Kak @hasna-hanifah,
Terima kasih sharingnya. Saya sangat memahami kondisi Anda yang berbeda dari kondisi keluarga pada umumnya.
Tidak apa-apa, kak. Setiap diri kita berjuang dan berusaha mencari solusi2 optimal yang sesuai kondisi kita.
Pengaturan pola Rutinitas Malam berupa mengobrol/terkoneksi dengan sekitar. Dalam kondisi umum, itu berarti mengalokasikan waktu untuk mengobrol bersama anak dan pasangan. Tapi dalam kondisi kakak, berarti mengobrol bersama anak saja.
Untuk komunikasi bersama pasangan, saran saya komunikasi bersama pasangan dimasukkan dalam DR (kegiatan untuk Diri Sendiri dan Rutin). Frekuensi dan durasinya disesuaikan dengan kesepakatan bersama pasangan, tidak harus menjelang tidur. Frekuensinya tidak harus setiap hari walaupun akan sangat ideal jika dilakukan setiap hari. Isinya cerita2 keseharian ttg anak, kegiatan di rumah/pekerjaan, apa yang sedang bertumbuh, dll.
Jadi, jika ada kebutuhan, pastikan dicarikan upaya memenuhinya. Pengaturannya dibuat lebih fleksibel sesuai kondisi dan kesepakatan.
Demikian kak, semoga ketemu kesepakatannya bersama pasangan yaa..
🙏🤩