Belajar Parenting › Forums › Menyiapkan Pembelajar Mandiri › Podcast Berorientasi Tujuan
- This topic is empty.
-
AuthorPosts
-
December 25, 2021 at 10:20 am #4450
Aar
KeymasterApakah Anda punya pertanyaan sesuai materi terkait?
August 28, 2023 at 7:02 am #5028Vera Marsella
MemberSelamat pagi Mas @Aar
Ketika berbicara membangun tujuan. Bagaimana jika anak mengubah tujuan yang sudah disepakati dalam suatu kegiatan?
Misalnya kakak pada usianya 5 tahun ini, ketika saya amati sudah mulai terbangun kemampuan untuk beropini, menentukan pilihan dan teguh dalam mempertahankan pilihannya tsb. Meski sudah mulai berbeda pendapat dgn saya. Hehehe..misalnya urusan tempat tidur yang harus rapih banget katanya agar seperti kasur2 di hotel atau sprei yang menurut saya sudah waktunya di cuci tapi kakak tidak mau, karena sedang suka2nya dengan sprei tsb. Atau meja tempat dia berkreasi posisi barang2nya sudah kakak atur dan tidak boleh ada yang merubahnya. Jika ada yang merubahnya emosi kesalnya muncul. tp saya ingat pesan Mas Aar untuk membuka ruang untuk anak. Asal anak dalam kedaan aman dan sehat.
Beberapa kali dalam kegiatan spontan. Kakak suka merubah tujuan kegiatan tapi spirit kreativitasnya masih ada. Contohnya,
Pertama, kakak izin ingin dibelikan kertas kado awalnya ingin buat stiker. Tapi saat di rumah kakak bilang jadinya mau bikin kado. Dan ternyata selain kemandirian yang saya lihat. Karena selama berkegiatan kakak lakukan sendiri. Saat kado2 yang dia buat sudah selesai kemudian kakak presentasikan kepada saya apa yang sudah kakak buat. Ternyata jendela belajar malah terbuka lebih lebar di luar ekspektasi saya. Dimana kado2 yang kakak buat untuk ayah, ibu, adek, kakak ada tulisan inisial nama kami. Kakak bungkus mainan2 kecil miliknya pakai kertas kado.
Kedua, kemarin anak2 main spidol. Kami sepakat saat beli spidol warna ini isinya tidak boleh dibuka2 supaya bisa lebih awet dipakai buat menulis2, menggambar. Ok..
tapi saat spidol ini beberapa kali sudah dipakai untuk menulis, menggambar. Akhirnya setengah isi spidol warna (12 warna spidol) dibuka kemudian isi spidolnya direndam di dalam air. Dan anak2 bermain warna, saat diajak ngobrol adek (2th) jadi lebih tajam mengingat warna2. Kakak kemampuan mencampur warna x+y=z jadi lebih tahu. Mereka sangat antusias dimana tangan, kaki penuh warna spidol, coret2 di kertas, dinding. Sampai akhirnya main air.
Jika direfleksikan jendela belajar malah terbuka makin lebar meski tujuan awalnya dirubah. Nah jika kebiasaan spt ini terus dilakukan apakah akan baik atau tdk untuk mengubah tujuan saat proses kegiatan berlangsung? Meski ada spidol yang jadi cepat habisnya tapi anak2 punya pengalaman yang menurut saya seru, meningkatkan kemampuan kognitif dalam mengingat warna, mencampur warna, inisiatif.
Terimakasih
August 29, 2023 at 9:57 am #5025Aar
KeymasterKak @vera-marsella
Terima kasih sharingnya.
Ada 2 aspek yang saya berikan catatan:
1. Negosiasi
Dalam proses interaksi terkait inisiatif, komitmen, tujuan, perubahan di tengah jalan; semua itu merupakan bagian dari dinamika lapangan.
Dalam dinamika lapangan, kunci pentingnya adalah negosiasi. Dalam negosiasi, ada kesepakatan/aturan lama yang diubah dan disesuaikan dengan perkembangan yang lebih sesuai dengan kondisi terkini.
Negosiasi adalah keterampilan yang bisa dikembangkan bersama anak. Negosiasi merupakan bagian dari keterampilan mengambil keputusan.
Dalam proses negosiasi, poin penting yang perlu diajarkan orangtua adalah:
- mengenali kriteria utama: keamanan, kesehatan, kebersihan (yang sebaiknya tidak bisa ditawar)
- mengenali kriteria tambahan: kerapihan, kesenangan, jadwal, dll (yang bisa dinegosiasikan dan disepakati ulang)
2. Jendela Belajar
Ketika jendela belajar terbuka, biasanya banyak sekali peluang pembelajaran yang bermunculan. Demikian yang terjadi.
Kondisi ini bisa menimbulkan excitement (semangat berkegiatan karena banyak kesempatan) dan kebingungan (terlalu banyak pilihan).
Apakah harus sesuai dengan tujuan?
Tidak juga. Yang penting orangtua dan anak tidak overwhelmed.
Kenali tujuan belajar yang ingin Anda bangun pada satu saat.
Jika Anda sedang ingin mengajarkan konsistensi, lakukan kegiatan sesuai tujuan dan abaikan dulu peluang belajar yang lain.
Jika Anda sedang membuka diri untuk pembelajaran apapun, maksimalkan peluang belajar apapun yang muncul sepanjang jalan.
Demikan kak, semoga membantu 🙏
August 30, 2023 at 11:05 pm #5022Vera Marsella
Memberterimakasih Mas @Aar untuk catatannya.
Poin buat saya pegang adalah ‘kenali tujuan belajar yang ingin saya bangun pada suatu saat’
Bisa pilih konsistensi atau membuka jendela belajar. Sepertinya kami butuh keduanya yang bisa dilakukan pada suatu saat.
September 1, 2023 at 9:57 am #5017Aar
KeymasterKak @vera-marsella
Dalam satu waktu, terkadang kita perlu memilih sebuah hal dan tidak mendapatkan semuanya.
Ini kondisi yang perlu disadari dan diterima.
Jangan kecewa kalau tak bisa mendapatkan semuanya karena kita punya banyak sekali kesempatan di waktu lain bersama anak.
September 2, 2023 at 7:55 am #5012Vera Marsella
Memberbaik Mas @Aar . Jadi catatan bagi saya. Terimakasih untuk pengingatnya🙏
-
AuthorPosts
- You must be logged in to reply to this topic.