Podcast Pengalaman Mengelola Jadwal Homeschooling

Belajar Parenting Forums Manajemen Keseharian Homeschooling Podcast Pengalaman Mengelola Jadwal Homeschooling

  • This topic is empty.
Viewing 4 posts - 16 through 19 (of 19 total)
  • Author
    Posts
  • #6774
    Anonymous
    Guest

    Mas aar mau bertanya. di podcast disampaikan utk Akademis + kegiatan keseharian kan dimasukkan ke dalam jadwal ya,berarti yg sudah menjadi tugas keseharian anak di dalam rumah (misal mencuci, menutup hordeng, menyalakan lampu dll) ditulis semua ya mas? Lalu bila ada rencana project juga dimasukkan dalam jadwal?

    Di podcast juga kalau tidak salah mas aar menyampaikan, utk jadwal anak-anak di keluarganya mas aar dibuat mingguan lalu di print atau tulis tangan kemudian di tempel di dinding. Dan setiap harinya anak-anak menuliskan kembali jadwal mereka tiap harinya. Pertanyaan nya, kenapa harus 2x di tulis jadwalnya mas aar? Lalu jika anak tidak mau menuliskan ulang jadwal hariannya bagaimana ya?

    #6773
    Aar
    Keymaster

    Kak Ana,

    Fungsi jadwal adalah alat komunikasi dan membantu anak agar bisa menjalani harinya dengan terarah.

    Ketika semua rencana dituliskan, itu akan membuat semuanya menjadi kelihatan: kegiatan terlalu banyak (sehingga perlu dikurangi), terlalu sedikit (sehingga perlu ditambah), atas dirasa cukup.

    Dinamika jadwal di keluarga kami sangat beragam. Ada kalanya jadwal dibuat mingguan, ditulis, dan tidak berubah. Ada kalanya jadwal dibuat mingguan, ditulis, dan ada banyak revisi harian (menyesuaikan dengan kondisi). Ada kalanya tidak ada jadwal khusus mingguan sehingga jadwal/checklist dibuat setiap hari.

    Mengapa ditulis lagi setiap hari? Itu biasanya terjadi jika ada perubahan/revisi/penambahan/pengurangan pola umum mingguan. Menulis target di pagi hari juga bisa membuat anak lebih mindful dengan rencana hari itu.

    Jika anak tidak mau menulis, terus bagaimana?

    Dikembalikan lagi pada tujuannya. Apa tujuan kakak menyuruh anak menulis? Apa akibatnya jika dipaksa? Apa akibatnya bagi anak jika dia tetap tidak mau?

    Semua itu hanya alat dan aksi kita tergantung kondisi di lapangan.

    Di keluarga kami, ada kalanya anak2 tidak bikin rencana mingguan. Ada kalanya anak2 kegiatannya berjalan otomatis tanpa ditulis. Kami juga terkadang tidak sempat mengecek karena ada kesibukan pekerjaan.

    Itu adalah dinamika lapangan.

    Yang penting maju dan terus berproses untuk bertumbuh kak. Kembali lagi, yang dipegang adalah tujuannya. Jadwal adalah alat untuk meraih tujuannya. Kalau dirasa efektif, dia dipakai. Kalau tidak efektif, kita perlu mencari alat lain yang memudahkan kita meraih tujuan.

    #6768
    Anonymous
    Guest

    Terimakasih mas aar utk penjelasannya. Kalau boleh sy mau bertanya lagi hihihi. Kalau utk jadwal keseharian dan jawdal akademis yg sudah tetap utk setiap harinya, apakah setiap hari harus dituliskan juga mas? Atau jadwal keseharian dan jadwal akademis yg sudah tetap ini dituliskan di kolom tersendiri, sehingga yg dituliskan setiap hari itu hanya jadwal tambahan saja? terimaksih

    #6766
    Aar
    Keymaster

    Kak Ana,

    Dua-duanya bisa, kak. Dipilih yang paling nyaman dan cocok untuk kondisi anak.

    Jika ditulis ulang semuanya, itu jadi latihan menulis dan membangun kesadaran tentang apa yang akan dilakukan hari ini. Menulis ulang jadwal itu sendiri sudah masuk dalam proses belajar anak.

    Alternatif kedua, jadwal yang sudah rutin ditulis/diprint di awal. Yang dituliskan lagi adalah jadwal tambahan. Proses ini membuat kegiatan menulis jadwal menjadi lebih ringan.

    Pengalaman kami tentang jadwal ini tidak tunggal, berubah-ubah sesuai kondisi dan kebutuhan lapangan.

    Ada kalanya kami print dan anak tinggal cek saja. Ada kalanya ditulis ulang setiap hari semuanya. Ada kalanya yang ditulis hanya tambahannya saja. Ada kalanya pakai digital (bukan ditulis) memakai aplikasi Google Keep.

    Jadi variatif, tidak satu jenis pengalaman.

    Jangan lupa, jadwal itu adalah alat. Yang menjadi pegangan kita adalah tujuannya:
    ~ anak tahu arah kegiatannya
    ~ anak melakukan kegiatan belajarnya
    ~ anak terus bertumbuh sekaligus menikmati prosesnya

    Demikian, semoga membantu.

Viewing 4 posts - 16 through 19 (of 19 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.
Scroll to Top