Podcast Tips Manajemen Keseharian HS Usia Dini

Belajar Parenting Forums Memulai Homeschooling Usia Dini Podcast Tips Manajemen Keseharian HS Usia Dini

  • This topic is empty.
Viewing 5 posts - 1 through 5 (of 5 total)
  • Author
    Posts
  • #4708
    Aar
    Keymaster

    Apakah Anda punya pertanyaan sesuai materi terkait?

    #6936
    Anonymous
    Guest

    Saat ini saya menjalankan HSUD tanpa terjadwal dan anak bulan ini akan usia 5 tahun. Bagaimana transisi membuat pola HS yang terjadwal?
    Kebanyakan anak saya kalau diajak belajar kadang mau kadang ga, jadi selama ini saya mencari selah saja kapan dia mau disitu saya mulai terutama materi² melibatkan paper work.
    Ada contoh ga jadwal sehari² untuk usia 5 tahun?
    Terima kasih

    #6935
    Aar
    Keymaster

    Kak Indrawati,

    Pada umumnya pola untuk HS anak usia dini memang tidak berjadwal, tetapi spontan. Orangtua memanfaatkan momen apapun yang terjadi pada anak.

    Jadwal usia dini dibuat biasanya untuk kepentingan orangtua agar bisa mengelola proses, bukan untuk anak. Misalnya: orangtua mengalokasikan waktu pagi hari setelah sarapan/mandi dan malam sebelum tidur untuk melakukan kegiatan bersama anak. Sesederhana itu alokasi jadwalnya. Jenis kegiatannya disesuaikan dengan kondisi, yang penting waktunya dialokasikan dan dijalankan sehingga anak memahami pola kesehariannya.

    Tentang belajar, sebenarnya apa sih pengertian belajar? Ini yang perlu direfleksikan oleh orangtua.

    Apakah belajar harus menggunakan lembar kerja (worksheet) dan duduk diam menulis?

    Apakah mengobrol tentang kupu-kupu, memasak, dan tebak-tebakan bukan belajar?

    Enaknya homeschooling adalah pola kegiatannya tak harus seperti sekolah. Yang penting orangtua menyadari tujuan-tujuan yang perlu diraih. Boleh menggunakan worksheet, tapi tidak harus.

    Yang penting bukan jadwal, tapi membangun budaya dan kebiasaannya. Misalnya berkaitan dengan membaca, orangtua bisa membangun kebiasan cerita/membacakan buku sebelum tidur dan kegiatan membaca nyaring (read aloud) bersama anak.

    Bagaimana mengatur jadwal anak?

    Semuanya tergantung kesiapan anak, kak. Jangan dipaksa pakai jadwal.

    Kalau mau mencoba, proses transisi yang dilakukan biasanya:
    ~ mengobrol bersama anak dan bikin kesepakatan
    ~ mendaftar jadwal rutin yang saat ini dijalani (mandi, makan, gosok gigi, main di taman, menonton, dll)
    ~ tulis jadwal itu di kertas/gambar, tempel di dinding
    ~ tandai setiap kali selesai melakukan kegiatan
    ~ nanti seiring waktu, bisa ditambahkan

    Sekali lagi, jadwal untuk anak usia dini tujuannya untuk orangtua agar bisa lebih mengelola keseharian anak.

    Untuk anak, jadwal adalah untuk pengenalan pola kegiatannya dan rasa kepemilikan anak dengan kegiatannya. Itulah sebabnya, jadwal perlu menjadi diskusi bersama anak, bukan hanya ditetapkan oleh orangtua. Jika hanya ditetapkan orangtua, anak tak merasa memiliki jadwalnya dan kemungkinan besar tidak akan berjalan.

    Demikian kak, semoga membantu.

    #6934
    Anonymous
    Guest

    Mas Aar, mau nanya :
    ada tips and trick dalam manajemen emosi anak usia dini?

    kadang, kalau nangis sampe muntah.

    #6933
    Aar
    Keymaster

    Kak Agnes,

    Saya bukan profesional di bidang psikologi dan kedokteran. Jawaban saya ini adalah jawaban seorang Ayah dan praktisi pengasuhan.

    Dalam pemahaman saya, jika anak emosi sampai muntah, itu berarti emosinya dalam dan dia belum bisa mengontrol dirinya. Ada 2 hal yang akan saya lakukan dalam kondisi seperti ini:

    1. Menurunkan level emosi
    Level emosi diturunkan dengan menggunakan teknik validasi emosi. Anak diberikan kenyamanan bahwa emosinya tidak apa-apa dan dimengerti. Ini seperti katarsis untuk membocorkan tekanan tinggi agar tidak meledak.

    Sambil dipeluk dan diberikan kenyamanan, tanyakan dengan lembut:
    “Aoa yang kakak rasakan? Kakak sedih karena mainannya rusak? Nggak apa-apa kok.. Bunda juga pernah merasakan sedih [gunakan istilah yang dipakai anak] seperti itu kok waktu xxx”

    2. Menggali
    Dalam kondisi sudah tenang beberapa jam kemudian, ajak anak berbincang santai. Ajukan pertanyaan dan dengarkan.
    “Tadi kenapa kakak nangisnya sampai muntah-muntah gitu? Bunda sedih kalau kakak sampai muntah-muntah begitu…”

    3. Menawarkan solusi
    “Enak nggak nangis sampai muntah? Kakak mau belajar supaya nggak muntah kalau nangis?”

    Ajari anak untuk mengatur nafas agar panjang dan teratur saat mengalami emosi. Berikan contoh dan lakukan latihan di saat santai.

    Begitu tips dari saya, kak Agnes. Semoga membantu.

    Jika masalah ini berkelanjutan, saya akan memilih untuk konsultasi dengan profesional di bidang kesehatan: dokter atau ahli tumbuh kembang anak.

Viewing 5 posts - 1 through 5 (of 5 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.
Scroll to Top