Halo kak Enggar,
Terima kasih pertanyaannya.
Tujuan dari anak berkegiatan adalah pada pengalaman belajar/berkegiatan dan skills anak, serta bertambahnya pengetahuan/wawasan anak. Itu yang utama.
Untuk mendukung proses pertumbuhan itu, dalam HS biasanya dibuat dokumentasi. Tujuan membuat dokumentasi adalah merekam jejak pengalaman belajar dan perkembangan anak. Fungsinya sebagai alat untuk refleksi (saat anak kecil) dan bahan menyusun portofolio (saat anak besar).
Dokumentasi itu bisa bersifat fisik atau digital.
Sampai tingkat SMP, dokumentasi yang utama berbentuk digital, itu yang paling mudah. Jika dirasa ada karya yang sangat menonjol, bisa disimpan dokumentasi fisiknya. Tapi tidak perlu banyak, betul-betul selektif saja.
Saat jenjang SMA, anak sudah mulai kelihatan keahliannya dan kualitas karyanya. Untuk proses memudahkan, tetap yang utama adalah dokumentasi digital. Jika ada karya yang menjadi “milestone” atau “masterpiece” bisa disimpan dalam bentuk fisik.
Demikian, kak.
Semoga membantu.