Menemukan minat yang ingin di pelajari

Belajar Parenting Forums Tempat Ngeriung Menemukan minat yang ingin di pelajari

  • This topic is empty.
Viewing 8 posts - 1 through 8 (of 8 total)
  • Author
    Posts
  • #4203

    Kak Lala dan Kak Aar,

    Anak saya usia 14. Sejak 2 tahun yang lalu kami sepakat untuk meng-unschool karena saat itu dia aktif di bidang olahraga. Lalu saat pandemi, saat kegiatan hs sudah di mulai, olahraganya tidak bisa dilanjutkan lagi hingga sekarang jadwal pun masih on off. Sempat ertarik di bidang public speaking tapi kelamaan dia bosan. HIngga sekarang, masih bimbang dan beum menemukan interest atau bidang apa yang dia minati untuk di pelajari. Kita orang tua sudah membantu menggali dan menawarkan beberapa option (sudah di diskusikan juga dengan si anak) tapi ujung-ujungnya malah anak kurang tertantang untuk memenuhi target pembelajaran karena tidak menikmati prosesnya.

    Apakah minat bisa di ketahui dengan psiko test? Atau ada saran supaya anak bisa memilih atau memutuskan apa saja yang bisa dia pelajari?

    Terima kasih banyak sebelumnya

    #6260
    Aar
    Keymaster

    Halo kak @prita-anandayu,

    Terima kasih sharing dan pertanyaannya.

    Tes Minat & Bakat

    Yang ditanyakan mungkin bakat ya, bukan minat? Minat itu hal yang disukai, bersifat temporer, biasanya dipengaruhi oleh lingkungan (stimulasi, tempat, waktu). Sementara bakat adalah potensi internal yang menunjukkan kekuatan yang ditandai: kapasitas belajar yang besar, kemampuan/hasil karya excellent, pengakuan eksternal terhadap kualitas skills/karya.

    Minat diamati dari kegiatan yang dinikmati. Tidak perlu dites. Secara alamiah memang berubah-ubah.

    Minat biasanya menetap lama jika: ada dampak manfaat/keuntungan yang dirasakan, ada tantangan untuk terus bertumbuh, kepercayaan diri karena punya kapasitas melakukan dengan baik, umpan balik dari luar (pengakuan, uang, penghargaan, kemenangan, dll.

    Ada tes2 psikologi terkait bakat (potensi). Tapi itupun tidak bersifat conclusive (kepastian). Dia membantu memberikan arah, tapi pengambilan keputusan tidak bisa hanya digantungkan pada hasil tes tersebut.

    Keberhasilan

    Mengapa bakat & minat tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan untuk keberhasilan. Karena ada banyak faktor lain yang mempengaruhi keberhasilan. Salah satu yang sangat penting menurut riset Angel Duckworth adalah grit (kegigihan, kerja keras tak mudah menyerah).

    Minat + grit = prestasi

    Bakat + grit = prestasi

    Minat & bakat tanpa grit tak akan menjadi apa-apa.

    Jadi, faktor besar yang penting untuk dikuasai anak adalah grit; kapasitas bekerja keras, ulet, pantang menyerah.

    Bagaimana grit dibangun?
    Dengan memiliki tujuan yang sifatnya internal (dorongan dari diri sendiri), tujuan2 lebih kecil yang bermakna dan bisa diraih, kepercayaan diri karena seringberhasil, juga konsistensi berlatih mengasah diri.

    Pandemi & kesehatan mental

    Pandemi selama 2 tahun yang mengakibatkan halangan melakukan kegiatan di luar menimbulkan dampak yang sangat besar, termasuk pada para remaja. Mereka merasa tidak berdaya dan banyak yang sangat kecewa karena kehilangan masa-masa emas dan kesempatannya meraih berbagai hal.

    Kondisi ini banyak menimbulkan isu kesehatan mental bagi remaja, dengan berbagai tingkat mulai yang ringan hingga berat (depresi).

    Karena pandemi sudah turun dan kegiatan di luar mulai aktif dilakukan, hal yang bisa dilakukan orangtua adalah:

    1. Menerima & menemani

    Menemani anak menerima kondisi yang tidak ideal yang berada di luar kontrol. Dalam bagian dari penerimaan itu adalah memberikan ruang toleransi yang besar pada anak yang sedang mengalami kekecewaan besar. Perbanyak penerimaan, kurangi tuntutan pada anak.

    2. Bersama-sama menata ulang prioritas dan jenis kegiatan.

    Apakah kegiatan lama masih akan dikejar? Jika iya, berarti mulai lagi secara bertahap.

    Apakah momentum sudah hilang dan perlu mencari pintu yang baru? Jika iya, berarti perlu berproses bersama mulai dari nol. Karena mulai dari awal lagi, butuh kesabaran untuk bersama-sama menemukan pola baru yang paling sesuai.

    3. Melihat saat ini dan ke depan

    Kita tak bisa melakukan apapun untuk waktu yang hilang selama pandemi. Yang bisa kita lakukan adalah merencanakan dan melakukan aksi saat ini sambil melangkah ke depan.

    Percayalah, waktu yang tersedia masih banyak. Tak ada istilah terlambat.

    Dunia menyediakan banyak kesempatan yang bisa dan perlu dijajagi.

    Demikian jawaban dan catatan saya, semoga membantu.🙏

    #6241

    Terima kasih Kak Aar dan Kak Lala untuk jawabannya.

    Terus terang sejak kegiatan olahraga ini berhenti, kami parents sudah mengarahkan berbagai kegiatan yang awalnya disambut baik, namun apakah karena jenuh atau tak tertantang selalu berhenti di tengah jalan. Saya pun sering dibuat down dan kecewa karena harus mengulang lagi dan mencari apalagi yang bisa kami tawarkan. sementara anak lebih santai dan masih belum bisa menjawab tiap kali kami menanyakan apa yang bisa kami bantu dan interes apa yang ingin dia pelajari.

    Sempat ada jawaban di ingin nantinya meneruskan kuliah ke Sastra Indonesia, maka kami menganjutkan untuk dia mengikuti ujian persamaan tingkat SMP tahun depan. Selain itu dia masih boleh untuk membekali dirinya dengan kegiatan ekstra yang lain.

    Saat ini kami sedang mencari informasi untuk ujian persamaan ini dan bagaimana cara persiapannya.

    Sekali lagi terima kasih ya Kak

    #6236
    Aar
    Keymaster

    Kak @pinta-anandayu

    Dibawa lebih rileks dulu kak, Setiap anak berbeda-beda timing dan prosesnya. Apalagi anaknya merasa tenang dan kondisinya baik-baik saja.

    Tugas orangtua dalam masa “transisi” itu adalah menurunkan ekspektasi. Dorong anak untuk mulai mengambil inisiatif.

    Tugas anak adalah menjalani keseharian dengan baik sampai menemukan hal yang mau ditekuni lagi dengan serius.

    Jika mau ujian Kesetaraan, proses saat ini berbeda dengan zaman dulu. Zaman dulu bisa daftar di tahun terakhir (kelas 3 SMP). Proses sekarang tidak bisa lagi. Anak harus sudah daftar di PKBM dan data rapornya lengkap di Dapodik sebagai syarat mengikuti Ujian Kesetaraan.

    Jika memang mau Ujian Kesetaraan, jangan lupa segera ke PKBM dan berkonsultasi. Jangan sampai anak ingin ujian Paket, tapi tidak bisa karena tidak memenuhi persyaratan.

    Demikian kak, semoga membantu.

    #6235

    Kak Agar,

    Mohon referensi untuk PKBM yang fleksibel untuk anak bisa belajar dari rumah dan tidak perlu mengikuti pertemuan yang rutin.

    Anak saya sekarang setara 2 SMP akan naik ke kelas 3, apa bisa saya daftar untuk tahun depan ujiannya?

    Saya agak slow dan berantakan untuk masa peralihan ini, merasa bersalah sekali karena saya rasa persiapan kami kurang lengkap, detail dan matang.

    #6232
    Aar
    Keymaster

    Halo kak @pinta-anandayu

    Kami tidak punya daftar referensi PKBM tertentu. Anak kami terdaftar di PKBM Piwulang Becik Salatiga: https://piwulangbecik.com/

    Di PKBM ini kegiatan belajar anak dilakukan berdasarkan kesepakatan. Setiap semester orangtua membuat portofolio/dokumentasi kegiatan belajar anak.

    Salah satu PR kalau mau homeschooling memang survey PKBM yang cocok, kak.

    Prosesnya dimulai di sini: https://referensi.data.kemdikbud.go.id/index31.php

    Apakah anak bisa ikut ujian Paket tahun depan?

    Syaratnya adalah anak terdaftar di PKBM dan memiliki rapor yang masuk ke sistem Dapodik. Lebih pasti, silakan dikonsultasikan dengan PKBM yang dituju.

    #6092

    Terima kasih atas jawabannya kak.. kami sedang proses mencari PKBM yang sesuai, dan minggu ini rencana kami juga akan mengikutkan anak kami psikotest supaya dia mendapat bantuan profesional untuk mengenal minat dan bakatnya. Karena sempat dia mau meneruskan sekolah SMA kejuruan, jadi kami harus memiliki nilai kelas 1 dan 2 plus ujian persamaan di kelas 3, ini informasi yang kita dapat dari PKBM yang saya temui.

    Saya masih kurang memahami masalah PKBM ini dan juga perlunya portfolio. Karena selama 2 tahun ini pembelajaran berjalan begitu saja. Anak kami yang kedua pun setelah mengikuti SD kelas 1, dia ingin HS juga karena tidak nyaman dengan sistem sekolah online dari sekolah nya.

    Saya merasa bersalah sekali terlambat untuk membuat portfolio takutnya menghambat proses pembelajaran anak saya misalnya nanti mereka ingin meneruskan di akademis.

    Apakah setiap PKBM meminta portfolio ya Kak?

    #6090
    Aar
    Keymaster

    Halo kak @pinta-anandayu

    Tidak semua PKBM meminta portofolio. Ada banyak PKBM yang masih menggunakan cara konvensional untuk membuat rapor yaitu dengan menggunakan tes/ujian akhir semester. Jadi, pastikan Anda bertanya pada PKBM yang Anda minati tentang cara PKBM membuat rapor anak karena setiap PKBM memiliki kebijakan yang berbeda-beda.

    Dalam konteks HS, portofolio itu penting untuk menunjukkan kemampuan/skills anak. Dengan terbiasa memiliki portofolio, orang jadi lebih mudah memahami kemampuan anak dan anak bisa menggunakan portofolio sebagai alat komunikasi untuk mencari peluang berkolaborasi, magang, atau bekerja.

    Demikian, semoga membantu..🙏

Viewing 8 posts - 1 through 8 (of 8 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.
Scroll to Top