Podcast Tantangan Homeschooling

Belajar Parenting Forums Menimbang Homeschooling Podcast Tantangan Homeschooling

Tagged: ,

  • This topic is empty.
Viewing 5 posts - 1 through 5 (of 5 total)
  • Author
    Posts
  • #4325
    Mira Julia
    Keymaster

    Apakah Anda punya pertanyaan sesuai materi terkait?

    #6224
    Meiliana
    Member

    Kak Lala, pernah saya dengar di salah satu webinar (saya lupa yg mana), bahwa apabila anaknya tidak punya inisiatif, akan susah untuk menjalankan HS. Apakah seperti itu ya, kak ?

    Anak saya itu 8 tahun, kadang belom tau apa yang dimau. kalaupun ada yang dia mau, kadang cuma di mulut saja, untuk menjalankannya malas sekali… kalo saya boleh bilang, dia itu lembam, kurang responsif.

    jadi karena kesukaan nya ya maen klik-klik (games, minecraft, ntn yutub), dia jadi lupa atau sengaja lupa atau menyampingkan yang dia mau.. Pernah satu kali, saya tanya, D, hari ini mau belajar ttg apa ? Dia jawab mau belajar ttg membuat tahu dan takwa (misalnya).. sampe siang, ga ada tuh dia browsing ttg tahu dan takwa. Seperti nya senang menunda , ahh nanti… wait, mama… wait…wait..

    nah, pertanyaan saya, bagaimana ya , kak ? apa yang bisa saya lakukan untuk mengatasi rasa lembam dan menumbuhkan sikap responsif nya, supaya bisa ada inisiatif untuk melakukan sesuatu yang lebih berguna ?

    Dan, kalo sikap yang seperti ini, apakah bisa ya tetap untuk HS ?

    Saya terkadang bingung mencari solusi utk mengatasinya.

    mohon saran dan masukkan nya.

    Terimakasih

    *maaf kalo ternyata sudah pernah ada pembahasan kasus serupa.

    #6221
    Aar
    Keymaster

    Halo kak @monica-meliana

    Inisiatif pada anak itu dibangun, bukan muncul begitu saja.

    Ada 2 syarat untuk tumbuhnya inisiatif:
    1. Lingkungan yang kondusif

    2. Keterampilan berinisiatif

    Lingkungan yang Kondusif

    Lingkungan yang kondusif berarti kondisi di keluarga yang memungkinkan anak untuk berinisiatif. Anak tidak takut berinisiatif, toleransi yang besar saat anak melakukan kesalahan dalam inisiatifnya, apresiasi saat anak berinisiatif, dan dukungan pada, anak untuk mewujudkan inisiatinya. Dukungan ini penting karena ada kemungkinan anak baru sebatas ide, tetapi mereka belum terampil mewujudkan keinginannya.

    Keterampilan Berinisiatif

    Inisiatif diawali dengan kemampuan memutuskan dan memberikan ide. Yang kedua adalah keterampilan untuk mewujudkannya.

    Keterampilan pertama yang perlu dimiliki anak adalah memutuskan atau memberikan ide. Keterampilan ini diasah dengan memberikan pilihan ganda, pertanyaan terbuka tentang kegiatan, dan juga menambah referensi/pengalaman tentang jenis2 kegiatan yang bisa dilakukan anak.

    Dalam proses mengambil keputusan, penting bagi orangtua untuk menjadi teman diskusi dan pendamping untuk memastikan bahwa ide anak itu masuk akal dan bisa dieksekusi, bukan hanya sekadar ide saja.

    Dalam proses melatih keterampilan eksekusi, penting bagi orangtua untuk tidak hanya menunggu anak. Orangtua perlu bertanya, memberi petunjuk, dan membimbing anak melakukan eksekusi (jika anak belum terampil). Seiring waktu, keterampilan mengeksekusi akan meningkat jika dia sudah semakin tahu cara mewujudkan inisiatifnya.

    Mengapa anak tidak berinisiatif?

    Dari informasi yang kakak berikan, perkiraan saya kondisi yang terjadi adalah: anak belum terampil mengeksekusi dan mewujudkan inisiatifnya.

    Anak sudah tahu ingin apa, tapi belum memiliki bayangan cara mewujudkannya. Anak lebih suka main game karena itulah kegiatan yang dia tahu dan dikenalnya.

    Apa yang bisa dilakukan?

    Jadi, jangan menunggu anak mewujudkan idenya, kak. Tapi bantulah.

    Lihatlah kemampuan berinisiatif itu seperti spektrum: sama sekali tidak berinisiatif hingga sangat terampil berinisiatif. Jadi, ada banyak anak tangga yang perlu diasah untuk membimbing anak agar terampil berinisiatif.

    Jenjang2 yang mungkin ada:

    1. Anak punya ide, idenya tidak jelas, belum punya banyak dan keterampilan langkah mewujudkan ide => bimbing anak mengambil keputusan. prosesnya didampingi dan dicontohkan orangtua

    2. Anak punya ide dan mulai bisa mengeksekusi, tapi idenya terbatas. Berarti isunya adalah ide. Anak butuh banyak masukan dan pengalaman ide kegiatan lain dan keterampilan mengeksekusi ide kegiatan tersebut.

    3. Anak punya ide, tapi kemampuan mengeksekusinya terbatas. Berarti anak perlu didampingi dan diasah secara bertahap kemampuan eksekusi inisiatifnya.

    Dimulai dari diskusi:tentang proses: nanti prosesnya seperti apa? Kalau anak belum kebayang, kita yang menjelaskan prosesnya.

    Jika anak lupa dan ada distraksi, kita ingatkan: kakak sudah melakukan xxx?

    Sekali lagi, inisiatif ini adalah proses ya kak.. bukan bentuk jadi. Butuh kesabaran orangtua untuk membimbing anak agar punya ide dan sekaligus terampil mengeksekusi idenya. Dan itu butuh waktu bertahun-tahun.

    Demikian kak, semoga membantu.

    #6217
    Meiliana
    Member

    terimakasih kak.. membantu sekali.. kuncinya terus mencari solusi utk proses pembelajaran anak.

    #6215
    Aar
    Keymaster

    kak @meiliana.loeis

    Iya kak, semuanya melalui proses. Banyak aspek yang perlu distimulasi dan diperhatikan. Semua aspek mungkin tidak tumbuh bersamaan.

    Jadi, kita perlu mengenali masalahnya di bagian apa dan kemudian merancang stimulasi untuk memperbaiki di area tersebut.

Viewing 5 posts - 1 through 5 (of 5 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.
Scroll to Top