Belajar Parenting › Forums › Program › QnA Mindful Parenting
Tagged: fokus
- This topic is empty.
-
AuthorPosts
-
May 18, 2023 at 8:43 pm #5478
Anonymous
GuestBaik Mas Aar terimakasih banyak atas jawaban dan tambahan semangatnya 😀
May 18, 2023 at 10:09 pm #5477Vera Marsella
MemberTerimakasih Mas @Aar atas jawaban dari pertanyaan saya.
Mohon izin untuk berbagi hasil latihan 2 hari ini ttg mengamati tanpa menilai/menghakimi.
Kemarin saat saya menyiapkan makan siang. Adek (2th) ini tidak bisa ditinggal lama. Sebentar nangis minta ASI. Kemudian saya tinggal adek dan kakak untuk kembali memasak. Baru sebentar, ada rebutan lah atau kakak yang iseng gangguin adek. Sampai rasanya sebentar2 nangis. Minta ASI. Nangis lalu minta ASI. Saat saya memberikan ASI ke adek. Saya perhatikan adek sambil ajak becanda saya (physical touch), dan kakak pun ingin terus mengajak saya ngobrol. Dan saya mencoba nafas sadar. Untuk menetralkan emosi kesal karena merasa kegiatan masak tertunda trs karena drama2 ini. Dari kejadian tsb saya amati sepertinya mereka ingin bercengkrama dengan saya. Kemudian saya lanjutkan memasak lagi hingga selesai. Anak2 makan siang. Setelah itu saya ajak mereka main di teras, mereka main berdua. Tidak ada lagi drama2 seperti saat saya sedang masak😅 . Dari pengamatan tsb ada 2 hal yang jadi catatan saya. Mereka ingin main dgn saya pada saat dimana waktu saya sedang memasak dan mereka cari perhatiannya dgn kakak isengin adek, adek menangis minta ASi trs. Kemudian energi mereka ingin dipakai main di luar rumah. Karena pas pagi sepertinya belum cukup puas main di luar rumah. Saya coba tahan diri tidak mengucapkan kata ‘adek ko rewel/ogo’ atau ‘kakak ko nyebelin isengin adek trs’ pada saat kejadian ”drama2” itu terjadi.
Contoh lainnya adalah malam ini sebelum anak2 tdr. Mereka gosok gigi. Adek baru saja ganti pakaian karena pakaian sebelumnya kotor saat makan pisang coklat. Setelah itu kakak dan adek gosok gigi berdua tanpa saya temani. Tiba2 adek keluar dengan membawa sikat giginya dan pakain yang baru diganti tsb basah lagi. Karena disiram kakak (menurut cerita kakak, karena saat kejadian sy tdk dgn mereka). Kemudian kakak bilang bahwa adek gosok giginya dibantu kakak.
Dalam hati saya bilang tahan diri tidak komentar. Apresiasi kakak yang sudah mau membantu adiknya untuk gosok gigi meski pakaian adeknya basah dan jujur mengakui pakaian adeknya basah oleh kakak.
Maka saat mereka keluar kamar mandi. Saya ucapkan terimakasih kpd kakak krn sudah bantuin adek gosok gigi sambil usap kepalanya.
Jika benar2 diamati banyak kejadian yang dilakukan oleh anak2. Namun tdk semuanya bisa saya catat. Dan tidak semuanya mulus. Ada kalanya saya rasa saya masih melakukan penilaian thd apa yg anak2 lakukan.
Apakah contoh kejadian diatas. Bisa mewakili latihan mengamati tanpa menghakimi?
Terimakasih
May 20, 2023 at 9:52 am #5476Aar
KeymasterBagus sekali kak @vera-marsella,
Selamat untuk perkembangan dan kemajuannya yang besar.
Ini adalah langkah awal yang luar biasa untuk maju dan berlatih terus meningkatkan kapasitas mindfulness.
Kakak sudah melihat dan merasakan sendiri, kemajuan kakak membuahkan hasil bagus: kestabilan diri sendiri, kualitas hubungan orangtua-anak, juga perkembangan anak-anak.
Terus berlatih ya kak..
Jangan lupa untuk mengapresiasi diri sendiri dan melihat perkembangan kita, bukan fokus pada kekurangan dan ketidaksempurnaan kita.
Ruang bertumbuh dan berkembang senantiasa tersedia bagi karena itu adalah proses kita menjadi lebih baik.
🤩👍
May 21, 2023 at 8:20 pm #5475Vera Marsella
Memberterimakasih Mas Aar dan Mba Lala atas pemaparan energi positifnya yang bisa sampai kpd saya.melalui pelatihan ini saya merasakan tdk hanya hub saya dgn anak. Tapi saya cb praktekan kpd suami. Sambil sharing mengenai pelatihan ini kpd suami sekaligus praktek. Lumayan..hehehe.. Terimakasih Mas Aar sudah memberikan respon dr pertanyaan2 saya.
May 25, 2023 at 9:32 am #5474Aar
KeymasterSelamat berproses dan terus berlatih kak @vera-marsella🤩
-
AuthorPosts
- You must be logged in to reply to this topic.