Belajar Parenting › Forums › Manajemen Keseharian Homeschooling › Podcast Perbedaan Kondisi Homeschooling dan Sekolah
- This topic is empty.
-
AuthorPosts
-
December 23, 2019 at 1:09 pm #4666
Aar
KeymasterApakah Anda punya pertanyaan sesuai materi terkait?
February 3, 2021 at 2:12 pm #6992Anonymous
GuestUntuk poin, chaosnya menentukan jadwal itu sangat benar dan sudah terjadiβ¦. π
Mgkin bisa sharing cerita pengalaman chaosnya bikin jadwal ka lala n ka aar?February 4, 2021 at 4:37 pm #6984Aar
KeymasterKak Tri,
Banyak kekacauan yang terjadi dalam proses HS kami, terutama jika dikaitkan dengan ketidaksesuaian antara rencana dan kenyataan.
Misalnya:
- Jadwal sudah dibuat, kemudian ada tamu datang dan prioritas kemudian bergeser. Anak main dan menemani tamu.
- Jadwal sudah dibuat, tiba-tiba ada kegiatan komunitas yang menarik. Anak suka dan ikut, kemudian jadwal dirombak lagi.
- Jadwal sudah dibuat, tapi ada deadline eksternal anak-anak yang harus dikejar (misalnya Tata ada jadwal mengerjakan proyek video). Prioritas berubah dan fokus pada penyelesaian deadline
Banyak hal yang kurang lebih seperti itu, kak.
Jadi, pegangan kami bukan jadwal, tapi produktivitas. Selama anak menjalani hari secara produktif, itu tak apa-apa walaupun tak sesuai dengan jadwal.
Tapi kadang-kadang ekspektasi juga perlu diturunkan. Terutama jika kami yang bermasalah (orangtua sakit, deadline pekerjaan, dll yang membuat tidak bisa menemani anak).
Ada kondisi2 tertentu di mana ekspektasinya adalah anak sehat dan hari lewat. Hari itu dianggap libur.
Yang penting adalah terus maju, melakukan refleksi, perbaikan, dan bergerak terus.
July 13, 2025 at 8:09 am #4796Astri
MemberMas gimana caranya ya agar kita tidak fomo dengan keluarga HS lain heheheh π saya masih suka fomo dan akhirnya terseret ke dalam rasa bersalah, untuk bangkitnya agak lama kwkwkwk ada tips kah?, saya termasuk yang love languagenya dari kata2 dan validasi
Jadi ketika ada omongan dari kanan kiri atau melihat aktivitas kegiatan yang lain seperti beragam sedangkan anak saya merasa masih di titik yang sama saja
Terimakasih mas
July 17, 2025 at 10:45 am #4794Aar
KeymasterKak @astri-mayasari,
Salah satu sumber FOMO adalah kita belum merasa nyaman dengan diri kita dan yang kita miliki.
Pertama, agar tidak FOMO, PR kita adalah mendapatkan keberhasilan-keberhasilan kecil yang penting dan bermakna untuk kita, apapun bentuknya. Semakin sering mendapatkan keberhasilan kecil, semakin kita akan merasa tenang dan baik2 saja hidup kita.
Jika kita puas dan bahagia dengan hidup kita dan pertumbuhan anak-anak, pencapaian orang lain tidak akan terlalu mempengaruhi kita.
Kedua, kita menerima keunikan anak kita dan bisa mengolahnya menjadi pencapaian-pencapaian kecil yang sesuai dengan dia. Walaupun ada anak lain yang berprestasi atau terlihat keren, kita lebih tenang karena anak kita pun keren dengan keunikannya.
Dalam pengalaman keluarga kami, kami tidak FOMO dengan anak2 yang juara aneka Olimpiade atau punya bacaan yang keren, serta dapat aneka penghargaan. Sebab, anak2 tetap bertumbuh baik dan memiliki pencapaian yang sesuai dirinya.
Walaupun Duta menerimanya catur (sport yg tidak terlalu populer dan bukan hiburan massal seperti renang, basket, dll), kami belajar menerimanya. Yang penting dia sudah melakukan upaya terbaik di area itu.
Ketiga, penting untuk punya sahabat dan teman main yang satu “energi” dengan kita, yang bisa ketemuan, mengobrol dan curhat bersama. Keberadaan teman seperjalanan akan membantu kita lebih tenang dan membantu meregulasi emosi-emosi yang kita miliki.
Demikian kak, semoga membantu
π
July 17, 2025 at 11:36 am #4792Astri
MemberWahhh iya bener mas
Saya terlalu banyak melihat keluar
Padahal sering banget mas sama mbak bilang cari small winsnya di tiap harinya dari anak2 heheh saya masih perlu berlatih pake kacamata small wins ini
Hmmhhh terimakasih tips2nya mas sangat mencerahkan dan mengubah mindset saya, ππ
-
AuthorPosts
- You must be logged in to reply to this topic.