Podcast Pengalaman Mengelola Jadwal Homeschooling

Belajar Parenting Forums Manajemen Keseharian Homeschooling Podcast Pengalaman Mengelola Jadwal Homeschooling

  • This topic is empty.
Viewing 15 posts - 1 through 15 (of 19 total)
  • Author
    Posts
  • #4661
    Aar
    Keymaster

    Apakah Anda punya pertanyaan sesuai materi terkait?

    #7132
    Anonymous
    Guest

    Hai mbak Lala
    Dalam slide ini aku membaca bahwa anak mempunyai kegiatan 7-8
    Apakah ini termasuk kegiatan keseharian atau hanya hal -hal yang terkait akademik Isains, math, Bahasa dll)
    Terimakasih,…

    #6971
    Anonymous
    Guest

    Baru saja membaca berita bahwa ujian kesetaraan ditiadakan. Apakah ada info mengenai ijazah kelulusan bagaimana ?

    Terima kasih

    #6970
    Aar
    Keymaster

    Kak Ima,

    Kegiatan yang kami masukkan di jadwal semuanya, keseharian + akademis.

    Keseharian termasuk: menanak nasi, mengisi air minum, menyiapkan meja makan, mencuci piring, dll

    Materi belajar akademis biasanya: Matematika & Bahasa Inggris menggunakan materi online (IXL Math & IXL Language Art).

    Di luar itu anak2 belajar melalui proyek kegiatan. Proyek kegiatan ini biasanya dilakukan dengan pendampingan orangtua.

    Model HS di keluarga kami tidak terlalu akademis.

    Banyak masa kegiatan anak-anak bersifat non-akademis, menekuni hal-hal yang diminati anak. Sebagai contoh, jadwal Tata (16 tahun) saat ini berkaitan dengan proyek tutorial menggambar (Kreasita.com). Sementara itu, jadwal Duta (12 tahun) sebagian besar terkait catur.

    Materi akademis bersifat tambahan dan menjadi penambah wawasan.

    #6969
    Aar
    Keymaster

    Kak Pricillia,

    Tahun ini rencananya adalah AKM (Asesmen Kompetensi Minimum), tapi ditunda. Jadi, tahun ini sebenarnya tidak ada Ujian Kesetaraan juga.

    Pola kelulusan mirip tahun lalu.

    Kelulusan ditentukan oleh PKBM. Penentuan rapor mengikuti kebijakan PKBM, bisa diambil dari ujian, modul, tugas, portofolio atau cara lain sesuai kebijakan PKBM masing-masing.

    #6968
    Anonymous
    Guest

    Mas Aar,

    Putri saya 13th kelas 8, baru memulai HS

    Saya baru mempelajari “akademis” di Setaradaring Kemendikbud dan masih berusaha memahami isinya, mohon bisa sharing bagaimana anak2 mas Aar mengelola bidang akademis ini (berapa kali biasanya seminggu, mata pelajaran apakah semua atau sebagian), karena mas Aar mengatakan kegiatan akademis sifatnya tambahan… Pertanyaan ini tentu juga terkait dengan persyaratan untuk ujian kesetaraan, bagaimana posisi “raport” tahunannya… (dengan prinsip, yang terpenting lulus, hasil terbaik yang diinginkan ananda).

    Dengan PKBM akan dibuat kontrak belajar untuk tahun ajaran berjalan, termasuk aspek akademis dan non-akademis… bagaimana membreakdown aspek akademis khususnya agar tidak membebani.

    Formula kegiatan harian berarti keseharian (termasuk chorus) + akademis + non akademis ya. Apakah ada contoh kegiatan harian selama seminggu?

    #6967
    Aar
    Keymaster

    Kak Sita,

    Sistem di PKBM ini bermacam-macam dan aturan yang berjalan bisa berbeda-beda setiap tahun. Sistem di PKBM ini masih sangat terbelakang dibandingkan sekolah (bahkan sekolah yang dianggap kurang berkualitas).

    Bayangkan PKBM ini isinya adalah anak-anak jalanan, anak putus sekolah, buruh pabrik, dan orang dewasa yang butuh ijazah supaya bisa mendapat kenaikan pangkat (misalnya: penjaga kuburan yang jika memiliki ijazah bisa mendapat tambahan tunjangan).

    Sebagian besar PKBM masih manual dan under-resource, baik terkait fasilitas, SDM, administrasi, dan lainnya.

    Jadi, bayangkan sistem yang harus memfasilitasi para peserta ujian yang seperti itu, kak.

    Sistem rapor itu baru dijalani beberapa tahun terakhir dan di lapangan banyak bermasalah. Bayangkan anak2 putus sekolah dan anak jalanan itu dipaksa harus punya rapor semester. Disuruh belajar lagi saja sebenarnya nggak mau, apalagi disuruh belajar seperti anak sekolah. Kapasitas intelektual mereka sudah tidak sanggup. Yang mereka inginkan adalah punya ijazah supaya bisa kerja di pabrik.

    Mudah2an dengan cerita tentang konteks keberadaan PKBM itu bisa memberikan gambaran tentang posisinya dan ekspektasi apa yang perlu kita kelola terhadap layanan PKBM.

    Di lapangan, praktik PKBM ini bermacam-macam. Ada PKBM yang rapornya “dikarang” oleh pengelolanya, jadi anak hanya ujian paket saja. Ada yang anak yang penting hadir saat tutorial, nilainya juga suka-suka.

    Ada juga PKBM yang kemudian membuat dirinya seperti sekolah. Ada jadwal tutorial yang wajib diikuti dan ujian seperti sekolah.

    PKBM yang lebih fleksibel biasanya membuka pintu masuk pembuatan rapor dari:
    ~ Setara Daring: membaca & mengerjakan soal di Setara Daring
    ~ Tutorial dan mengerjakan soal
    ~ Portofolio yang dikonversi menjadi bahan pembuatan nilai rapor

    Nah, bagaimana pengalaman implementasinya di keluarga kami?

    1. Dulu zaman Yudhis tinggal ujian Paket saja, tidak ada rapor dan lain-lain. Pada saat mulai ada aturan rapor, saya minta anak2 mengerjakan buku soal dari toko buku, hasilnya dikirim ke PKBM

    2. Saat ada setara daring, anak2 sesekali (biasanya akhir semester) melihat2 materi di Setara Daring dan mengerjakan soalnya (sedapatnya).

    3. Jika PKBM mengirimkan soal, kami minta anak2 mengerjakan sekaligus belajar. Kami kirimkan hasilnya ke PKBM

    Proses belajarnya bagaimana?

    Kami menjaga 2 materi utama yaitu Math & Bahasa Inggris sebagai pondasi logika. Anak2 belajar 2 materi utama itu memakai aplikasi online, misalnya: IXL Math, IXL Language Art, atau Khan Academy. Saat anak SMP & SMA, kami serahkan kepada mereka untuk memilih tools yang digunakan. Proses belajarnya biasanya masuk ke jadwal 2-3 kali seminggu.

    Di luar itu, anak-anak belajar melalui proyek (Project-based learning) untuk mengasah wawasannya.

    Sebagian besar waktu anak2 digunakan untuk mengasah minat dan proyek.

    Sebagai contoh, kegiatan utama Tata (16 tahun) setiap hari adalah mengerjakan proyek Kreasita.com. Dia bikin tutorial dan belajar mengelola bisnis.

    Sementara itu, Duta (12 tahun) sebagian besar waktunya berisi kegiatan belajar catur. Setiap hari belajar catur kurang lebih 5 jam. (Hampir) setiap hari ada kegiatan belajar IXL Math minimal 1 skills.

    Demikian, kak.

    Semoga membantu.

    #6890
    Aar
    Keymaster

    Betul kak Titi,

    Aturan yang ada saat ini, anak HS perlu langsung mendaftar ke PKBM setelah berhenti sekolah.

    Jadi, PR Anda adalah mencari PKBM yang fleksibel dan cocok untuk proses HS. Kriteria minimal PKBM adalah yang memiliki NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional) dan terakreditasi. Juga, sebaiknya cari PKBM yang memberikan fleksibilitas untuk keluarga mengelola sendiri proses belajar/kegiatan anak dan tidak mewajibkan hadir di PKBM.

    Demikian kak, semoga menjawab.

    Jika ada pertanyaan lanjutan, dipersilakan.

    #6889
    Anonymous
    Guest

    Halo Mas Aar dan Mba Lala,

    Putri saya 14 thn dan sudah dinyatakan naik kelas 8 di sekolahnya, tapi saya memutuskan untuk HS pada tahun ajaran baru ini.
    Apakah saya harus langsung mendaftar ke PKBM untuk tahun ajaran baru ini?

    Itu saja, terima kasih banyak
    Titi

    #6878
    Anonymous
    Guest

    Hai Mas Aar,

    Terima kasih banyak atas jawabannya.
    Saya masih proses mencari PKBM dan selalu mengecek NPSN nya.
    Sepanjang perjalanan mencari PKBM online dari yang pricey (with some fancy facilities which we don’t need) sampai yang super cheap

    Apakah perlu PKBM yang terakreditasi?
    Saya takut nanti sudah gabung dengan PKBM online, kedepannya ada kesulitan karena tidak terakreditasi.

    Atau ada pembahasan terpisah terkait PKBM di rumahinspirasi?

    jadi nambah tanya nih
    Ditunggu jawaban Mas Aar.

    Terima kasih banyak
    Titi

    #6877
    Anonymous
    Guest

    Tambahan lagi nih Mas Aar.

    PKBM online yang cheap (>300K) pun akhirnya juga kita harus bayar 4 jutaan untuk ujian Paket B nya, lalu kalau gagal harus bayar the same amount, 4jt juga.
    Im a bit lost disini, PKBM kan untuk orang2 yang tidak mampu/putus sekolah tapi bayar ujian yg mahal.
    Saya memilih PKBM online karena situasi pandemic saat ini. Supaya ada bantu saya untuk modul2 belajar, project dan PR (tugas2) dikumpulkan di PKBM online tersebut dan dibuat menjadi laporan. Disamping itu saya juga mempunyai Jurnal HS dari Mba Lala ini yang utama (terima kasih Mba Lala )
    Saya sudah mencari PKBM terdekat di sekitar rumah, PKBM Negeri, tapi selalu tutup. Maka saya cari yang online dah mudah di hubungi.

    Saya harus mendaftarkan anak saya di bulan Juli ini di PKBM, tapi masih dalam tahap pencarian.
    Saya tidak ada masalah mengenai harga PKBM, tapi terpenting buat saya apakah worth it membayar hal yang tidak perlu.

    Mungkin ada pembahasan thread mengenai PKBM online dalam situasi pandemic saat ini.

    Terima kasih Mas Aar,
    Salam
    Titi

    #6876
    Aar
    Keymaster

    Kak Titi,

    Untuk pemilihan PKBM, kami sarankan memilih PKBM yang sudah terakreditasi. Jadi, kriteria legal yang utama adalah: punya nomor NPSN dan terakreditasi.

    Mencari PKBM ini memang tidak mudah karena PKBM bukan menjadi prioritas pemerintah (yang mendorong anak bersekolah) dan masyarakat. Oleh karena itu, secara sumber daya, kualitas PKBM tidak sebaik sekolah. Fasilitasnya juga terbatas.

    PKBM yang dengan sengaja menyediakan fasilitas online dan tutor dengan layanan yang mirip sekolah kemudian menjadi ajang bisnis untuk memfasilitasi keluarga kelas menengah yang menjalani homeschooling.

    Oleh karena itu, banyak praktisi HS yang memang tidak mengandalkan PKBM untuk proses belajar. Mereka mengelola sendiri proses belajar akademis. PKBM digunakan hanya untuk proses mendapatkan ijazah saja.

    Demikian kondisinya di lapangan, kak.

    #6875
    Aar
    Keymaster

    Kak TIti,

    Biaya PKBM menjadi mahal jika ada layanan modul belajar dan tutoring. Sebab, PKBM harus membayar guru untuk membuat modul dan mengajar. Itu yang dibebankan ke siswa. Biaya menjadi lebih mahal lagi jika PKBM harus melakukan investasi membeli komputer dan menyediakan fasilitas PKBM lainnya. Semuanya pasti dikembalikan ke siswa yang menikmati layanan seperti halnya sekolah swasta.

    Saya tidak terlalu update dengan perkembangan biaya PKBM karena selama belasan tahun menjalani HS kami membayar murah sekali, hampir gratis.

    Mengapa? Karena kami hanya menggunakan PKBM untuk mendapatkan ijazah, tidak membutuhkan layanan modul dan tutor dari PKBM. Saat Ujian Paket pun biasanya kami hanya diminta membayar tidak mahal. Itu pengalaman kami hingga saat ini.

    Anak kami pernah terdaftar di 2 PKBM. Yang pertama adalah PKBM Tunas Harapan (Salatiga). Yang kedua, saat ini, Tata & Duta terdaftar di PKBM Piwulang Becik (Salatiga). Di PKBM Piwulang Becik saat ini pembayarannya dilakukan sukarela. Orangtua didorong untuk terlibat, berkontribusi dan bergotong royong mengadakan Student’s Club untuk siswa2 yang lain.

    Pada saat terdaftar di PKBM tersebut, domisili kami di Jakarta. Dulu kami hanya datang ke Salatiga saat menjelang Ujian Paket saja. Dalam masa pandemi, 2 tahun ini semua ujian berlangsung online. Tata ujian Paket B tahun 2020 secara online, Duta ujian Paket A tahun ini (2021) juga secara online.

    Demikian kak. Semoga membantu.

    Hingga saat ini belum ada thread khusus membahas tentang PKBM. Pertanyaan tentang PKBM juga relatif tidak banyak, mungkin karena para peserta sudah menemukan PKBM yang dibutuhkannya.

    #6813
    Anonymous
    Guest

    kak, kl belajar lintas pelajaran, untuk anak usia dini, ada saran kah, baiknya dalam bentuk apa y? usia 6 tahun misalnya, suka ikan hias. pengen tau soal ikan ikan hias itu ketika hidup dialam. trus nyaci info di google. trus hasilnya diceritakan saja atau dibuat tulisan atu gmn y k?biar jadi dokumen juga…terima kasih

    #6810
    Aar
    Keymaster

    Halo kak Athia,

    Kegiatan lintas-pelajaran berarti berbasis tema/objek tertentu, kemudian kita mengaitkannya dengan mata pelajaran sesuai kemampuan anak atau tujuan yang hendak diraih. Prosesnya tidak harus dengan Googling, tapi kita (orangtua) yang mengaturnya sendiri.

    Contoh, tema: ikan. Anak usia 6 tahun.

    Dari ikan, proses belajar yang bisa dilakukan:
    ~ mengamati ikan, tanya-jawab tentang ikan. Orangtua meminta anak bercerita tentang ikan. Ini adalah proses belajar: mengamati (sains), bercerita (bahasa Indonesia), berimajinasi (kreativitas), menghitung ikan (math), dll
    ~ menggambar ikan. Anak belajar kreativitas dan seni.
    ~ mengerjakan worksheet bergambar ikan: tracing, menggambar, mewarnai, dll

    Proses belajarnya bisa spontan (biasanya dilakukan melalui mengobrol) atau direncanakan (orangtua merancang jenis2 kegiatan yang dilakukan dengan tema ikan).

    Dalam praktik HS, proses belajar seperti ini biasanya sering dilakukan dalam bentuk2 sederhana. Prosesnya dilakukan dengan mengobrol dan tanya-jawab bersama orangtua.

    Misalnya:
    ~ sedang jalan pagi, terus mendiskusikan tentang awan dan hujan, pelangi, burung, dsb.
    ~ naik motor: mendiskusikan tentang rambu lalu lintas, etika berkendara, nama2 lokasi yang dilewati, dll.

    Strategi belajar ini disebut belajar tematik (Thematic-learning). Kakak bisa mempelajari lebih mendalam di kelas Strategi Belajar Homeschooling:

    https://member.rumahinspirasi.com/courses/strategi-belajar-homeschooling/lessons/thematic-learning/topic/belajar-tematik/

    Demikian kak, semoga membantu.

Viewing 15 posts - 1 through 15 (of 19 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.
Scroll to Top