Belajar Parenting › Forums › Memulai Homeschooling Usia Sekolah › Podcast Titik Awal Memulai Homeschooling
- This topic is empty.
-
AuthorPosts
-
December 22, 2019 at 1:46 pm #4690
Aar
KeymasterApakah Anda punya pertanyaan sesuai materi terkait?
March 19, 2020 at 1:01 pm #7320Anonymous
GuestBagaimana menyiapkan materi home schooling untuk anak saya yang sudah kelas 2? Disamping tidak semuanya kita bisa menjadi pengajar.
March 21, 2020 at 3:43 pm #7319Aar
KeymasterKak Renold,
Kunci penting dalam proses HS adalah tidak memindahkan sekolah ke rumah. Kalau kita memindahkan sekolah ke rumah, itu hal yang tidak mungkin kita lakukan karena kapasitas kita sebagai orangtua tidak memungkinkan dan kondisi rumah berbeda dengan sekolah.
Jadi, proses belajar tidak harus mata pelajaran yang ada di sekolah.
Lalu, apa yang harus dipelajari oleh anak?
Intinya sebenarnya tergantung orangtua, karena HS itu sangat custom, tidak seperti sekolah yang materi belajarnya ditentukan standar dan sama. Visi pendidikan keluarga sangat penting untuk memandu proses homeschooling yang dijalani di keluarga kita.
Beberapa hal yang penting dipelajari, misalnya:
- kebiasaan baik saat bangun tidur, berkaitan dengan makan, berkaitan dengan komunikasi, berkaitan dengan ibadah, dll
- keterampilan belajar: inisiatif anak, keterampilan mengikuti prosedur (misalnya menonton video Youtube memasak, dll)
- matematika
- percobaan sains, dll
Jika kita tidak menguasai materi belajar, kita bisa mencari dan mempelajari materinya secara online atau menggunakan materi online.
Detil tentang materi belajar dan pola kegiatan anak akan dibahas pada bagian ke-3
April 8, 2020 at 6:10 pm #7317Anonymous
Guest1. Menciptakan keberhasilan2 kecil untuk menghasilkan spiral yg positif, itu maksudnya apakah kaitannya dgn jadwal kegiatan/belajar konten dalam sehari, tidak perlu banyak yg penting tercapai apakah begitu?
2. Pelibatan anak : mulai dr perancangan sampai jenis kegiatan belajarnya. Anak tdk hanya menjadi objek.
Apakah maksudnya spt ini?
Usul dr ortu : ok skrg mulai ada pelajaran math.
Maka ortu beri pilihan mau math dgn ixl atau belajar dr buku LMA?begitu bukan ya prakteknya?
3. Memperluas pengalaman belajar dan berteman apakah maksudnya anak perlu utk gabung di komunitas hs?
April 11, 2020 at 3:44 pm #7314Aar
KeymasterDear mbak Mutiara,
1. Betul. Proses berkegiatan mulai dari yang kecil dan sederhana, tapi berhasil diselesaikan. Keberhasilan itu membuat bahagia dan membuat kita ingin mengulanginya. Ini yang saya maksud dengan spiral positif.
2. Bisa. Variasanya sangat beragam. Yang Anda contohkan adalah salah satu variasi.
a. Mau belajar math tentang apa hari ini?
Aku (anak) mau belajar tema ya xxxxb. Kamu mau proyek apa minggu ini?
Aku mau masak lagi.
Mau masak apa?
Aku pengin bikin Chocolate Cookies.
OK, kamu cari resepnya. Nanti kasih tahu Bunda ya.. kita lihat apakah kita punya bahan-bahannya.c. Mengapa kegiatan ini belum dikerjakan?
Aku lagi sibuk ngerjain xxx
Bagaimana rencanamu selanjutnya?
Besok aku akan teruskan lagi kegiatannya.d. Kenapa kegiatan itu belum dikerjakan?
Susah. Aku nggak bisa ngerjain.
Apa yang kamu butuhkan? Kamu mau ditemani Bunda?
Iya. Aku pengin lihat dulu caranya. Nanti aku kerjain sendiri3. Memperluas pengalaman dan jaringan pertemanan berarti ikut kegiatan macam-macam. Komunitas HS adalah salah satunya. Kegiatan lain bisa dilakukan di komunitas atau kelompok sesuai minat/hobi (tidak harus homeschooling)
Semoga menjawab ya mbak..
April 21, 2020 at 4:58 pm #7265Anonymous
GuestTerimakasih byk…
Menjawab dan mencerahkan!April 22, 2020 at 1:49 pm #7259Aar
KeymasterSama-sama kak, semoga bermanfaat
January 23, 2021 at 10:23 am #7038Anonymous
GuestMeneruskan hs dari usia dini.
Anak pertama saya terbiasa Hs usia dini, nah usia 5th saya daftarkan sekolah TK, dari awal sudah tidak mau sekolah, maunya sekolah di rumah sama bunda, berjalan 1 semester akhirnya saya pamitkan dari sekolah karena anaknya tetap tidak mau sekolah.
Maka saya putuskan untuk belajar HS usia sekolah. Mohon bimbingannya kak
Tambahkan materi berupa konten ini contohnya seperti apa ya kak?
January 23, 2021 at 3:45 pm #7034Aar
KeymasterHalo kak Zulvi,
Kalau anak berusia 5 tahun, berarti secara kapasitas fisiologis (otak & emosi) masih masuk usia dini. Proses-proses yang perlu dilakukan adalah melanjutkan proses HS Usia Dini yang sudah dilakukan.
Fase Usia Sekolah dimulai saat anak berusia 7 tahun, ditandai dengan anak mulai didaftarkan di PKBM.
Fokus Proses Anak
Lalu, apa yang perlu dilakukan saat transisi dari usia dini ke sekolah?
- Jaga spirit “keingintahuan” (curiosity) dan kecintaan belajar anak
- Kenali hal-hal yang ada di keseharian yang bisa dijadikan proses belajar
- Bangun kebiasaan baik dan keterampilan dasar (lihat materi 10 Keterampilan Dasar Anak)
- Perkenalkan jadwal pada anak dengan membuat kesepakatan bersama: diskusikan, tulis, pasang
- Perkenalkan proses belajar literasi (membaca) dan numerasi melalui cara2 yang sesuai dengan anak
- Belajar konten itu berarti belajar pengetahuan/wawasan, misalnya: membaca, math, sains, dll
Semoga jawaban ini membantu. Silakan ditanyakan lagi jika ada yang perlu diperjelas.
February 6, 2021 at 6:24 am #6975Anonymous
GuestAssalamualaikum mas Aar dan mbak Lala, saya Dini ibu 1 anak usia 7 thn kelas 1 SD sekolah alam, berencana ingin meng HS kan anak. Jadi anak saya itu sebenernya belum pernah bersekolah secara offline, karena begitu memasuki usia sekolah terjadi pandemi. menurut pendapat saya, anak saya ini tidak suka bersekolah karena setiap malam bertanya, apakah besok pagi sekolah bu? Jadi malam sebelumnya sudah depresi duluan, pertanyaan saya:
1. Apakah ini sudah bisa saya jadikan acuan untuk meng HS kan anak saya
2. Maksud dari ” mundur sejenak ” sebelum memulai HS apakah tidak apa-apa jika saya
Membutuhkan waktu yang agak lama semisal 1thn karena bonding saya ke anak kurang
Bagus, anak masih suka teriak, memukul dll, saya ingin memperbaiki itu dulu dan
apakah tolak ukur untuk mengetahui kami sudah siap ke HS setelah
Melakukan mundur sejenak tadi.
Terimakasih banyak untuk jawabannya mas Aar dan mbak Lala InshaaAllah membantu sekali buat saya😊🙏February 6, 2021 at 3:47 pm #6972Aar
KeymasterWa’alaikum salam wr wb,
Kak Dini,
Terima kasih sharingnya. Kesadaran Anda untuk berpihak pada anak sangat bagus sekali. Anda tidak memaksakan ideal di benak orangtua dan tidak takut penilaian orang lain terhadap anak dan Anda. Ini sikap mental yang perlu dipelihara.
Setiap anak unik dan tidak bisa distandarkan. Setiap anak memiliki minat dan kecepatan belajar yang berbeda-beda, kekuatan dan tantangan yang berbeda-beda pula.
1. HS memberikan ruang yang besar untuk fleksibilitas itu. Anak tidak distandarkan dan dipaksa mengikuti standar. Yang penting adalah kesadaran orangtua untuk terus menemani proses anak, bertumbuh terus setiap saat sesuai keunikan setiap anak.
2. Mundur sejenak berarti orangtua tidak langsung mendorong anak-anaknya belajar akademis seperti sekolah. Rencana Anda untuk fokus memperkuatan bonding itu sangat bagus. Perbaiki bonding, komunikasi, dan kenyamanan anak dengan dirinya sendiri, juga kemampuan anak meregulasi diri. Itu adalah bekal hidup yang akan terus terpakai dalam jangka panjang.
Hal-hal yang bersifat akademis bisa dipelajari menyusul saat anak siap. Anak bisa menyelipkannya sedikit jika dibutuhkan. Tapi fokus awal sebaiknya adalah menemani anak agar bisa menjalani kesehariannya dengan baik.
Semoga dengan proses itu anak merasa nyaman dan secara bertahap tertarik/bisa belajar hal-hal lain sesuai kesiapannya. Jika anak merasa nyaman dengan kesehariannya dan bisa belajar (apapun), itu pertanda proses Anda bertumbuh ke arah yang tepat.
Demikian, kak. Semoga membantu.
-
AuthorPosts
- You must be logged in to reply to this topic.