Podcast Tips Belajar Tematik

Belajar Parenting Forums Strategi Belajar Homeschooling Podcast Tips Belajar Tematik

  • This topic is empty.
Viewing 4 posts - 1 through 4 (of 4 total)
  • Author
    Posts
  • #4653
    Aar
    Keymaster

    Apakah Anda punya pertanyaan sesuai materi terkait?

    #7089
    Anonymous
    Guest

    “Harus tuntas” ini bagaimana ya kak penjelasannya? Target outcome tercapai atau ada outcome (jika tema ditentukan anak)?

    Kalau saya ingat-ingat pembelajaran anak (sekarang 8,5 tahun kelas 3 SD) di sekolah ketika sebelum pandemi, yang konon tematik, atau selama pandemi di mana sekolah memberi jadwal/kisi-kisi dan bisa dikatakan eksekusi pembelajaran adalah dari saya dan anak, kok sepertinya tidak ada pembelajaran tematik yang tuntas yah? Lebih ke pembelajaran random saja saya rasa.

    Kebetulan dalam satu bulan di bawah satu tema, tentang sumber daya alam (SDA). Kalau materi dari sekolah random saja tentang SDA, lebih ke teori dan tugas acak. Kemudian ada tugas membuat poster dan video tentang presentasi terjadinya hujan. Anak sudah melakukan ini, apakah sub-tema hujan dianggap tuntas?

    Atau karena pada kenyataannya bisa dibilang anak belum pernah belajar dengan metode tematik ini ya kak?

    Kalau menyangkut hobi anak, kebetulan anak menyukai video-video youtube tema game Five Nights At Freddy’s, sejak usia 5 tahun anak produktif menggambar karakter-karakternya. Boleh dibilang, setiap tahun anak membuat gambar karakter-karakternya sampai tuntas. Atau beberapa tema game lainnya, meski anak saya tidak memainkan game-nya. Tetapi dia tuntas/khatam dengan video-video terkait tema tersebut, terinspirasi untuk membuat gambar atau komik strip, dan beberapa kali “memaksa” saya membuat boneka berdasarkan tema-tema ini. Tapi ini bukan “belajar” ya kak? Hahaha

    Terima kasih banyak

    #7088
    Anonymous
    Guest

    Sangat membantu sekali. Terima kasih banyak

    #7087
    Aar
    Keymaster

    Kak Butet,

    Harus tuntas” ini bagaimana ya kak penjelasannya? Target outcome tercapai atau ada outcome (jika tema ditentukan anak)?

    Kalau saya ingat-ingat pembelajaran anak (sekarang 8,5 tahun kelas 3 SD) di sekolah ketika sebelum pandemi, yang konon tematik, atau selama pandemi di mana sekolah memberi jadwal/kisi-kisi dan bisa dikatakan eksekusi pembelajaran adalah dari saya dan anak, kok sepertinya tidak ada pembelajaran tematik yang tuntas yah? Lebih ke pembelajaran random saja saya rasa.

    Kebetulan dalam satu bulan di bawah satu tema, tentang sumber daya alam (SDA). Kalau materi dari sekolah random saja tentang SDA, lebih ke teori dan tugas acak. Kemudian ada tugas membuat poster dan video tentang presentasi terjadinya hujan. Anak sudah melakukan ini, apakah sub-tema hujan dianggap tuntas?

    Atau karena pada kenyataannya bisa dibilang anak belum pernah belajar dengan metode tematik ini ya kak?

    Penekanan secara khusus tentang ketuntasan disebabkan belajar di rumah berbasis keluarga berbeda dengan di sekolah. Kalau di sekolah, semuanya sudah ditetapkan dan harus diselesaikan. Sebaliknya, belajar di rumah itu semuanya negotiable sehingga memiliki kecenderungan tidak tuntas sesuai dengan rencana dan anak sudah minta untuk ganti tema/kegiatan lain.

    Nah, yang perlu ditekankan dalam proses belajar di rumah adalah mengajari anak berkomitmen. Itu berarti, sebuah hal yang direncanakan (sesuai kesepakatan) harus diselesaikan dulu sebelum ada negosiasi untuk melakukan kegiatan lain.

    Proses belajar di rumah cenderung random dan berubah-ubah? Betul. Itulah kondisi pembelajaran di rumah yang perlu diterima sekaligus disesuaikan. Kadang-kadang anak perlu dipaksa untuk bertahan sampai selesai pada sebuah titik tertentu. Pada saat lain kita memberikan ruang untuk negosiasi dan melakukan penyesuaian dengan kondisi. Strategi dasarnya seperti spiral, terkadang membutuhkan proses melingkar tetapi tetap terus bertumbuh.

    Kalau menyangkut hobi anak, kebetulan anak menyukai video-video youtube tema game Five Nights At Freddy’s, sejak usia 5 tahun anak produktif menggambar karakter-karakternya. Boleh dibilang, setiap tahun anak membuat gambar karakter-karakternya sampai tuntas. Atau beberapa tema game lainnya, meski anak saya tidak memainkan game-nya. Tetapi dia tuntas/khatam dengan video-video terkait tema tersebut, terinspirasi untuk membuat gambar atau komik strip, dan beberapa kali “memaksa” saya membuat boneka berdasarkan tema-tema ini. Tapi ini bukan “belajar” ya kak? Hahaha

    Itu belajar kak.

    Kembali lagi kita perlu merefleksikan makna belajar karena itu akan memengaruhi kelapangan hati kita sebagai orangtua dan pilihan-pilihan kegiatan untuk anak.

    Belajar itu ada 4:
    ~ Learn to be (mengenal diri)
    ~ Learn to know (menambah pengetahuan/wawasan)
    ~ Learn to do (mengasah keterampilan)
    ~ Learn to live together (belajar hidup bersama orang yang berbeda)

    Secara sederhana, belajar adalah semua kegiatan yang meningkatkan kualitas diri, bukan hanya tentang mata pelajaran saja.

    Semoga membantu.

Viewing 4 posts - 1 through 4 (of 4 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.
Scroll to Top