Podcast Area Pengembangan Keterampilan

Belajar Parenting Forums 10 Keterampilan Dasar Anak Podcast Area Pengembangan Keterampilan

  • This topic is empty.
Viewing 3 posts - 1 through 3 (of 3 total)
  • Author
    Posts
  • #4643
    Aar
    Keymaster

    Apakah Anda punya pertanyaan sesuai materi terkait?

    #7279
    Anonymous
    Guest

    dear Mas Aar dan Mba Mira, anak pertama saya (sekarang usia 8 tahun) sempat saya titipkan di rumah neneknya cukup lama dan sering..karena adiknya memiliki kasus autoimun dan menyita banyak perhatian karena harus menjalani serangkaian treatment. dampak buruk dari seringnya dititipkan adalah ketergantungan terhadap gadget karena pola asuh nenek-kakek yang cenderung memanjakan dan membiarkan asal anak diam tidak rewel. saat ini seiring dengan membaiknya adiknya dan lebih banyak bersama sang kakak, saya coba merangkul sang kakak dan membatasi gadget juga meningkatkan kemandiriannya. so far sang kakak sedikit demi sedikit mulai ada peningkatan walau masih jauh dari oke menurut saya, karena masih ada sifatnya yg addict thd gadget (terutama game ipad), bila disudahi ipad/hpnya maka dia beralih ke TV. TV disudahi dia seakan kehilangan semangat melakukan hal lain sehingga harus di’push’ dan dioyak oyak. hal lain yang menjadi kekhawatiran saya adalah cita-citanya ingin menjadi game designer, di mata saya ada ketakutan dia akan kecanduan game yang justru banyak mudharatnya, namun di sisi lain ada keinginan mendukung supaya anak bisa mengembangkan game yang sifatnya edukatif dan membangun karena saya lihat anaknya cerdas dan kalo bareng main game keliatan banget dia cepat bisa beradaptasi juga memiliki problem solving yang bagus (ibunya aja kalah). langkah apa saja yang sebaiknya saya lakukan agar sang kakak tidak salah jalan dalam menggapai cita-citanya dan memiliki motivasi lebih terhadap ketrampilan lain (misal membantu pekerjaan rumah, memasak, dll). trims sebelumnya

    #7272
    Aar
    Keymaster

    Kak Retno,

    Ada beberapa isu terkait pertanyaan Anda:

    1. Mengubah kebiasaan terhadap gadget
    2. Pengembangan untuk anak

    1. Mengubah Kebiasaan
    Proses mengubah kebiasaan bukanlah hal yang mudah. Bukan hanya untuk anak, orangtua saja sangat susah kalau diminta mengubah kebiasaannya.

    Mengapa susah?
    Karena ada barrier psikologis yang harus dilewatinya. Dia sudah mendapatkan kesenangatn dari main gadget, maka dia selalu mencari sensasi kesenangan itu. Kehilangan sensasi kesenangan akan membuatnya gelisah dan mencari-cari (ini fenomena umum adiksi, termasuk yang dialami orang dewasa dengan rokok, gosip, prokras, dsb).

    Jadi, kita perlu berempati pada anak bahwa prosesnya tidak mudah. Empati ini akan membuat kita lebih sabar dalam mengelola proses perubahan yang diharapkan terjadi pada anak-anak.

    Berbeda dengan orang dewasa yang susah mengubah kebiasaan, anak-anak relatif lebih mudah dan lebih memiliki kelenturan. Apalagi karena anak berada dalam posisi tergantung (dependen) pada orangtua dan lingkungan sekitarnya.

    Apa yang bisa dilakukan?
    a. Buat aturan main
    Atur dan sepakati durasi menggunakan gadget. Pastikan anak tahu batasan itu. Pilih jangka waktu yang masuk akal dan bisa dijalani anak, kemudian turunkan secara gradual. Jangan langsung mendadak dipangkas.

    b. Petunjuk dan sarana
    Anak tak bisa hanya dicabut dari gadgetnya dan kemudian dibiarkan. Berikan petunjuk tentang hal-hal yang bisa dilakukan oleh anak. Sediakan alat dan materi kegiatan yang lain.

    c. Pendampingan
    Beri petunjuk, dorong anak, ingatkan. Itu proses yang memang perlu dilakukan. Prinsipnya sama, tapi pendekatannya saja yang diperbaiki dengan mendorong kesadaran anak melalui pertanyaan: “kakak ingat kesepakatan kita? setelah main iPad, terus apa? dst”

    Pengembangan Anak
    Pilihan untuk menjadi game maker adalah pilihan yang sangat umum untuk anak-anak yang menyukai game. Biarkan saja dan dukung mimpinya karena itu bisa menjadi pintu masuk untuk proses anak belajar dan bekerja keras.

    Game maker itu bukan berarti hanya main game saja. Banyak hal yang perlu dipelajari oleh anak.

    Nah, mulailah dengan menjadikan cita-cita itu menjadi proses belajar: belajar menggambar, belajar animasi, belajar coding, dll.. Setahap demi setahap tentu saja prosesnya.

    Intinya, cita2 berbeda dengan mimpi. Cita-cita membutuhkan proses dan usaha untuk merealisasikannya.

Viewing 3 posts - 1 through 3 (of 3 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.
Scroll to Top