Prinsip Dasar Homeschooling Usia Remaja

Belajar Parenting Forums Memulai Homeschooling Usia Sekolah Prinsip Dasar Homeschooling Usia Remaja

  • This topic is empty.
Viewing 12 posts - 1 through 12 (of 12 total)
  • Author
    Posts
  • #4670
    Aar
    Keymaster

    Apakah Anda punya pertanyaan sesuai materi terkait?

    #7281
    Anonymous
    Guest

    baik, terimakasih kak Aar

    #7014
    Anonymous
    Guest

    Bagaimana kita bisa tahu PKBM yang cocok untuk anak kita?

    #7013
    Aar
    Keymaster

    Kak Sita,

    Karena layanan PKBM sangat lebar kualitas maupun jenisnya, berikut ini beberapa panduan untuk memilih PKBM yang selaras dengan HS. Jangan lupa, PKBM ini hanya infrastruktur pendukung untuk proses Ujian Paket (fungsinya sangat berbeda dengan sekolah yang menjadi infrastruktur utama jika anak bersekolah).

    Jadi, yang penting pastikan PKBM memiliki legalitas untuk mengadakan Ujian Paket dan fleksibel dalam proses pembelajaran (sehingga tidak mengganggu ritme kegiatan mandiri anak HS).

    Beberapa kriteria penting untuk mengetahui apakah PKBM ramah dengan HS, antara lain:

    1. Fleksibilitas proses belajar
    Tidak mensyaratkan kehadiran tatap-muka.

    2. Dukungan belajar online
    PKBM menyediakan dukungan dalam bentuk materi belajar/kegiatan secara online, minimal dalam bentuk modul belajar dan mekanisme penilaian. Lebih baik jika tak ada kewajiban hadir dalam sesi tatap muka online (anak bisa mengatur sendiri proses belajarnya).

    3. Memiliki NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional) dan sudah terakreditasi
    ~ Cek NPSN PKBM: https://referensi.data.kemdikbud.go.id/index31.php

    4. Bisa mengadakan ujian Kesetaraan sendiri (tidak menumpang)
    Ini sangat dianjurkan. Pengecualian jika ada PKBM rintisan dengan pendiri berdedikasi yang masih dalam proses menyempurnakan legalitas sehingga masih menumpang Ujian Paket pada PKBM lain yang lebih tua.

    5. Dukungan tutorial dan kegiatan siswa secara online (optional)

    6. Pertanyaan ke PKBM

    Berikut ini beberapa pertanyaan yang bisa diajukan ke PKBM:
    a. Apakah PKBM punya NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional)?
    b. Apa akreditasi PKBM?
    c. Apakah PKBM berhak mengadakan Ujian Paket sendiri (tidak menumpang ke PKBM lain)?
    d. Apakah ada syarat kehadiran fisik di PKBM? Kapan siswa harus hadir?
    e. Layanan apa saja yang diberikan oleh PKBM? Modul, tutorial, dll?
    f. Apakah ada pembelajaran online? Apakah anak bisa belajar mandiri?
    g. Apakah ada student club atau klub kegiatan anak?
    h. Berapa biaya? Apa komponen biaya yang harus dibayar?
    i. Dll

    Semoga membantu.

    #7012
    Anonymous
    Guest

    Noted Mas Aar, terima kasih.

    Apakah kemudian jika ortu memutuskan anak bersekkolah di luar negeri, dia tidak perlu mengambil jalur akademis kejar paket ya?

    #7011
    Aar
    Keymaster

    Kak Sita,

    Karena sistem penerimaan mahasiswa di luar negeri sangat beragam, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan:

    1. Orangtua perlu menjajagi dan mempelajari sistem penerimaan mahasiswa di PT Luar Negeri yang dituju. Apa aspek pendukung legalitas belajar yang diakui?

    Secara umum Ijazah Paket C biasanya diterima. Tapi ada PT di Jerman tidak menerimanya. Jadi, jika kuliah di Jerman pintu masuknya adalah Cambridge IGCSE atau A Level sebagai basis untuk mendaftar Studienkolleg.

    2. Beberapa orangtua mempertimbangkan ijazah di luar Paket C karena rendahnya fleksibilitas dan rendahnya kualitas ujian/ijazah.

    Fleksibilitas dinilai rendah karena untuk mengikuti Ujian Paket C, syaratnya harus punya ijazah SMP/Paket B dan berjarak 3 tahun. Untuk mendapatkan ijazah Paket B, syaratnya harus punya ijazah SD/Paket A.

    3. Alternatif ijazah yang sering ditengok oleh orangtua HS (yang anaknya mau sekolah di luar negeri) adalah Cambridge IGCSE/A Level. Ujiannya per mata pelajaran dan tidak mensyaratkan level sebelumnya. Untuk melakukan ujian Cambridge, anak perlu mencari sekolah/testing center yang menerima Private Candidate.

    Kekurangannya, jika anak tidak punya ijazah Paket C, maka tidak bisa kuliah di dalam negeri karena calon mahasiswa PTN/PTS di Indonesia dipersyaratkan harus memiliki ijazah SMA/Paket C.

    Demikian kak, semoga menjawab.

    #6988
    Aar
    Keymaster

    Kak Novie,

    Prosesnya bisa dicoba di klik link di sini: https://www.cambridgeinternational.org/why-choose-us/find-a-cambridge-school

    Pilih negara (Indonesia) dan kota (Jakarta). Perhatikan kolom Private Candidate. Jika Yes, berarti dia menerima anak HS yang “menumpang ujian”. Jika No, berarti hanya menerima siswa internal.

    #6987
    Anonymous
    Guest

    bisa tolong dicontohkan kak, testing center/sekolah yang menerima private candidate untuk ujian Cambridge ini? sy di Jakarta selatan.

    #6983
    Anonymous
    Guest

    Terimakasih jawabannya kak aar.

    Pertanyaan lanjutan, jika kami memutuskan terjun ke HS dengan segala pertimbangan, lalu setelah menjalani selama 1-2 tahun ternyata ingin menitipkan anak kembali ke sekolah, apakah pernah ada kejadian spt ini? apa kira2 resikonya dan bagaimana prosesnya?

    #6977
    Aar
    Keymaster

    Kak Novie,

    Secara aturan legal bisa, tapi praktek di lapangan tidak semudah itu.

    1. Banyak orang di lapangan (guru/sekolah) tidak memahami mekanismenya karena masih jarang dan tidak ada petunjuk teknis terkait proses ini. Aturan yang ada berupa Peraturan Menteri. Intinya adalah ada rapor di jenjang sebelumnya dan placement test di tempat/sekolah baru.

    2. Harus memastkan ketersediaan kursi kosong di sekolah yang dituju. Biasanya harus mencari sekolah swasta yang butuh murid, bukan sekolah favorit.

    3. Dalam praktik HS, 2 tahun adalah masa sangat awal. Tahun pertama biasanya adalah tahun kekacauan, tahun kedua mulai dapat pola HS.
    Kami tidak menyarankan melakukan HS dalam jangka pendek. Minimal menjalani HS dilakukan dalam durasi hingga selesai Ujian Paket (A/SD, B/SMP, C/SMA). Jadi, harus ditimbang baik-baik dulu sebelum memutuskan untuk HS.

    Risiko yang terjadi jika HS hanya sebentar adalah:
    ~ orangtua dan anak tidak mendapatkan apa-apa, hanya mendapatkan kekacauan saja.
    ~ jika pindah dari HS ke sekolah akan masuk ke sekolah yang tidak bagus

    Proses perpindahan dari HS ke sekolah serupa dengan perpindahan dari sekolah ke HS, hanya dibalik saja:
    1. Mencari sekolah yang punya kursi kosong dan mau menerima
    2. Membuat surat mutasi dari PKBM ke sekolah (dilengkapi rapor dari PKBM)
    3. Placement test di sekolah (ini optional tergantung kebijakan sekolah)

    Demikian, semoga membantu.

    #5454
    Indah
    Member

    assalamu”alaikum wr.wb duh maaf baru bisa on lagi di hari ini banyak halangannya….hehe so’a kan kami bulan ini adalah pertama kita mau memulai memasuki HS jadi deg-degan berarti wajar ya yang dikhawatirkan kita itu pas awal kita belum menemukan pola, masih mengawang-ngawang sekalipiun terbayang dari belajar disisini tetap dilapangan belum terbayang untuk tahun ini saya akan memasuki 2 anak untuk HS mas aar yang ke smp dan sma kalau anak-anak sudah mantaf tapi saya masih dagdigdug bagaimana cara menghilangkan dagdigdung yang jadi muncul keraguan

    #5453
    Aar
    Keymaster

    Wa’alaikum salam wr wb,

    Kak @annisa-sidqia-nahdah

    Selamat menjalani petualangan belajar baru bersama anak-anak, kak.

    Sebuah hal baru pasti bikin deg-degan dan menggentarkan.

    Bagaimana untuk membuat kita lebih tenang?

    Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan:


    1. Fokus pada aksi ke depan

    Fokus untuk melakukan aksi dan menatap ke depan. Simpan kenangan perjalanan yang sudah lewat. Kita akan menatap dan menjalani pengalaman belajar yang seru sekaligus berbeda.

    Yang pasti, jangan lupa mendaftar PKBM untuk memastikan urusan legalitas lancar dan tak masalah.

    2. Cari keberhasilan kecil

    Proses HS adalah marathon. Hasilnya jangka panjang. Jadi, jangan lihat hari per hari, minggu per minggu, atau per bulan. Hasilnya baru terlihat dalam orde tahun.

    Cari keberhasilan-keberhasilan kecil dalam proses transisi mencari pola yang nyaman untuk anak dan keluarga.

    3. Manfaatkan kegiatan luar

    Supaya tak sibuk menunggu, letakkan fokus pada pendampingan dan stimulasi anak.

    Sertakan anak pada kegiatan2 luar, misalnya les bahasa asing, kursus, dan kegiatan komunitas.

    Dengan proses ini, perkembangan anak pada area2 tertentu sudah bisa dipastikan bertumbuh.

    4. Cari teman

    Supaya kakak tidak merasa sendirian, jangan lupa mencari teman seperjalanan untuk teman mengobrol dan curhat. Sesekali ikuti kegiatan offline dan bertemu dengan praktisi HS lain.

    Demikian kak, semoga membantu..

    Selamat menikmati perjalanan. Jangan lupa menikmati dinamika sepanjang jalan, bukan hanya sibuk menanti kapan sampai di tujuan.

    🙏

Viewing 12 posts - 1 through 12 (of 12 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.
Scroll to Top