mas aar mengatakan bahwa membuat budaya belajarnya itu memfasilitasi segala keingintahuan anak, tapi bagaimana jikalau banyaak sekali yg diingintahui Dan kompleks sekali yg ingin dijelaskan sehingga waktu kita habis Dan Tidak seksual dengan tujuan pembelajaran?apakah kita Tidak usah turuti?atau bagaimana