Forum Replies Created
-
AuthorPosts
-
Antik
MemberSelamat sore mas Aar…
Pas sekali rasanya saya membaca chat ini, karena saya memiliki kegelisahan yang sama di tema ini, anak saya saat ini perempuan usia 15 tahun, dia pernah sekolah formal sampai dengan kelas 4 SD, kemudian beralih ke home schooling, proses deschoolingnya cukup panjang, alhamdulillah saat ini hubungan kami baik, sering ngobrol bareng, saya sudah melakukan saran-saran mas Aar seperti diatas, diskusi bareng tentang kesukaan anak dan pinginnya saya bisa mengarahkan kesukaan anak menjadi sesuatu produk. Tetapi ketika kami ngobrol ujung-ujungnya sikakak seperti ngambek, bilang sudah ngerti tetapi masih belum mau bergerak. Dia bilang tidak mau menguasai satu hal saja, karena dia suka banyak hal, khawatir ketika fokus pada satu hal, maka kesempatan belajar banyak halnya jadi hilang.
Saya sudah coba memberikan pengertian bahwa sebenarnya dengan fokus pada satu hal tidak akan menghilangkan kesempatan untuk belajar banyak hal, tetapi malah kayak bertengkar jadinya dan ujung-ujungnya malah ngambek lagi. Saya sering membiarkannya lebih dulu, kemudian berusaha memantik diskusi lagi dengan lebih rileks, tapi hasilnya masih tetap sama. Saat ini dia menyukai bahasa Inggris, saya berikan beberapa alternatif, seperti mengajar les bahasa Inggris, katanya nggak suka ngajar, ikut english club ternyata dia tidak mau aktif, suka bikin-bikin kue tapi kurang konsisten prakteknya alias moody, kemudian suka design canva dia bilang nggak suka profesi itu, saya jadi bingung sendiri :D. Oh ya dia sering bertanya, kenapa kita harus bertumbuh, kenapa semua harus berkaitan satu sama lain, sebenarnya kami sudah jelaskan, dan ketika kami tanya balik apakah sudah paham, iya katanya paham, tapi kenapa masih balik-balik lagi ya ? Adakah saran dari mas Aar untuk case saya ini? terima kasih mas Aar 🙏
Antik
MemberSelamat sore mas Aar…
Antik
MemberMas Aar…
maaf mau bertanya…saat anak-anak belajar, misalkan field trip itu apakah boleh bila dilakukan dengan keluarga aja? misal ibu dan adik kakak…? atau harus bersama dengan teman2 misalnya komunitas?
Saya memperhatikan, bila perginya bersama dengan banyak teman-teman, anak-anak cenderung lebih banyak bercanda dan ngobrol dengan teman-temannya daripada memperhatikan tujuan awalnya.
terima kasih banyak atas respon dan penjelasannya..
salam,
antik
Antik
Membersiang kak Lala..
untuk printabel penjumlahan apakah nggak bisa dicetak ukuran A5 ya ? kok nggak muncul pilihan di papernya?
makasih
Antik
Memberbaik, noted mas Aar… terima kasih banyak atas arahannya 🙏
Antik
MemberSelamat malam mas Aar dan mba Lala..
Anak kami berusia 12 tahun dan 15 tahun , Bagaimanakah cara mendorong anak supaya mau menyajikan evaluasi dalam bentuk slide presentasi? mereka sebenarnya sudah bisa membuat tetapi karena yang meminta ortunya mereka jadi kurang greget untuk mengerjakan.
Kemudian juga untuk evaluasi seperti menarasikan kembali ini juga masih belum begitu direspon dengan baik, padahal sudah sering berusaha dijelaskan manfaatnya.
terima kasih.
-
AuthorPosts