Belajar Parenting › Forums › Menyiapkan Pembelajar Mandiri › Podcast Lima Tahap Perkembangan
- This topic is empty.
-
AuthorPosts
-
December 25, 2021 at 9:06 am #4462
Aar
KeymasterApakah Anda punya pertanyaan sesuai materi terkait?
February 20, 2022 at 1:29 pm #6616Amanda
MemberSelamat siang mas Aar..
Bagaimana mengajak anak(laki2 12 tahun dan perempuan 8 tahun) ikut mengerjakan pekerjaan rumah tangga dengan perasaan sukarela? Karena walaupun ibunya sudah dengan senyum lebar,sabar dan lembut hati mengajaknha anak juga masih saja mengomel 😅
February 21, 2022 at 10:08 pm #6612Aar
KeymasterHalo kak @Manda
Terima kasih pertanyaannya.
Isunya bukan sekadar senyum, tapi lebih mendasar lagi. Anak perlu menemukan makna mengapa mereka perlu melakukan itu. Orangtua juga perlu bersabar dalam proses yang baru saja dicoba beberapa hari.
1. Penjelasan tentang perubahan
Ketika Anda mengajak anak melakukan pekerjaan rumah, itu berarti ada hal baru yang berbeda dengan sebelumnya. Mengapa dulu tidak pernah diminta melakukan pekerjaan rumah? Mengapa sekarang harus mengerjakan pekerjaan rumah yang merepotkan?
Anda perlu menjelaskan logika di kepala Anda alasannya dan apa untungnya buat anak (bukan buat orangtua) dengan melakukan pekerjaan rumah tangga.
2. Mulai dengan hal terkait langsung dengan anak
Jangan mulai dari beban dan kewajiban, tapi mulai dengan peran mereka membantu sebuah hal yang terkait dengan kepentingan hidup mereka.
Contoh: ajak anak membantu proses terkait memasak/laundry. Peran anak membantu. Saat anak mengeluh karena berat, bantu anak membangun logika:
“Memasak itu memang repot. Kalian perlu belajar memasak supaya kalian bisa menghargai makanan yang ada di meja bahwa ada orang (Bunda) yang repot dan capek menyiapkannya.”
“Kalau kalian belajar memasak, kalian nanti kalau sekolah di luar negeri akan enak. Kalian terbiasa mandiri dan terampil mengurus diri sendiri.”
“Kalau kalian terampil memasak, kalian akan survive di manapun. Kalian bisa masak makanan kesukaan kalian sendiri. Kalian bisa bersenang-senang melalui makanan.”
Itu dulu mulainya, kak. Bantu anak memahami mengapa mereka perlu melakukannya, apa manfaatnya dan di mana asyiknya.
Jangan langsung ke kewajiban dan dirasakan sebagai beban. Tidak ada seorang pun yang suka menerima tambahan beban walaupun diucapkan dengan kata-kata yang manis.
Semoga membantu.
January 29, 2023 at 2:48 pm #5682Nongki Sakinah
MemberMas Aar, sebagai orgtua dan manusia yang ga sempurna, adakalanya ada di dalam kondisi tidak bisa memberikan teladan sama anak, misalnya saat sedang lelah. Juga karena keterbatasan orangtua, kadang juga gak bisa memberikan teladan di beberapa tema yang kita mengharapkan anak bisa mandiri, gimana ya supaya anak bisa tetap tumbuh inisiatif dan kemandiriannya di tema-tema yang mungkin kami sebagai orangtua ga bisa ngasi keteladanan yang diharapkan
January 29, 2023 at 4:59 pm #5679Aar
KeymasterKak @nongki-sakinah,
Boleh kah diberikan contoh lebih jelas tentang yang dimaksud? Kakak ingin anak mandiri dalam hal apa? Dan apa yang tidak bisa diteladankan oleh orangtua?
Ketidaksempurnaan kita sebagai manusia itu hal yang memang nyata kak. Kita semua mengalaminya, bukan hanya kakak.
Kalau isunya sesekali tidak bisa memberikan teladan karena kelelahan, itu adalah hal yang sangat wajar.
Untuk hal-hal yang kita sendiri susah melakukannya, itu menjadi bahan bagi kita sehingga bisa lebih berempati pada anak.
“Iya nak, itu memang susah. Bunda pun susah melakukan yang itu. Tapi itu hal yang baik kalau kita punya. Kita sama-sama berjuang yuk supaya bisa melakukan itu…”
Itu salah satu contoh sikap yang bisa kita ambil terkait harapan kita pada anak untuk fokus pada upaya, sambil kita juga berusaha menjadi lebih baik lagi sebagai personal.
-
AuthorPosts
- You must be logged in to reply to this topic.