Pola Kegiatan Homeschooling Usia Dini

Belajar Parenting Forums Memulai Homeschooling Usia Dini Pola Kegiatan Homeschooling Usia Dini

  • This topic is empty.
Viewing 5 posts - 1 through 5 (of 5 total)
  • Author
    Posts
  • #4707
    Mira Julia
    Keymaster

    Apakah Anda punya pertanyaan sesuai materi terkait?

    #6950
    Anonymous
    Guest

    Hai Mas Aar dan Mbak Lala

    Untuk pendekatan tematik, biasanya dilakukan untuk 1 minggu bermain dgn 1 tema? Atau boleh memilih tema tertentu setiap harinya?

    Mohon penjelasannya ^^

    #6948
    Aar
    Keymaster

    Kak Shintari,

    Durasi kegiatan untuk anak usia dini dilihat dari kesiapan anaknya, kak. Kalau bisa kegiatan tematik dibuat modular. Maksudnya, satu kegiatan bisa berdiri sendiri tidak tergantung pada kegiatan lain. Jadi, sekali duduk dan melakukan kegiatan langsung selesai.

    Besok dilihat lagi apakah anak masih tertarik melakukan kegiatan dengan tema tersebut. Kalau anak masih semangat, kegiatan dengan tema yang sama bisa dilanjutkan dengan jenis kegiatan baru. Proses ini dilakukan setiap hari. Jika anak masih tertarik, biasanya tema yang sama bisa berjalan berhari-hari.

    Tapi kalau anak sudah tidak tertarik atau mau melakukan kegiatan lain, sebaiknya kegiatan tema sebelumnya tidak dilanjutkan. Kegiatannya bisa ditunda untuk dilakukan di waktu yang lain.

    Mengapa pendekatan seperti ini dilakukan?

    Karena tujuan penting yang ingin diraih dari kegiatan anak usia dini adalah pengalaman belajar yang mengasyikkan, bukan penguasaan isi materi belajarnya. Jika anak menikmati proses kegiatannya, mereka akan minta diulang lagi dan ingin terus belajar lagi.

    Proses seperti inilah yang dicari. Kalau materi penguasaan materi tidak terlalu didapat, selalu ada peluang untuk mengulanginya di waktu lain jika anak menikmati proses dan pengalamannya berkegiatan.

    Semoga membantu.

    #6822
    Anonymous
    Guest

    Hi Mas Aar dan Mba Lala,

    Ank saya berumur 29bln, saat ini dia bisa mengungkapkan perasaan terutama perasaan takut. Ia sering minta pulang jika kami hanya berkeliling keluar, apakah pengaruh masa PPKM? krn kami jarang sekali keluar rumah semenjak itu. kemudian keluarga sering menakuti ank sy jika ia tidak mau nurut, misalnya tidak mau membereskan mainan, tidak menjawab ketika dipanggil berkali-kali dll. cara menakutinya misalnya mainan dikasih ke om (luar) atau bibi yang diluar.

    Scr piskologis sy khawatir, sy juga sibuk mengasuh adiknya yang berumur 6bln.

    Mohon pencerahannya.

    Thanks

    #6820
    Aar
    Keymaster

    Halo kak Sheryl,

    Terima kasih sharing dan pertanyaannya.

    Secara umum, tahap awal perkembangan psikososial anak adalah: membangun kepercayaan (trust) pada sekitar dan otonomi. Pada tahap ini, anak membutuhkan rasa aman dan nyaman dari lingkungannya. Saat dia membutuhkan sesuatu, ada orang lain (Ibu & pengasuh) yang datang dan memenuhi kebutuhannya. Jika kebutuhan ini dipenuhi, anak akan melihat dunia sekitarnya aman, orang-orang bisa dipercayai, dan dia bisa menjelajah sekitar dengan nyaman.

    Selanjutnya, anak juga ingin mengeksplorasi sekitar dan mencoba-coba. Di dalam fase pertumbuhan ini, penting bagi orangtua dan lingkungan untuk memberikan kepercayaan diri pada anak bahwa dunia sekitar aman dan dia bisa menjelajahinya sendiri.

    Itu dua fase penting di 3 tahun pertama anak.

    Ketika anak sudah bisa mengungkapkan rasa takut, itu adalah sebuah pertanda bagus bahwa anak terstimulasi dengan baik aspek komunikasinya sehingga terampil mengungkapkan perasaan/pikiran. Yang perlu digali adalah penyebab rasa takutnya. Faktor PPKM (merasa asing dengan lingkungan luar) dan ditakut2i mungkin memberikan pengaruh.

    Dalam kondisi seperti ini, pintu perbaikannya masih terbuka sangat lebar.

    Beberapa fokus penting yang bisa dan perlu Anda lakukan:

    1. Perkuat bonding
    Cari waktu untuk menguatkan hubungan Anda dengan anak. Jenis kegiatannya tidak terlalu penting. Yang penting adalah hubungan hati antara anak dan Anda. Anak merasa aman dan nyaman karena ada Anda. Cari waktu untuk menunjukkan bahwa dia juga spesial dan di hati Anda.

    2. Stimulasi fisik
    Perbanyak stimulasi fisik dalam bentuk senyum, usapan kepala, pelukan dan kata-kata yang lembut kepadanya.

    3. Dengarkan
    Saat anak bercerita tentang ketakutannya, dengarkan dengan sepenuh hati dan turuti, jangan paksa untuk berani. Jika suasana hatinya sudah tenang, gali dan tanyakan apa yang menjadi kekhawatirannya. Jika memungkinkan, perbanyak momen di mana anak bisa bercerita kepada Anda. Proses ini tidak harus dalam waktu khusus, bisa dilakukan sambil Anda mengurusi adiknya.

    4. Libatkan
    Libatkan anak untuk membantu mengurus adik sehingga dia tahu bahwa dia bisa berkontribusi yang bermakna. Jangan lupa mengapresiasi kontribusi yang dilakukannya.

    5. Ingatkan
    Ingatkan kepada anggota keluarga lain untuk tidak menakut-nakuti anak. Sebagai gantinya, minta mereka menjelaskan secara rasional kepada anak tentang larangan/perintah kepada anak, misalnya: jika mainan tidak dirapikan akan berantakan dan bikin orang tersandung, mainan hilang, dsb.

    Demikian kak, semoga membantu.

Viewing 5 posts - 1 through 5 (of 5 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.
Scroll to Top