Forum Replies Created
-
AuthorPosts
-
Feni Widya
MemberTerima kasih Mas Aar dan Mbak Lala untuk materinya. Tentang Psikologis Anak. Pada Anak Usia Dini ini kan concern nya pada rasa aman dan nyaman. Tapi saya merasa anak saya (4thn 7bulan) seperti belum merasa nyaman dan aman pada kami orangtuanya, dilihat dari kejujuran anak kami pada kami. Meskipun anak kami suka bercerita tentang apa yg dia lakukan, apa yg dia baca dll tapi dia sangat tertutup dengan perasaannya. Ketika saya ajak berbicara tentang perasaan, dia seperti tidak mau mengatakannya, ketika dia sedang takut, marah, sedih, cemas, senang dia tidak mau berbicara. Meskipun semua itu bisa terlihat dari mimik wajahnya.
Selama ini saya terus memberi tau padanya ketika senang saya bilang Aa lg senang yaa, Alhamdulillah. Ketika sedang marah saya pun validasi perasaan nya, Aa marah ya kesel yaa. Saat terdengar suara petir dia teriak saya validasi juga, Aa takut yaa, iya ini namanya takut, yuu kita baca doa. Setiap sebelum tidur pun saya selalu bertanya perasaannya hari itu seperti apa, tapi dia malah menjawab asal dan keluar konteks perasaan.
Saat wajahnya menunjukkan kecemasan dan gerak tubuhnya menunjukkan kegelisahan saya tau itu, tapi dia tidak mau jujur dan bicara alasannya kenapa seperti itu, saya pun bingunh kenapa dia terlihat cemas dan gelisah.
Saya sampai sekarang bingung, apa yg menyebabkan nya seperti itu, saya pun mash mencari tau. Tapi memang suami saya juga mempunyai sikap yg sama dengan anak kami. Tidak terbuka dengan persaannya. Sebenarnya kami sebagai orang tua pun dulunya tidak pernah didik untuk mengungkapkan perasaan, jadi sekarang saat menjadi orangtua, kami cukup bingung bagaimana caranya agar anak terbuka dengan perasaannya pada kami orangtuanya sehingga kami tau apa yg harus kami lakukan.
Apa yang harus kami lakukan pada anak kami agar dia mau terbuka tentang apapun dengan kami?
Feni Widya
Membersiang mas Aar. Semoga selalu dalam keadaan sehat sekeluarga 🙏
Perihal jam belajar yg fleksibel, tadi di podcastnya kan di singgung, meskipun jam belajar fleksibel tapi jika tidak terkontrol akan menimbulkan masalah. Contoh masalahnya seperti apa dan bagaimana cara mengatasinya? Anak kami senang sekali belajar di malam hari, bahkan bisa dibilang dia lebih mudah menyerap apa yang dipelajari ketika malam hari disaat kami (orangtuanya) sudah mengantuk 😅. Terimakasih
-
AuthorPosts