Belajar Parenting › Forums › Manajemen Keseharian Homeschooling › Strategi Mengelola Jadwal Homeschooling
- This topic is empty.
-
AuthorPosts
-
January 2, 2019 at 6:39 pm #4735
Mira Julia
KeymasterApakah Anda punya pertanyaan sesuai materi terkait?
July 23, 2020 at 9:49 am #7130Anonymous
GuestPagi Kak, mohon maaf saya kurang jelas mendengar, aplikasi yang digunakan untuk belajar online AXLmath dan apa satu lagi Kak?
July 23, 2020 at 4:43 pm #7129Mira Julia
KeymasterKak Desi,
Alat belajar online yang digunakan anak-anak antara lain: http://www.ixl.com dan Reading Eggs
November 5, 2020 at 3:27 am #7090Anonymous
GuestAssalamualaikum saya mau tanya.. Jika untuk anak usia dini yang dibangun adalah bonding dengan orang tua. Apa tips2 mbak lala kalo lagi bad mood ato pengen ngomel2 ke anak?
January 9, 2021 at 9:01 am #7054Anonymous
GuestPagi mba Lala, boleh tau info detail tentang “Reading A to Z” itu seperti apa? Kapan dulu mba Lala mulai mengenalkan materinya ke anak? Sepertinya membantu anak melahap materi bahasa inggris sejak dini. Terima kasih.
January 9, 2021 at 4:44 pm #7053Mira Julia
KeymasterReadingAtoZ alat belajar zaman Yudhis kecil dulu kak Lulu – ketika zaman Tata alatnya sudah berbeda lagi.
Kalau dulu caranya saya print semua bukunya, lalu setiap hari minta Yudhis untuk membacanya secara lantang sambil menemani saya masak atau beres2.
June 16, 2021 at 4:36 am #6897Anonymous
GuestAssalamualaikum mbak lala.. Anak saya umur 5 tahun. Saya mau bertanya untuk anak HS belajar agamanya apakah ada yg model online? Saya pengen HS tapi saya bingung dengan belajar agama anak saya seperti fiqih ibadah, aqidah ilmu al quran yang saya tidak kuasai.. Mungkin mbak lala punya info terkait itu. Terima kasih
June 16, 2021 at 4:49 pm #6896Aar
KeymasterWa’alaikum salam wr wb
Kak Prasasti,
Pelajaran agama itu banyak aspeknya, kak. Juga banyak pendekatan dan aliran yang berbeda-beda, baik dari sisi substansi ajaran maupun cara belajarnya.
Untuk anak usia 5 tahun biasanya proses belajarnya lebih menekankan pada akhlak dan kebiasaan baik. Jadi anak belajar dari meniru dan menghidupi nilai-nilai keagmaan seperti yang dijalani orangtua, misalnya: mendengarkan murottal, ikut sholat di sebelah, belajar wudhu, mengaji bersama, ikut ke masjid, menghafal doa-doa sederhana. Yang lebih utama adalah praktek, misalnya berdoa sebelum makan, sebelum tidur, dll. Dalam hal akhlak juga sangat penting untuk bersikap baik, berterima kasih, meminta maaf, tidak boros, dan lain-lain. Kegiatan lain adalah membacakan buku2 cerita yang selaras dengan nilai-nilai keagamaan.
Saat anak usia dini, proses belajar yang utama biasanya dari orangtua, kak. Jadi orangtuanya yang perlu membekali diri dan mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Orangtuanya yang perlu banyak belajar, bukan anaknya, kak.
Untuk pelajaran yang sifatnya pengetahuan bisa dilakukan sambil jalan atau nanti setelah lewat usia 7 tahun. Proses belajarnya juga sebaiknya tatap muka, mengundang guru mengaji yang dipercaya dan sesuai aliran yang diyakini keluarga kak Prasasti.
Semoga membantu.
June 22, 2021 at 12:45 pm #6893Anonymous
GuestAssalamualaikum, mb lala dan mas aar mungkin ada referensi belajar science atau lebih tepatnya eksperimen sains untuk anak usia SD. jadi anaknya ada ketertarikan di eksperimen, sejak kecil terbiasa berkegiatan di dapur dan ikut memasak di dapur, juga eksperimen sains sederhana seperti lava volcano, lava lamp listrik statis dll. Saat ini masih menjalani Hs usia dini karena masih usia 5y10m.
June 22, 2021 at 4:46 pm #6891Mira Julia
KeymasterHai kak Zulvi,
Sekarang semakin banyak referensi belajar sains untuk anak-anak. Hanya dengan kata kunci “science activity for kids” kita bisa dapet banyaaaaak banget ide kegiatan sains bersama anak.Atau kakak bisa juga follow akun-akun sains untuk anak di media sosial. Salah satu kesukaan saya adalah the Dad Lab karena idenya keren-keren & aplikatif misal https://www.instagram.com/thedadlab/
Semoga jawaban ini membantu 🙂🙏
December 24, 2021 at 2:28 pm #6740Anonymous
GuestMba Lala, boleh tahu keseharian Tata misalnya kegiatan aktivitas fisiknya dan kegiatan kreativitasnya lebih detail di usia sd dan smp sehingga menjadi fokus pada kesenangannya dengan menggambar, karena anak perempuan saya juga hobi menggambar
December 24, 2021 at 4:48 pm #6739Mira Julia
KeymasterWaduh kak Hasri, kalau ini sepertinya perlu podcast yah hahahahahaha…
Tapi tentang bagaimana proses Tata dengan hobi menggambarnya sampai akhirnya menjadi Kreasita, bisa simak di webinar khusus Behind the Scene Kreasita.December 24, 2021 at 6:13 pm #6738Anonymous
GuestBagaimana cara mendapatkan aksesnya mbak Lala?
December 25, 2021 at 4:52 pm #6737Mira Julia
KeymasterOh iya, materi itu bagian dari Webinar Pengayaan yang bisa diakses oleh peserta kelas lengkap & kelas coaching.
Kalau kak Hasri tidak bisa mengaksesnya, silakan akses di https://youtu.be/DP-Vtvh9WKk
April 9, 2022 at 4:43 pm #6379Mira Julia
KeymasterWa’alaikum salam kak Prasasti,
Memang ketika anak usia dini kita harus punya stok kesabaran cukup banyak. Huehehe. Perasaan kesal dan mau marah yang muncul apalagi ketika kondisi fisik sedang turun (letih/sakit) itu wajar banget. Yang paling penting adalah disadari perasaan itu. Jangan ditekan (nanti meledak), lebih baik disadari, dikelola, lalu disalurkan sedikit-sedikit energi marah/kesalnya.Ada banyak cara:
- Kenali hal sederhana yang membuat mbak bahagia dan cari waktu untuk melakukannya. Misal kalau saya: Salah satu hal sederhana yang bisa meningkatkan mood saya adalah main game dan makan eskrim. Maka saya menyediakan waktu untuk diri saya sendiri, untuk melakukan hal tersebut saat anak-anak tidur atau main.
- Saya menyiapkan pojok open-end play berisi buku cerita, kertas, bolpen, balok, alat craft, lego, dll untuk tempat anak menyibukkan dirinya sendiri saat kita sedang turun emosinya. Lalu saya pasang timer atau kalau anak sudah lebih paham jam pakai jam dinding, minta dia memberi waktu 10-15 menit (sampai jarum panjang menunjuk angka sekian) karena ibu sedang ada hal yang sangat penting. Dan dalam waktu yang sedikit itu, saya pakai buat membasuh wajah, tarik nafas, atau kadang sekedar memasukkan kepala ke kulkas. hehehe. Inti-nya memberi jeda waktu.
- Kalau kebutuhan release-nya agak besar, minta waktu “istirahat” ke suami untuk pergi keluar rumah sekian jam, entah ke tempat refleksi atau sekedar jalan cafe terdekat untuk duduk2 cari suasana lain
Tapi itu hanya contoh yaa.. silakan cari cara yang penyaluran energi yang paling cocok untuk kak Prasasti. Ada yang caranya dengan wudhu dan baca Al Qur’an, ada yang caranya dengan berbelanja, ada yang ke salon, dll. Intinya jangan ditekan, nanti meledak lebih bahaya. Komunikasikan dengan suami kondisi Anda dan minta waktu/saran pasangan untuk membantu kondisi Anda.
Semangat yaa ^_^
-
AuthorPosts
- You must be logged in to reply to this topic.