Belajar Parenting › Forums › Manajemen Keseharian Homeschooling › Webinar Dokumentasi dan Portofolio
- This topic is empty.
-
AuthorPosts
-
June 11, 2022 at 9:36 pm #4196
Mira Julia
KeymasterApakah Anda punya pertanyaan sesuaiΒ materi terkait?
July 5, 2022 at 9:31 am #6135Yulita Khosuma
MemberHalo kak, sy tiba2 kepikiran untuk dokumentasi nya apa bs menggunakan youtube shorts? π
July 5, 2022 at 12:04 pm #6133Aar
KeymasterBentuk dokumentasi bisa bermacam-macam, kak. Medianya disesuaikan dengan yang tersedia dan dikuasi orangtua.
Jika kak @yulita-khosuma merasa nyaman dengan Youtube Short, it’s okay.
Yang penting bikin dokumentasi dan terus menabung..
Yang buruk adalah jika ingin ini dan itu, terus menimbang dan tidak bikin-bikin, hehehe…
Semangat kak! π€©
November 10, 2022 at 9:52 pm #5868Dame
MemberHalo Kak,
Setelah saya lihat muatan wajib ini pointnya lumayan banyak. Saya mencoba untuk merespon setiap point di muatan wajib. Nah, untuk setiap pointnya bisa hanya 2-3 kegiatan saja yang sering dilakukan berulang-ulang atau sebaiknya semua kegiatan? Saya cenderung ingin mengikutsertakan 3-4 kegiatan yang konsisten dilakukan sepanjang tahun. Namun, kalau kemendikbud sendiri ekspektasinya bagaimana? .
November 11, 2022 at 11:04 am #5867Aar
KeymasterHalo kak @dame.siahaan
Dari sisi ekspektasi pemerintah, poin besar yang saya tangkap adalah:
kepentingan negara adalah anak-anak bisa teintegrasi dengan masyarakat dan memenuhi standar kualitas minimal. Detilnya sendiri belum ada. Jadi, kita bisa menafsirkannya secara bebas dengan spirit tersebut.
Kakak bisa memilih 2-3 kegiatan yang sering dilakukan
Atau kegiatan rutin + insidental
Mestinya sih tidak perlu semua kegiatan karena yang terjadi dalam keseharian sebenarnya sangat banyak dan tidak mungkin kalau dicatat semua sebagai dokumentasi. Jadi, yang dilaporkan dalam dokumentasi adalah kegiatan-kegiatan yang dipandang substantif dan/atau milestone perkembangan anak.
Demikian kak, semoga menjawab. π
December 1, 2022 at 6:31 am #5761Dame
MemberHalo Kak, setelah saya cek tempalte dokumentasi dari RI, ada satu template yang saya tertarik: https://www.canva.com/design/DAFRVOkMO5k/e3zrhFh6kU-ztuZIAXHaww/view?utm_content=DAFRVOkMO5k&utm_campaign=designshare&utm_medium=link&utm_source=publishsharelink&mode=preview#8. Nah, di dalam template itu untuk 1 kegiatan ada kotak “Bertumbuh 1” dan “Bertumbuh 2”. Dari pengalaman Mas Aar, apakah lebih baik pertumbuhan di ranah kognitif, afektif dan psiko-motorik dituliskan di kotak-kotak/area yang terpisah atau (ini saya terpikir) bikin berupa list lalu diidentifikasi tiap barisnya apakah itu termasuk pertumbuhan ranah kognitif, afektif atau psiko-motorik. Ini pertama kali saya buat dokumentasi HS model spt ini untuk anak usia sekolah. Saya sih berpikir menggunakan 1 kotak untuk pertumbuhan, lalu menuliskan satu persatu disertai keterangan apakah itu masuk ranah kognitif, afektif atau psiko-motorik. Namun, saya ingin tahu, dari pengalaman Mas Aar sendiri, yang lebih berpengalaman, supaya dokumentasi ini memenuhi kebutuhan sebagai sumber pengetahuan keluarga ke depannya, baiknya bagaimana bentuk penulisan pertumbuhan tersebut? (Note: dulu untuk usia dini, saya menulis cerita. Tapi kali ini, saya ingin mencoba bentuk yang berbeda dan lebih efisien dan efektif bagi pembaca).
December 4, 2022 at 5:23 pm #5755Aar
KeymasterKak @dame-siahaan,
Sampai saat ini belum pernah ada standar tertentu dan best practice dalam penyajian dokumentasi homeschooling.
Ketika kami mengirimkan dokumentasi ke PKBM, tidak pernah ada feedback apapun.
Jadi, sebenarnya cara penyajian itu sepenuhnya menurut kita.
Kami biasanya menyajikan dokumentasi berbasis kegiatan karena itu lebih mudah. Proses2 yang kami lakukan dulu biasanya sederhana, kak. Yang penting ada dan dibikin. π
Dari sebuah kegiatan, kami berusaha memaknai dengan berbagai aspek penilaian yang paling memungkinkan. Idealnya bisa mencakup: kognitif, afektif, dan psikomotorik. Lebih sering kami tak menuliskannya secara eksplisit.
Buat kami, yang penting dituliskan sesuai pemaknaan yang menurut kita paling tepat.
Untuk kepentingan refleksi keluarga, kunci pentingnya biasanya ada pada detil perkembangan anak sehingga kita bisa manfaatkan jika suatu saat ingin membuat dokumentasi/menulis buku dengan lengkap.
Ide kakak itu bagus. Identifikasi pertumbuhan dilengkapi kategori apakah yang berkembang aspek kognitif, afektif, atau psikomotorik.
Saran saya, kak Dame bikin aja dengan kerangka yang paling pas buat kakak.
π
(saya baru sadar hari ini ternyata jawaban saya belum terkirim walaupun sudah menulis beberapa hari yang lalu. Mohon maaf baru dijawab ya kak…)
February 24, 2023 at 3:08 am #5628Indah
Membermasyaallah ya allah kereen banget apakah saya mampu kalau melihat kegiatannya lebih sibuk ya, di banding disekolahaan, ini mah memaksimalkan ank-anak kegiatan anak dan ilmunya anak lebih banyak di bandingkan dengan sekolah…ga bisa lehaleha….kereen banget saya salut, teharu, begitu sekaligus malu….hehe,,, saya begitu tertrik semakin semangat tapi jadi ga PD mampukah hehe…apa yang bisa meyakinkan saya bahwa saya mampu
February 24, 2023 at 3:12 am #5627Indah
Membersaya termasuk orang yang tertinggal di IT untuk membuat blog dan web bisa memanfaatkan yang geratis apa hrs berbayar….
February 24, 2023 at 9:21 am #5626Aar
KeymasterHalo kak @annisa-sidqia-nahdah
Dunia nyata menyediakan materi belajar dan proses belajar yang sangat luas. Belajar tak hanya tentang mata pelajaran, belajar tak hanya menggunakan buku pelajaran, cara belajar bukan hanya dengan ceramah/diajarkan.
Inilah kesempatan besar dalam proses HS.
Kuncinya ada di kapasitas orangtua sebagai pendamping dan semangat keingintahuan anak untuk terus bertumbuh.
Sebelum betul-betul memutuskan HS dan anak berhenti sekolah, pastikan orangtua belajar, berlatih, dan mencoba melakukan kegiatan belajar bersama anak dengan asyik & nyaman.
Selamat belajar dan bertumbuh kak.. ππ€©
February 24, 2023 at 9:24 am #5625Aar
KeymasterHalo kak @annisa-sidqia-nahdah
Proses membuat dokumentasi tak harus menggunakan blog.
Kakak bisa memanfaatkan media sosial seperti IG/FB untuk membuat dokumentasi kegiatan anak. Kakak bisa memilih untuk dibuat publik/private.
Yang penting terus belajar ya kak, supaya bisa menjadi partner belajar anak-anak.
Kakak bisa belajar apapun yang menjadi kesukaan/kekuatan kakak agar semakin meningkat kualitasnya melalui aneka tutorial, kelas online, maupun kursus2 yang sesuai bidang yang kakak pilih.
Selamat belajar dan bertumbuh, kak!
π
February 28, 2023 at 11:10 am #5619Indah
MemberTerimakasih
-
AuthorPosts
- You must be logged in to reply to this topic.