Webinar Memulai HS Sekolah

Belajar Parenting Forums Memulai Homeschooling Usia Sekolah Webinar Memulai HS Sekolah

  • This topic is empty.
Viewing 10 posts - 1 through 10 (of 10 total)
  • Author
    Posts
  • #4204
    Mira Julia
    Keymaster

    Apakah Anda punya pertanyaan sesuai materi terkait?

    #5594

    Halo Kak Lala, Perkenalkan saya Rahma. Saat ini saya sedang dalam proses pencarian pkbm, kebetulan anak saya yang besar um masih 4 tahun, jadi mau cari cari dulu pkbm yang cocok. Saat ini kami domisili dl Pangkalpinang, dan kebetulan PKBMnya sedikit kurang. Mau tanya bagaimana cara kita membedakan flexi school dan pkbm murni? Mau tanya apakah homeschooling Kak Seto dan homeschooling primagama itu termasuk ke flexi school atau pkbm? Tetapi kalau dilihat di data dapo dinas pendidikan anomer npsnnya terdaftar sebagai pkbm.

    Terimakasih

    #5593
    Aar
    Keymaster

    Kak @rahmawati-kartikasari

    Tutorial mencari PKBM bisa dilihat di sini: https://www.youtube.com/watch?v=CDhKfoZTFlg

    PKBM tidak harus ada di kota kita, bisa juga di kota lain.

    Istilah flexyschool masih belum cukup dikenal di Indonesia. Flexyschool badan hukumnya PKBM. PKBM beroperasi dengan model belajar seperti sekolah. Nah, secara sepintas ada overlap di sana dan menjadi sulit dibedakan. PKBM pada dasarnya adalah flexyschool.

    Untuk praktisi HS, yang penting dikenali adalah:

    • banyak lembaga PKBM dilabeli HS (ini yang membuat salah kaprah tentang HS karena bagi masyarakat awam, HS itu berarti mendaftar di lembaga berlabel HS, Secara mindset dan sikap orangtua tidak berubah, hanya menitipkan anak di lembaga tertentu)
    • cari PKBM yang proses belajarnya fleksibel (tidak mewajibkan hadir fisik, memberikan banyak kebebasan pada keluarga untuk mengelola proses belajar anak, menerima hasil/proses belajar anak bersama keluarga).

    Demikian kak, semoga membantu.. 🙏

    #5592

    Baik kak, terimakasih

    #5532

    Selamat Siang Mas Aar, Mbak Lala..

    Sy punya anak laki² dgn diagnosa ADHD.. yg memang gaya belajarnya nggak bisa disamakan dgn anak pd umumnya.. walaupun sudah sekolah di sekolah inklusi, namun ada bbrp hal yg membuat dia tidak nyaman di sekolah sehingga hasilnya tidak maksimal..

    Saat ini sy msh berusaha untuk menemukan minat bakatnya, masih icip² 😂 . Yg pasti dia suka sejarah dunia, komputer & pastinya game.. saat ini baru akan memulai coding (semoga yg ini nggak icip² )

    Yg mau sy tanyakan.. real HS itu kan bukan memindahkan sekolah ke rumah.. nah kaitannya dgn ujian PKBM nantinya bagaimana ya, berarti memang ada “materi” seperti sekolah pd umumnya yg akan diujian kan

    #5531
    Aar
    Keymaster

    Halo kak @lisa-flarida-marissa,

    Terkait frasa “tidak memindahkan sekolah ke rumah”, ada beberapa poin penting yang perlu saya perjelas:

    1. Materi belajar

    Materi belajar dalam HS bisa disesuaikan dengan anak dan tidak sepenuhnya sama dengan sekolah. Orangtua bisa memperbanyak materi non-akademis jika dianggap lebih sesuai untuk anak.

    Proses semacam ini tidak bisa dilakukan di sekolah.

    Bagaimana materi akademisnya?

    Jika menginginkan ijazah kesetaraan, tentu saja anak HS perlu mempelajari materi-materi akademis seperti sekolah. Tetapi, beban akademis yang dipelajari dan diujikan di PKBM jauh lebih rendah dibandingkan di sekolah.

    2. Cara belajar

    Cara belajar di sekolah konvensional adalah melalui proses penjelasan oleh guru (ceramah). Proses ini seringkali diadaptasi dalam bentuk kelas/tutorial online yang prinsipnya serupa.

    Dalam HS, cara belajar yang dilakukan bisa lebih beragam, misalnya belajar berbasis tema atau belajar berbasis proyek, atau memakai aplikasi, dll.

    Pembahasan tentang cara belajar ini ada di kelas Strategi belajar HS: https://tumbuh.rumahinspirasi.com/courses/strategi-belajar-homeschooling/

    Jadi, anak memang tetap perlu belajar, tetapi bebannya jauh lebih ringan, kak.

    Demikian, semoga menjawab. 🙏

    #5471

    salam mas aar & mbka lala…
    untuk jenjang sd, mendaftar di pkbm kan hrs dri kls 1, apakah hrs mendftar dari usia 6/7 th ataukah tdk ada batas usia maximal utk jenjang 1 sd nya ?, trm kasih

    #5470
    Aar
    Keymaster

    Halo kak @muhammad-fathul-wahhab-kurnia-zain

    Saat ini tidak ada panduan yang jelas dan definitif terkait usia anak masuk/terdaftar di PKBM.

    Yang biasanya diatur terkait ujian Paket A (minimum usia 12 tahun, tidak ada batas maksimum).

    Dengan mengacu usia saat Paket A = 12 tahun, maka kita bisa menghitung mundur usia kelas 1 adalah 7 tahun.

    Setahu saya belum ada pengaturan jika anak mendaftar di PKBM sejak usia sebelum 7 tahun.

    Bagaimana jika baru mendaftar di PKBM sejak usia 8 tahun? Anak ada di kelas berapa?
    Nah, ini pengaturannya tidak terlalu jelas. Praktek di PKBM beda-beda. Anak bisa didaftarkan kelas 1, tapi bisa juga langsung kelas 2.

    Mengapa? Karena integrasi data PKBM ke sistem biasanya mulai dilakukan sejak kelas 4. Kondisi ini tentu saja berkembang sesuai waktu.

    Untuk diketahui, proses2 pengaturan di PKBM terkait legalitas ini jauh lebih longgar dibandingkan di sekolah.

    Prosesnya banyak ditentukan oleh praktek2 yang terjadi di lapangan (di PKBM). Kebijakan di PKBM bisa berbeda-beda.

    Jadi, proses yang sebaiknya dilakukan adalah mengecek dan bertanya ke PKBM yang kakak pilih sebagai naungan legalitas untuk ananda.

    Demikian, semoga penjelasan ini menjawab pertanyaan kakak. 🙏

    #5009
    Indah
    Member

    saat ini bisa dibilang saya pertama kali masuk ke dunia HS, ketika saya menyimak kembali pada kegiatan keluarga mba lala pada waktu SMA dan SMP ikutan pramuka ya? ini ikutan/ bisa bergabung kesiapa bergabungnya ? terimakasih

    #5008
    Aar
    Keymaster

    Kak @annisa-sidqia-nahdah

    Kegiatan pramuka yang diikuti oleh anak-anak kami hanya salah satu contoh proses yang kami upayakan saat anak-anak remaja agar mereka punya kegiatan luas di luar keluarga.

    Karena kami merasa anak-anak perlu banyak main, punya teman, mengasah keterampilan sosial, dan kecintaan negeri, maka pramuka menjadi opsi yang kami lirik.

    Apa yang kami lakukan?

    Kami mengobrol dengan teman praktisi HS yang berkegiatan bersama kami dan ternyata beberapa orang merasa cocok dengan ide bikin kegiatan pramuka.

    Kami kemudian datang dan konsultasi ke pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka.

    Pilihannya adalah menumpang di gugus depan yang ada atau bikin rintisan sendiri pramuka berbasis komunitas.

    Kami memilih yang kedua: menjajagi rintisan bikin pramuka komunitas. Beberapa orangtua menjadi pembinga, kemudian kami mencari pelatih. Para pembina bersama pelatih kemudian mendiskusikan materi kepramukaan yang akan diajarkan pada anak-anak selama 1 semester.

    Begitu prosesnya, kak.

    Selamat bertahun-tahun kami berproses dan pada suatu saat ternyata ada orangtua yang memiliki “sertifikat” pelatihan dasar kepramukaan sehingga akhirnya semua pengelolaan pramuka dilakukan oleh para orangtua.

    Ketika pandemi, semua kegiatan pramuka berhenti dan sampai sekarang belum aktif lagi karena anak-anak sudah tumbuh besar dengan fokus & jadwal kegiatan yang beragam (tidak pramuka lagi).

    Dalam konteks keluarga lain, ada yang ikut kegiatan pramuka bersama (misalnya di Bandung). Ada merintis pramuka komunitas. Ada juga yang datang ke kepala sekolah/pembina pramuka yang dikenal dan minta izin ikut pramuka dan diizinkan.

    Demikian solusi-solusinya di lapangan bisa berbeda-beda tergantung kondisi.

    Semoga menjawab pertanyaannya, ya kak..

    🙏

Viewing 10 posts - 1 through 10 (of 10 total)
  • You must be logged in to reply to this topic.
Scroll to Top