Belajar Parenting › Forums › Program › Audit Diri
- This topic is empty.
-
AuthorPosts
-
March 21, 2022 at 7:02 am #6501
Aar
KeymasterHalo kak @Dhita
Pilihan jumlah kegiatan 3-5 itu kami ambil sebagai alat pandu. Jika kakak ingin menyederhanakan sehingga jumlahnya kurang dari 3, tidak apa-apa.
Untuk menambahkan kesadaran, prosesnya sebaiknya dimulai dengan mengenali alasan kakak memilih aksi tersebut (jurnal hal 16)
March 21, 2022 at 7:04 am #6500Aar
KeymasterKak @Dhita
Boleh kak. Pilihan aksi memang tidak harus mengisi 4 alokasi waktu.
Pilih yang paling sesuai dengan kondisi kakak. Jika kakak hanya ingin membangun kebiasaan baik di pagi hari, dipersilakan.
March 23, 2022 at 12:16 pm #6465Rudi
MemberKak Lala, pada WA hari ini kita diminta untuk fokus dan sadar menjalani dengan mindfull tanpa ada distraksi.
Pertanyaan saya bagaimana dengan namanya multitasking yang sudah jadi bagian sehari hari? Selain untuk bisa efisien waktu, banyak hal bisa dikerjakan sekaligus.
March 23, 2022 at 1:27 pm #6464Aar
KeymasterHalo kak @Rudi
Banyak yang berasumsi bahwa pekerjaan multi-tasking akan memberikan keuntungan bagi kita bisa melakukan banyak hal.
Ternyata multitasking itu tak selalu baik. Yang dikorbankan biasanya kualitas pekerjaan dan kedalaman. Multitasking hanya cocok untuk pekerjaan sederhana dan otomatis, tapi tak cocok untuk pekerjaan yang membutuhkan durasi lama dan kualitas tinggi.
Dalam riset, ternyata multitasking itu “boros energi” dan membutuhkan waktu lebih banyak untuk menyelesaikan dibandingkan pekerjaan monotasking yang dilakukan berurutan.
Percobaannya sederhana: dihitung waktu untuk menyebutkan huruf Alfabet A-Z dan Angka 1-10,
Penyebutan secara berurutan Alfabet dulu, baru angka membutuhkan waktu sangat cepat.
Sebaliknya, ketika penyebutan alfabet diselingi dengan angka: A, 1, B, 2, C, 3, dst, waktu yang dibutuhkan 3x lipat.
Jadi, sebenarnya banyak “waktu transisi” yang terbuang dan butuh lebih banyak energi untuk fokus lagi mengerjakan sebuah pekerjaan jika terjadi perpindahan yang terlalu sering. Apalagi jika jenis pekerjaannya membutuhkan konsentrasi tinggi seperti membaca, menulis, berhitung, pekerjaan terkait mesin dan orang lain (diskusi, presentasi, mengobrol, dll).
Saya dulu mengira multitasking itu tak terelakkan dan harus dilakukan supaya lebih produktif. Setelah saya mencoba monotasking, ternyata kualitas pekerjaan dan produktivitas saya justru lebih baik.
Silakan kakak bereksperimen antara multitasking dan monotasking, kemudian direfleksikan. Dilihat mana yang lebih produktif dan berkualitas.
March 24, 2022 at 7:33 pm #6451Elsa
ParticipantMba Lala..
apa yang membedakan, pemantik kebahagiaan dan objek pelarian dari kekusutan 😀
March 25, 2022 at 7:36 am #6447Aar
KeymasterKak @elsa.murdiana
- Pemantik kebahagiaan = penambah energi untuk menyelesaikan aksi dan rencana
- Pelarian = menghindar dan kabur dari aksi yang seharusnya dilakukan
Intinya, aksi tetap perlu dilakukan dan diselesaikan. Tak apa2 berhenti sejenak jika lelah atau kusut, tapi jangan kelamaan. Terus yang ditinggalkan tetap perlu diselesaikan.
Semoga menjawab pertanyaan kak Elsa. 🙂
March 25, 2022 at 8:44 am #6446Elsa
ParticipantNoted makasoh mas aar
April 4, 2022 at 7:48 pm #6394Erdittya Ekanovie
MemberWah, bahasan menarik. Saya ikut bertanya boleh ya di pertanyaan Kak Rudi. Bagaimana Mas Aar melakukan monotasking tapi tiba-tiba anak mengajak diskusi atau bertanya dan sering 😀 (untuk anak usia 6 tahun yang selalu ingin tahu)? Apa solusinya agar pekerjaan besar yang sedang fokus diselesaikan, namun anak belum bisa fokus satu kegiatan dan mencari ortunya. Terima kasih.
April 5, 2022 at 9:07 am #6392Aar
KeymasterHalo kak @Dhita
Monotasking memiliki rentang spektrum yang sederhana hingga ideal.
Yang ideal terjadi ketika proses bekerja dalam kontrol kita sepenuhnya dan minim distraksi sekitar. Kondisinya biasanya terjadi saat: di kantor, anak sudah memiliki kegiatan mandiri/besar.
Dalam kondisi ideal, yang harus dikelola adalah diri sendiri supaya tidak terjadi distraksi (biasanya bersumber dari gawai: WA & medsos). Distraksi yang lain adalah ingin melakukan beberapa kegiatan sekaligus.
Dalam kondisi ideal, kita bisa melakukan pekerjaan kita sepenuhnya dengan durasi panjang dan distraksi minimum.
Dalam kondisi ada anak-anak yang masih belum mandiri, kita perlu melakukan modifikasi-modifikasi agar monotasking & deep work bisa dilakukan. Hasilnya tentu saja berbeda, tapi cara kerja ini sangat bisa meningkatkan produktivitas dibandingkan jika kita mudah pindah dari satu kegiata ke kegiatan lain.
Modifikasi yang bisa dilakukan antara lain:
- Blocking time sepenuhnya di pagi hari sejak kita bangun tidur hingga sebelum anak bangun. Ini adalah prime time kita yang bisa kita maksimalkan deep work.
- Durasi satu blok waktu untuk proses monotasking biasanya sekitar 30 menit, diselingi break 5 menit (ini teknik Pomodoro). Untuk fleksibilitas, blocking time-nya diperkecil, misalnya 10 menit. Kita secara sadar membagi pekerjaan kita secara modular menjadi bagian kecil yang bisa diselesaikan 10 menit. Jika 10 menit bisa diteruskan, maka bisa dilanjutkan beberapa kali 10 menit sebelum break. Tapi jika ada distraksi, setidaknya anak bisa menunggu sebentar dan distraksi tidak terjadi secara random.
- Karena anak adalah prioritas tertinggi (dalam pengalaman keluarga kami), maka pagi hari kami memastikan anak sudah “kenyang” berkegiatan intens bersama kami sebelum kami menyelesaikan urusan pekerjaan/pribadi. Setelah itu, anak berkegiatan bebas dan kita berikan alat berkegiatan (non gawai) dan kita jelaskan bahwa kami ada pekerjaan yang perlu diselesaikan. Nanti anak ditengok lagi sekitar 30 menit setelah bekerja (saat break) dan jika aman kita kembali lagi bekerja. Pada awalnya proses ini pasti tidak mudah, tapi anak lama-lama akan semakin mengenali polanya.
- Jika anak terlatih memahami bahwa orangtua juga ada urusan yang perlu dikerjakan dan dia perlu menyelesaikan urusannya sendiri, semakin anak besar prosesnya akan semakin mudah.
Demikian kak, semoga membantu.
April 6, 2022 at 4:53 am #6390Erdittya Ekanovie
MemberBaik, Mas Aar. Terima kasih atas jawabannya.
-
AuthorPosts
- You must be logged in to reply to this topic.