Podcast Manajemen Keluarga dalam Homeschooling

Belajar Parenting Forums Manajemen Keseharian Homeschooling Podcast Manajemen Keluarga dalam Homeschooling

  • This topic is empty.
Viewing 5 posts - 1 through 5 (of 5 total)
  • Author
    Posts
  • #4664
    Aar
    Keymaster

    Apakah Anda punya pertanyaan sesuai materi terkait?

    #7169
    Anonymous
    Guest

    Sy ingin bertanya terkait aktivitas usia dini. Sy sudah mencoba berulang kali utk mengajak anak sy (2 thn 5 bln) belajar menempel atau sekedar mewarnai sesuka dia, tetapi pada praktiknya tidak semudah itu. Anak sy tidak ingin melakukan/diam/hanya dalam waktu sebentar. Bagaimana sy dpt memperkenalkan hal-hal mewarnai/menempel gambar kpd anak?

    #7168
    Aar
    Keymaster

    Kak Puri Putri,

    Proses belajar anak usia dini, apalagi usia 2.5 tahun memang tidak bisa dilakukan dengan melalui instruksi. Apalagi mewarnai dan menempel gambar. Sebab, fokusnya masih terbatas, demikian pula motorik halusnya. Proses mewarnai dan menempel biasanya dilakukan anak-anak usia sekitar 4-5 tahun.

    Lalu, kegiatan apa yang dilakukan anak usia 2.5?

    Kegiatannya adalah yang sesuai rentang usianya.

    Silakan mengunduh materi checklist perkembangan anak usia 2-3 tahun di sini:

    #7052
    Anonymous
    Guest

    Bagaimana kalau misalnya orang tua menetapkan dalam jadwal sebuah hal positif tapi anak tidak sepakat? Contohnya agar terlibat pekerjaan rumah namun anak enggan melakukan nya?

    #7051
    Aar
    Keymaster

    Kak Annis,

    Orangtua adalah pemimpin di keluarga yang memiliki otoritas alamiah yang diberikan Tuhan kepadanya karena kehidupan anak tergantung pada orangtuanya. PR orangtua adalah belajar menjadi pemimpin yang baik untuk anak-anak dan keluarganya.

    Bayangkan Anda menjadi pemimpin perusahaan dan ada anak buah yang tidak menuruti perintah. Atau menjadi kepala desa yang ada warganya tidak mau mengikuti aturan. Apa yang perlu dan bisa dilakukan?

    Tentu saja kita tidak bisa memecat anak kita karena tidak menurut, hehehe…

    Pertama:
    Hal yang perlu digali pada anak dan direfleksikan adalah: mengapa anak tidak sepakat?
    ~ Apakah anak merasa beban yang terlalu berat?
    ~ Apakah anak merasa diperlakukan tidak adil?
    ~ Anak merasa berat/jijik/tidak bisa?
    ~ Apakah tugas yang diberikan sesuai dengan kapasitas dan usia anak?

    Penemuan akar masalah akan membantu mencari alternatif solusinya. Proses penemuan ini sebaiknya tak hanya berdasarkan perkiraan kak Annis, tetapi juga berdasarkan jawaban anak dan pendapat orang lain (misalnya pasangan).

    Kedua,
    Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memberikan tugas atau menetapkan jadwal:

    1. Niat/Intensi
    2. Komunikasi
    3. Konsekuensi

    1. Niat/intensi
    Pastikan memberikan jadwal kegiatan melakukan pekerjaan rumah ini tidak dilakukan dengan spirit menghukum/bikin susah anak dan mengurangi kebahagiaan anak:
    ~ supaya anak tidak main saja
    ~ supaya anak belajar menderita

    Tidak ada seorang pun yang mau dibikin susah.

    Oleh karena itu, perlu ada obrolan dan penjelasan mengapa hal positif itu penting bagi anak. Jelaskan tujuannya kemudian dengarkan respon anak apakah anak mengerti poin yang ingin dituju?

    2. Komunikasi
    Ini faktor penting juga. Terkadang, masalah yang terjadi bukan karena substansinya, tetapi cara kita berkomunikasi dengan anak kurang tepat.

    Pastikan obrolan ini dilakukan dengan santai bersama anak, didiskusikan why-nya, dan bukan hanya top-down menyuruh anak. Kalau itu dilakukan, hampir dipastikan ada penolakan.

    Dalam komunikasi inilah penting untuk menggali alasan penolakan anak.

    ~ Jika anak menolak karena tidak suka cara kita menyampaikan, berarti kita perlu mencari cara komunikasi yang lebih baik.
    ~ Jika anak menolak karena terlalu berat, maka kita bisa modifikasi dan memulai dari hal sederhana yang bisa dilakukan
    ~ Jika anak merasa tidak bisa, maka kita mulai dengan memberi contoh/mengajarinya dengan cara yang santai (tidak dengan mengomel dan meninggikan suara)
    ~ Jika anak merasa tidak adil karena hanya dia yang mendapat tugas, kita perlu memastikan semua anggota lain diperlakukan adil.
    ~ Jika anak menolak karena merasa ada pembantu, Anda perlu menjelaskan “why” dia perlu belajar mandiri dan melakukan pekerjaan rumah

    3. Konsekuensi
    Apa yang membuat sebuah kegiatan menarik? Ada manfaat langsung yang dilakukan anak, terutama yang bersifat psikologis (misalnya apresiasi dari orangtua). Apresiasilah secara terbuka hal2 baik yang dilakukan anak, bicarakan hal baik itu saat makan bersama di meja makan, saat mengobrol santai, dll.

    Demikian kak, semoga membantu.

Viewing 5 posts - 1 through 5 (of 5 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.
Scroll to Top