Revisi aksi hal baik

Belajar Parenting Forums Habit Formation Revisi aksi hal baik

  • This topic is empty.
Viewing 2 posts - 1 through 2 (of 2 total)
  • Author
    Posts
  • #4073
    Rara Fatima
    Member

    Halo Mas Aar,

    Pagi ini dapat pesan WhatsApp terkait Habit Formation perihal revisi aksi. Jadi saat kemarin saya merangka kebiasaan baik yang ingin saya tanamkan, saya mempertimbangkan hal ‘service’. Saya ingin bangun lebih awal, agar setidaknya saya bs tdk terburu2 dalam menyiapkan bekal kantor suami, bisa duduk di meja makan bersama suami sehingga bs ngobrol santai sblm suami berangkat ke kantor. Hal ini mempertimbangkan jg si anak belum bangun.

    Setelah dicoba 2 hari, 2x anak bangun ketika saya sudah duluan, dan berujung dia ngamuk merasa ditinggal. Dia juga dengan jelas menyatakan ‘Rashaan gak suka kalo Rashaan tidur Ibu ninggalin.’ Mood dia pun terganggu sepagian itu.

    Untuk situasi seperti ini, apakah rencana hal baik saya yang perlu dirubah, atau anak yang dibantu adaptasi agar tdk merasa ditinggal kalau Ibu bangun lbh dulu?

    Pertanyaan kedua, apakah hari optimal ini sebaiknya disiapkan 2 versi? Ketika kondisi ideal dan survival mode? Karena baru jalan beberapa hari melalui hari optimal, saya dan anak sama2 sakit.

    #5586
    Aar
    Keymaster

    Kak @rara-fatima

    Penyesuaian aksi ini sebenarnya tergantung pada kondisi dan penilaian lapangan kakak.

    Substansi prosesnya adalah:

    kita menetapkan aksi ideal yang kita inginkan (dan bisa kita raih)

    untuk meningkatkan probabilitas keberhasilan, kita perlu menetapkan batas minimal agar tetap merasa berhasil

    Nah, kondisi ini disesuaikan di lapangan.

    Jika kakak merasa bangun pagi itu menjadi kondisi ideal, berarti yang perlu dilakukan kakak adalah memberikan penjelasan kepada Rashaan mengapa Bunda butuh melakukan ini. Lakukan negosiasi dengannya untuk menunjukkan bahwa bangun pagi tanpa menangis itu adalah tanda anak sudah besar. Bunda juga tidak pergi ke mana-mana. Jika dibutuhkan, berikan alat bantu utk menjadi comfort dia saat bangun pagi (misalnya memanggil Bunda dengan lonceng dan Bunda akan segera datang).

    Jika ternyata kondisi Rashaan belum bisa diajak negosiasi dan melakukan perubahan ini, berarti kakak perlu berdamai dan mencari kebiasaan lain yang lebih bisa dilakukan.

    Skenario dibuat melalui kondisi normal (durasi/frekuensi biasa) dan kondisi minimum (jika sedang tidak normal). Aksi yang dipilih sebaiknya bisa dilakukan dalam kondisi normal maupun minimum.

    Jika sakit, itu kondisi luar biasa di luar jangkauan, force majeur. Fokus pada pemulihan kesehatan. Jika memungkinkan lakukan aksi minimum. Jika tak memungkinkan, lupakan semua aksi. Yang penting sehat dulu.

    🙏

Viewing 2 posts - 1 through 2 (of 2 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.
Scroll to Top