Kak Ummu Zuhri
Kalau gagal biasanya tidak akan berani memunculkan diri, kak. Tidak ada orang yang mau menjadi contoh buruk dan dibahaskan di mana-mana, hehehe
Kegagalan HS itu ada 2 hal:
1.
Praktek yang terjadi di lapangan tidak sesuai dengan visi pendidikan keluarga yang dicanangkan. Itu berarti, orangtua tidak berhasil menurunkan visi pendidikan menjadi operasional dan menjalankannya bersama anak-anak.
Dalam kondisi ini, anak mungkin saja tetap berhasil secara sosial (bisa berkarya baik di masyarakat).
2.
Anak gagal dalam ukuran umum, misalnya anak tidak mandiri, anak sikap sosial yang buruk, atau kualitas2 lain yang dianggap kegagalan secara sosial dan profesional.
Itu terjadi karena orangtua tidak mampu mendidik anak dengan baik.
Dalam kondisi ini, posisi HS sebenarnya seperti sekolah. HS adalah alat dan jalan. Ada anak sekolah yang berhasil, ada anak sekolah yang gagal. Demikian ada anak HS yang berhasil, ada anak HS yang biasa-biasa saja, dan kemungkinan ada anak HS yang gagal.
Dalam kondisi di lapanga, tak ada orangtua dan anak yang mau gagal. Jika proses HS tidak berjalan lancar karena orangtua merasa tidak mampu menjalaninya dengan baik, biasanya orangtua memilih untuk berpindah ke sekolah.
Semoga menjawab pertanyaan Anda.