Podcast Manajemen Materi Belajar

Belajar Parenting Forums Manajemen Keseharian Homeschooling Podcast Manajemen Materi Belajar

  • This topic is empty.
Viewing 12 posts - 1 through 12 (of 12 total)
  • Author
    Posts
  • #4663
    Aar
    Keymaster

    Apakah Anda punya pertanyaan sesuai materi terkait?

    #7176
    Anonymous
    Guest

    Halo Mas Aar dan Mba Lala ..
    Saya ingin menanyakan diumur berapa anak di beri kebebasan utk menentukan jadwalnya sendiri? Bgmn cr utk mulai mengenalkan anak2 agar dpt membuat jdwl mereka sendiri
    Terima ksh

    #7174
    Aar
    Keymaster

    Dear kak Yovina,

    • Untuk anak usia dini, kepentingan membuat jadwal adalah untuk orangtuanya. Orangtua merasa sehat secara mental dan proses kegiatan anak terkelola.
    • Transisi saat usia dini – usia sekolah (sekitar 5-7 tahun), mulailah belajar membuat jadwal. Tuliskan jadwal di dinding, buat bersama anak, masukkan jadwal keseharian yang sudah dilakukan (misalnya: bangun pagi, mandi, sikat, gigi, dsb)
    • Sebenarnya tak ada kondisi yang murni anak bebas membuat jadwalnya. Kondisi kebebasan lahir dari proses-proses sebelumnya ketika anak berlatih dan bisa dipercaya membuat dan menjalankan rencananya. Selama proses itu, ada dialog dan diskusi bersama orangtua tentang jadwal kegiatan anak.

    Dalam pengalaman keluarga kami, anak2 sudah terampil mengatur jadwalnya sendiri ketika akhis SMP dan sepanjang masa SMA

    #6900
    Anonymous
    Guest

    Halo mas @aar dan mba @mira Julia, mendengarkan podcast ini saya jadi teringat anak sulung kami (10 tahun 7 bulan, kelas 5 sekolah formal). Semenjak pandemi dan belajar di rumah menggunakan laptop, terlihat sekali minatnya di bidang IT. Bahkan dia belajar sendiri membuat animasi sederhana menggunakan Pivot, mahir mengoperasikan aplikasi2 dan selalu ngoprek2 mencari shorcuts, sintaks2 utk minecraft dsb. Yg saya dan suami alami adl saat dia terlalu lama berinteraksi dg layar, anaknya seperti hilang fokus, alam bawah sadarnya masih berselancar di dunia maya, krn selain ngoprek, youtuban jg tentunya. Akhirnya kami pun memberikan batasan, setelah selesai PJJ hanya mengakses laptop selama 1 jam utk menekuni hobinya. Yg ingin saya tanyakan, tips manajemen gawai yg ideal utk anak umur 10 tahunan, agar potensinya berkembang optimal, kadang ada kekhawatiran jg, 1 jam itu udh cukup atau masih kurang sih utk anak dg tipe seperti anak saya.

    Terimakasih mas aar dan mba Lala.

    #6899
    Anonymous
    Guest

    Terimakasih mas aar, langsung tercerahkan saya dan langsung forward ke suami. Alhamdulillah anak kami di zona 2 dan 3, netral dan produktif, mungkin kami yg terlalu khawatir berlebihan.

    #6898
    Aar
    Keymaster

    Kak Tri,

    Bagaimana tips manajemen gawai untuk anak usia 10 tahun?

    Tidak ada pengaturan durasi waktu gadget yang pasti untuk anak. Kita bisa menggunakan pendekatan praktis dengan melihat dampaknya pada anak.

    Secara praktis, ada 3 dampak penggunaan gadget:
    1. Negatif: anak kecanduan, fokus perhatian pada gadget/game/video; anak tidak tertarik melakukan kegiatan lain di luar gadget
    2. Netral: gadget sebagai hiburan, bukan fokus kehidupan. Gadget digunakan sesekali untuk bersenang-senang dan anak bisa melakukan kegiatan lain dengan happy.
    3. Positif: gadget dimanfaatkan untuk belajar dan proses produktif (berkarya)

    Yang menjadi tujuan kita adalah 2 dan 3.

    Yang dikejar pertama adalah 2: gadget berdampak netral pada anak. Artinya, kalau tak ada gadget, anak tidak rewel dan tak masalah. Anak menggunakan gadget dalam durasi yang wajar.

    Jika ingin digunakan sebagai alat belajar dan berkarya, itu berarti durasinya perlu ditambah. Tak apa-apa. Selain gadget digunakan untuk belajar/produktif, yang penting dipastikan bahwa anak tidak tergantung dengan gadget, memiliki kegiatan yang disukai di luar gadget, dan memiliki kegiatan fisik yang cukup banyak.

    Begitu kak.

    Jadi, durasinya boleh ditambah sambil didiskusikan dengan anak tujuan menambah durasi. Kemudian dilihat dampaknya. Jika dampaknya baik (bagi kesehatan mental maupun skills-nya), dilanjutkan dan bisa ditambah. Jika berdampak buruk secara mental, didiskusikan lagi. Bisa tetap atau dikurangi durasinya sesuai kondisi kesehatan mental dan produktivitasnya.

    Demikian kak, semoga membantu.

    #4833
    Antik
    Member

    Mas Aar…

    maaf mau bertanya…saat anak-anak belajar, misalkan field trip itu apakah boleh bila dilakukan dengan keluarga aja? misal ibu dan adik kakak…? atau harus bersama dengan teman2 misalnya komunitas?

    Saya memperhatikan, bila perginya bersama dengan banyak teman-teman, anak-anak cenderung lebih banyak bercanda dan ngobrol dengan teman-temannya daripada memperhatikan tujuan awalnya.

    terima kasih banyak atas respon dan penjelasannya..

    salam,

    antik

    #4831
    Aar
    Keymaster

    Halo kak @antik.ernawati

    Tentu saja boleh, kak.

    Proses mengasah keterampilan melakukan perjalanan mandiri dan kegiatan travelling itu dilakukan bukan hanya 1 kali, tetapi berkali-kali, selama bertahun-tahun.

    Prosesnya juga bertahap sesuai kondisi anak dan keluarga.

    Jangan takut melakukan inisiatif kegiatan anak.

    Kenali tujuan Anda dan kondisi Anda. Lakukan hal yang terbaik untuk anak dan keluarga.

    Sebuah hal dinilai baik jika:

    • hasilnya selaras dengan tujuan yang ditetapkan
    • prosesnya dinikmati
    • kegiatannya terkelola dengan baik (tidak memberatkan)

    Demikian kak, semoga membantu.

    #4746
    Astri
    Member

    Mas Aar bagaimana cara komunikasi yang bijak ke anak usia 10 th jika plannya tidak berjalan, dia jadi seolah ga mau lagi membuat plan karena akhirnya tidak terlaksana

    #4745
    Aar
    Keymaster

    Kak @astri-mayasari,

    Jika anak mengalami kegagalan (misalnya membuat rencana), maka yang perlu dilakukan adalah:

    1. Berempati dan menerima kekecewaan anak.

    “Kamu sedih ya karena rencana yang kamu buat gagal?”

    “Bunda juga pernah gagal bikin rencana.. waktu itu ..[ceritakan pengalaman kesedihan dan kegagalan Anda beserta penyebabnya].”

    2. Melakukan refleksi bersama

    “Kalau menurut kakak, kenapa rencana itu tidak terlaksana? Apakah karena sulit? Butuh waktu lebih banyak? Ada halangan dari luar?”

    Bantu anak mengidentifikasi. Jika anak belum bisa menyebutkan penyebabnya, orangtua boleh mengajukan pertanyaan berisi dugaan.

    “Mungkin nggak masalahnya karena A? Atau karena B? Atau karena C?”

    3. Mengambil pelajaran

    “Gimana supaya lain waktu tidak gagal lagi?”
    “Mungkin perlu disederhanakan targetnya ya?”

    “Atau mungkin perlu disiapkan alatnya?”

    [bantu anak melakukan troubleshooting]

    4. Tawarkan bantuan

    “Bagaimana kalau bikin rencana lagi, tapi kali ini Bunda temani. Kita perbaiki yg kemarin jadi penyebab masalahnya.”

    Demikian kurang lebih prosesnya, kak. Peran orangtua mendukung, sekaligus membimbing anak agar bisa melakukan refleksi dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan.

    Pastikan perbincangan dilakukan dalam kondisi santai dan anak sudah reda emosinya. Percakapan ini bisa terjadi di beberapa waktu yang berbeda, tidak dalam satu waktu sekaligus.

    Semoga membantu 🙏

    #4744
    Astri
    Member

    Terimakasih mas pencerahannya siapp akan saya coba mas

    Makasih sekali lagi y mas 😁🤩

    #4743
    Astri
    Member

    Siapp mas terimakasih pencerahannya mas 🙏 akan saya coba mas

Viewing 12 posts - 1 through 12 (of 12 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.
Scroll to Top