Belajar Parenting › Forums › Manajemen Keseharian Homeschooling › Podcast Tantangan Mengelola Proses Homeschooling
- This topic is empty.
-
AuthorPosts
-
December 23, 2019 at 1:13 pm #4665
Aar
KeymasterApakah Anda punya pertanyaan sesuai materi terkait?
July 22, 2021 at 6:36 pm #6852Anonymous
Guestsore k lala dan k aar untuk anak yang baru homeschooling sebaiknya pada umur berapa anak ditanyakan pertanyaan anak mau belajar apa? dan apa parameter yang bisa kita lihat pada anak bahwa anak sudah siap kita beri pertanyaan tersebut?
terima kasih jawabannya kakJuly 23, 2021 at 4:39 pm #6847Aar
KeymasterKak SIlvi,
Proses bertanya pada anak bisa dimulai sejak anak masih kecil. Pertanyaannya tidak harus menggunakan kata “belajar”. Kata belajar itu bisa diganti apa saja: baju, pakaian, kegiatan, main, dll.
“Kamu mau ngapain hari ini?”
“Kamu mau masak apa?”
“Mau main di rumah atau di taman?”Begitu prosesnya, kak.
Semoga membantu.
September 16, 2023 at 7:24 pm #5001Rizqi puspita
MemberPak aar saya berniat memulai HS di usia 7 tahun saat usia sekolah, Sekarang anak saya 6tahun Masih TK disekolah formal bagaimana cara mengajak diskusi tentang rencana homeschooling yang akan dijalani, apa saja yang harus disampaikan kepada anak?
Terimakasih
September 18, 2023 at 9:27 am #5000Aar
KeymasterKak @rizqi-puspita,
Terima kasih pertanyaannya. Saat melakukan dialog dan diskusi bersama anak tentang keputusan homeschooling, ada beberapa hal yang perlu disiapkan oleh orangtua sehingga bisa dipahami dan dimengerti oleh anak, antara lain:
- alasan orangtua – mengapa orangtua memilih HS untuk anak
- manfaat untuk anak – penting untuk mengenali hal2 praktis terkait manfaat yang akan diperoleh anak jika menjalani proses HS
- rencana kegiatan – pastikan orangtua sudah merancang kegiatan2 yang asyik bersama anak, terutama saat awal proses HS, misalnya: sering jalan2, memasak, melakukan kegiatan yang disukai anak, dll
Dialognya kurang lebih:
“Kakak pernah dengar istilah homeschooling?”“Kakak mau nggak nanti belajarnya di rumah bersama Bunda?”
“Menurut Bunda, HS itu bagus banget buat kakak karena [alasan dan manfaat].”
“Bunda sedang menimbang tahun depan kakak akan homeschooling. Kalau kita nanti homeschooling, kita bisa melakukan [rencana2 kegiatan yang sudah disiapkan].”
Salah satu proses penting dalam dialog pengambilan keputusan HS adalah menanyakan pendapat anak: “Bagaimana menurut kakak?”
Termasuk hal yang perlu diantisipasi adalah concern anak. Biasanya concern anak adalah tentang pertemanan. Kakak perlu menyiapkan rencana dan jawaban untuk urusan pertemanan ini.
“Kakak memang tidak pergi sekolah, tapi kakak tetap bisa punya teman. Kakak bisa ikut kegiatan xxx sehingga tetap bertemu yyy (nama sahabat anak). Kita nanti bikin kegiatan di rumah dan teman2 kakak bisa ikut kegiatan. Kakak nanti juga bisa ikut kegiatan xxx sehingga bisa punya teman baru. Dll”
Demikian kak, semoga membantu.. 🙏
September 20, 2024 at 1:08 pm #4837heni soraya
MemberAssalamu’alaikum Mas Aar dan Mba Lala, kami telah menjalani HS selama 3 thn tantangan yg kami alami berubah-ubah seiring waktu.. Awalnya kebingungan mencari apa yg mau dipelajari, sekarang alhamdulillah malah kebanjiran ide apa yg mau dipelajari.. Kami tinggal memilah mana yg prioritas dan diminati anak. Tantangan yg kami hadapi sekarang adalah banyaknya distraksi. Untuk distraksi gadget bisa ditangani dgn aturan. Yg sulit ditangani adalah distraksi bercanda yg berlebihan antar anak. Seringkali bercanda ini menghabiskan waktu sehingga kegiatan yg wajib saja tidak terselesaikan. Kalau saya ingatkan terus jdnya malah makin kebal. Akhirnya kami beri teguran bahkan mengurangi jatah gadgetnya. Tapi sejauh ini blm berhasil. Apakah ada cara lain yg mungkin bisa kami lakukan?
Terimakasih sebelumnya.. 🙏🏻
September 21, 2024 at 3:08 pm #4836Aar
KeymasterWa’alaikum salam wr wb,
Kak @heni-soraya
Betul sekali. Tantangan yang kita hadapi bersama anak-anak terus berubah-ubah setiap waktu. Satu masalah berhasil diselesaikan, muncul masalah baru yang lain.
Ini seperti naik kelas dan kehidupan kita. Setelah naik kelas bukan berarti tidak ada masalah. Masalah baru akan muncul lagi di kelas baru yang menjadi tantangan untuk diselesaikan.
Demikianlah pertumbuhan yang terjadi dalam hidup kita.
Terkait distraksi yang dialami anak karena banyak bercanda, menghabiskan banyak waktu, membuat yang wajib tidak terlaksana ada beberapa catatan saya:
1. Persaudaraan yang kuat
Saya belum terbayang kondisinya. Secara umum, bercanda bersama saudara adalah hal yang baik. Itu menunjukkan anak punya hubungan yang dekat bersama saudaranya.
Pertanyaannya:
- kapan dan seberapa lama proses bercandanya sehingga menghabiskan banyak waktu?
- a[a bentuk kegiatan yang wajib yang dianggap tidak selesai karena bercanda? Apakah semua kegiatan wajib? Atau kegiatan wajib tertentu?
2. Strategi kegiatan wajib
Strategi utama untuk memastikan bahwa anak-anak menyelesaikan kegiatan wajib adalah meletakkannya di pagi hari. Anak tidak boleh melakukan kegiatan lain sebelum kegiatan2 wajib selesai.
Selain itu, kegiatan wajib berarti ada kepentingan besar orangtua di sana. Oleh karena itu, biasanya kita perlu mengalokasikan waktu untuk menjaga dan memastikan kegiatan wajib itu dijalankan.
Termasuk di dalam bentuk pengawasan adalah mencari taktik di lapangan agar anak bisa fokus. Cara yang paling utama adalah menghilangkan hal-hal yang menjadi sumber distraksi.
Jika sumber distraksi adalah saudaranya, saat sedang melakukan kegiatan waktu perlu dipisah di ruang berbeda sementara. Nanti kalau sudah selesai, mereka bisa melakukan kegiatan di ruang yang sama lagi.
Demikian kak, semoga membantu
🙏
September 25, 2024 at 9:29 am #4835heni soraya
MemberKedua anak laki2 saya ini usia 8 dan 10 th memang sangat akrab, saling sayang tapi sekaligus seneng berantem juga
Catatan poin 2 yg Mas Aar sampaikan sangat mencerahkan.. kerjakan tugas wajib di pagi hari, pengawasan dari orang tua dan pisahkan dulu saat belajar…
Mengenai waktu, lama dan proses bercanda: biasanya tidak pandang waktu, pemicunyapun random, durasinya bisa sampai beberapa jam kalau tidak diingatkan. Prosesnya misalnya kalau sedang mengerjakan tugas, salah satu cerita2 bercanda, mengobrol, lanjut ngelitikin, berbalas ngaget2in, dan bahkan bisa juga sampai berantem, nangis dan baikan lagi dan lanjut lagi bercanda. Bisa juga bercandanya ini diselang seling sambil mengerjakan tugas.. tugasnya sesaat, bercandanya lama, lalu saya ingatkan balik ke tugas lagi.. saya khawatir terlalu sering menegur malah membuat mereka kebal ..
Kegiatan belajar wajibnya ada 3 jenis setiap harinya yaitu diniyah (arabic dan mengaji) di awal pagi, lanjut matematika (ixl math 2 skill) dan bahasa inggris (ixl languange art 2 skill, read aloud dan menceritakan kembali)… selebihnya chores dan kegiatan sesuai hobi waktunya fleksibel. Bercandanya biasanya ketika hendak atau sedang mengerjakan matematika dan english. Kalau sedang bagus, semua pelajaran wajib bisa selesai jam 9 pagi.. kalau sedang tidak terkendali, bisa2 pelajaran wajib baru selesai di sore hari atau bahkan tidak selesai..
Mohon tanggapannya.. 🙏
September 28, 2024 at 11:24 am #4834Aar
Keymasterkak @heni-soraya,
Melihat keadaan anak yang bercanda setiap saat, mungkin salah satu teknik pengelolaannya adalah pemisahan ruang saat sedang melakukan kegiatan yang membutuhkan fokus.
Misalnya: kakaknya di kamar, adik di ruang tamu.
Di luar itu, mereka tetap bisa melakukan kegiatan bersama dan saling mendukung.
Semoga membantu ya kak..
🙏
-
AuthorPosts
- You must be logged in to reply to this topic.