ide dari ortu dll. Observasi minat lalu mencoba menggali lebih dalam terkait minatnya yang kemudian diselaraskan dengan bakatnya..

    bulan september ini seperti menuai kebiasaan baik dari Pendekatan Terstruktur. Mulai muncul inisiatif kegiatan dan jenis kegiatan dari Mia sendiri. Point besar pada kegiatan Eksperimen Sains/STEM, Memasak, dan Menggambar. MAta pelajaran yang saya utamakan kepada anak anak untuk dipelajari, hampir sama dengan Pak Aar dan Bu Lala, yaitu Matematika dan Bahasa.

    Goals Matematika tentu saja pada logika dan memahami unit unit di dalam math
    Goals Bahasa Inggris lebih ke membaca dan berbicara sederhana

    oke jadi pertanyaan saya adalah
    Adakah acuan Gambaran Besar untuk Matematika dan Bahasa Inggris ?
    maksudnya Big Picturenya, tema apa sajakah yang harus dikuasai secara bertahap pada mata pelajaran tersebut. KAlau saya lihat pada Silabus Matematika milik pemerintah, wah tulisannya rumit dan agak membingungkan karena saya termasuk awam. Sedangkan kalau lihat dari sekolah, Pembelaarannya acak, tidak urut dari halaman depan kebelakang dari buku temanya. Misal awal masuk mengenal bilangan 1-10 kemudian minggu lalu sudah masuk Bangun Ruang. MAsih dalam tahap pengenalan. Nah ini agak mengagetkan saya. kok sudah bangun ruang.

    maka dari itu saya bertanya tanya adakah acuan yang dipakai bu lala dan pak aar dalam pengenalan mata pelajaran ? khususnya math dan inggris..

    kalau melalui games saja, rasanya kurang terlihat gambaran besarnya.
    atau adakah saran mengenai hal ini ?

    terimakasih sebelumnya
    salam
    Sofie – Jahe

    #7105
    Anonymous
    Guest

    Halo Pak Aar,

    wah terimakasih atas penjelasannya.
    Apakah ada link Kerangka Materi Belajar Math di IXL Math ?
    saya sudah daftar di rumah inspirasi yang tahunan itu. Apakah masuk ke tab Standards ? lalu memilih wilayah yang diinginkan ?

    nah kekhawatrian saya selanjutnya adalah, sejau ingatan saya, math itu memiliki banyak turunan teori. Hitung Luas, lalu ada porogapit atau apa itu lupa juga, kemudian teori lanjutan lainnya. Kekhawatiran saya adalah tidak dapat menyampaikan materi tersebut dengan baik. Apakah teori rumus itu akan terpakai di ujian Paket A ? apakah dengan memberikan tambahan kursus sebelum ujian menjadi jawabannya ?

    Saya sepakat untuk bahasa inggris 🙂 atau bahasa manapun, digunakan untuk berkomunikasi..
    paling khawatir memang di matematika, atau ilmu eksak seperti kimia fisika dll..

    bagaimana pengalaman pak aar dan bu lala menghadapi ini ?

    salam sofie

Viewing 15 posts - 1 through 15 (of 29 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.
Scroll to Top